The Golden Words, Kata-Kata Yang Perlu Diajarkan Pada Anak

The Golden Words, Kata-Kata Yang Perlu Diajarkan Pada Anak
WOOP.ID/PHOTO BY CINTA RUHAMA AMELZ
The Golden Words, Kata-Kata Yang Perlu Diajarkan Pada Anak

Semua orang tua pasti menginginkan anak-anaknya tumbuh menjadi anak yang ramah, santun dan beretika baik dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimana mengajarinya, ya? 

Ternyata ada beberapa hal sangat sederhana yang memiliki pengaruh besar pada tumbuh kembang anak. Penggunaan kata, merupakan kunci yang membantu anak mengerti situasi dan kondisi. Mengajari anak mengatakan hal-hal tertentu untuk berbagai macam keadaan sepertinya simpel, namun bila tidak diajarkan, anak juga tidak akan paham akan makna dan tidak terbiasa mengucapkannya.

Untuk memulai, ajarkan anak pentingnya ucapan terima kasih. Biasakan anak untuk mengucapkan terima kasih setelah mendapatkan sesuatu, menerima bantuan, atau memperoleh pujian untuk menanamkan nilai menghargai dan menghormati atas perilaku dirinya sendiri dan orang lain.

Ajarkan anak untuk berani mengucapkan maaf jika ia berbuat salah. Hal ini akan membuat anak mengetahui ada perbuatannya yang salah dan menyakiti atau merugikan orang lain. Membiasakan anak untuk meminta maaf juga berpengaruh dalam melatih anak untuk memiliki rasa tanggung jawab atas segala perbuatannya.

Teach them to use the magic word. Berikan anak contoh baik dengan mengajarkan untuk berkata tolong ketika hendak meminta bantuan. Anak harus tahu, bahwa ketika dia tidak mampu melakukan sesuatu, maka ia harus meminta bantuan orang lain dengan cara yang baik pula. Dengan belajar meminta ‘tolong’, anak juga akan belajar untuk tidak frustasi ketika menyadari adanya hal yang belum bisa ia lakukan sendiri.

Ajarkan anak-anak untuk mengucapkan ‘maaf’, ‘terima kasih’ dan ‘tolong’ sejak usia dini. Saat anak sudah cukup umur untuk lebih mengerti, jelaskan sesuai tahap pemahamannya tentang pentingnya mempertimbangkan orang lain, mengantri atau menunggu giliran, dan berbagi. Ini penting untuk membangun dasar pribadi positif yang kokoh pada anak, meskipun anak tidak langsung bisa mengerti.

Bila anak lupa mengucapkan ‘terima kasih’, ‘tolong’ atau ‘maaf’, ingatkan dan beri pengertian untuk melakukannya. Kebiasaan baik harus diajarkan terus-menerus sejak dini sampai anak tumbuh dewasa. Bila anak menunjukkan kebiasaan yang baik, pujilah. Dan saat anak berperilaku buruk terhadap seseorang, beritahu bahwa perlakuan seperti itu tidak dapat diterima. Perlu diingat bahwa memberikan tekanan berlebihan pada anak tidaklah baik, karena dapat memicu cemas dan ketakutan. Tidak sedikit anak yang pada awalnya memiliki kebiasaan yang bisa dibilang kasar atau buruk terutama saat marah atau menginginkan sesuatu, dan itu adalah hal normal yang dapat kita arahkan menjadi lebih baik.

Pada akhirnya, mengajar dan membiasakan anak untuk mengucapkan the golden words tidak perlu dengan teori, tetapi cukup dilakukan sesuai konteks dalam peranan kita orangtua. Tunjukkan kepada anak pentingnya menggunakan dan bagaimana menempatkan kata-kata tersebut, baik dalam berkomunikasi dengan anak maupun dengan orang lain. Dengan membuat anak terbiasa melihat serta mendengar kita mengucapkan kata-kata tersebut, secara otomatis kita sudah memperlihatkan bentuk konkretnya.

Remember, all of our childhood mostly are copy-and-paste thingsas we copy from our parents and pasted it in life. Good luck