Tips Ini Berguna Ketika Kamu Ingin Memulai Sebuah Pertemanan...

Tips Ini Berguna Ketika Kamu Ingin Memulai Sebuah Pertemanan...
ISTOCK

... tapi tidak tahu harus mulai darimana. 

Si kecil baru masuk sekolah. Dalam beberapa minggu ke depan, kegiatan pagi para orangtua adalah mengantarkan dan mungkin menunggu sebentar di sekitar kelas. Rutinitas baru ini terkadang membuat kita mau tidak mau: berkenalan dengan orangtua murid lain. Sama seperti kamu, mereka juga ingin memastikan si anak (atau sebenarnya kita) baik-baik saja. 

Untuk yang memiliki jiwa introvert, ini adalah protokol sosial yang menyiksa. Membuka percakapan dengan orang asing; memberikan senyum, masih oke. Menyebutkan nama, yah... bisalah jika sangat diusahakan. Namun, setelah itu apa? S-U-N-Y-I-. Krik, krik, krik. A-N-E-H. Otak pun sibuk bekerja, berusaha menemukan sesuatu (apa saja) yang bisa dikatakan, untuk mengisi kesunyian. (Peringatan: lebih baik jangan melakukan hal ini). Daripada salah, lebih baik praktekkan tips bagaimana memulai percakapan ini sekarang (dan selamanya). 

MULAI DENGAN SENYUM

Ketika bertemu seseorang untuk pertama kalinya, sebaiknya tidak langsung memulai dengan pertanyaan-pertanyaan serius. Plus, penelitian membuktikan bahwa seseorang membentuk opininya terhadapmu dalam waktu 10 detik setelah melihat wajahmu. Jadi, tidak peduli secepat apapun kamu bisa berbicara (Eminem sekalipun), rasanya tetap tidak bisa secepat itu. Senyum memberikan kesan positif. 

TETAPKAN INTENSI

Vanessa Van Edwards, penulis Captivate: The Science of Succeeding with People, mengatakan, "Pembicara yang baik selalu menetapkan intensi sebuah percakapan." Jadi, putuskan apa yang ingin kamu capai dari percakapan tersebut sebelum memulainya—sesederhana misalnya, karena ingin kenal lebih jauh atau mau ada teman ngobrol. Tujuan dan motivasi ini akan membawa energi positif ke dalam percakapan. 

JADIKAN KESAMAAN SEBAGAI BAHAN PEMBICARAAN

Ketika kehabisan ide, membicarakan apa yang kalian suka merupakan topik yang aman. Pasalnya, biasanya orang suka bercerita tentang diri mereka sendiri dan hobi mereka. Nah, setelah bahan pembicaraan ini berlangsung lancar, cobalah mulai melebarkan bahan pembicaraan. 

PERHATIKAN BAIK-BAIK BAHASA TUBUH

Selalu penting untuk memperhatikan apakah seseorang tertarik dengan apa yang kamu bicarakan. Caranya dengan apa yang disebut oleh Van Edwards sebagai "conversation sparks." Satu signal non-verbal yang menandakan seseorang tertarik (tidak peduli dari mana asal dan usianya): alis mata yang naik—sekali tanda ini terlihat, kamu sukses!