Jika Ingin Dietmu Berhasil dan BB Tidak Seperti YoyoGoogle Saja Tidak Cukup

Jika Ingin Dietmu Berhasil dan BB Tidak Seperti YoyoGoogle Saja Tidak Cukup
ISTOCK

Kamu butuh bantuan dari ahli. 

Ini sebuah kejujuran: menurunkan berat badan (BB) itu sulit. Apalagi ketika mengadopsi sebuah diet tertentu yang sering kali menyiksa, karena dilarang makan ini dan itu. Termasuk, nasi putih yang sangat menggiurkan itu—bagai hidup tanpa jempol, nah begitulah terkadang rasanya saat nasi menjadi "barang terlarang" di atas piring. Mungkin terdengar ekstrim, tapi kenyataannya banyak yang melakukan diet ekstrim, tanpa pengetahuan cukup atau pertimbangan matang tentang pengaruhnya terhadap tubuh, dan tanpa dampingan dari dokter atau pun ahli gizi. Hanya mengandalkan Google dan "katanya, katanya" siapa. 

Ada banyak metode diet; bahkan rasanya satu hari, satu diet baru muncul. Paling sering terdengar saat ini misalnya keto, tidak makan nasi, OCD, dan yang paling marak adalah diet food combining. Kamu melakukannya dengan semangat, tapi ironisnya sering kali membabi buta. , tapi tetap saja efeknya tidak maksimal; tidak membuat bahagia malah cenderung menyengsarakan jiwa dan raga. Mengikuti "aturan" tertentu saja dari internet tidak cukup, pendampingan seseorang yang ahli di bidang gizi dan kesehatan adalah sesuatu yang krusial. Oh, ini tidak menakut-nakuti isapan jempol, tapi jika tanpa pendampingan, kemungkinan besar kamu akan mengalami hal ini:

1. Berat Badan Naik Turun (Diet Yoyo)

Diet bukan hal yang mudah dan membutuhkan proses panjang, jadi wajar jika bosan saat menjalaninya wajar. Apalagi ada banyak aturan, misalnya makan porsinya harus sedikit dan dilarang mengonsumsi makanan berkalori tinggi. Berhasil sih, menurunkan berat badan, senang luar biasa—tapi tidak akan bertahan lama. Penyebab: kita merasa terjustifikasi untuk kembali mengonsumsi makanan favorit (yang biasanya tidak sehat itu); sedikit sih, tapi kalau sering yah, bisa dipastikan kilogram akan kembali ke titik semula. Bahkan lebih. 

2. Selalu Merasa Lapar

Diperlukan waktu 20 menit untuk perut mengirimkan sinyal kenyang ke otak setelah makan. Jika seseorang makan dengan terlalu cepat, maka perut tidak punya kesempatan untuk mengirimkan sinyal kenyang tersebut ke otak. Ini termasuk salah satu gejala eating disorder: binge eating (makan tanpa berhenti). Jika kamu mengalami hal ini, dan merasa sulit mengatasinya, sebaiknya segera konsultasikan ke klinik yang juga memiliki program psikolog untuk mengatasi eating disorder, agar dapat diberikan solusi yang tepat untuk menghilangkan kebiasaan ini.

3. Berat Badan Turun Tidak Maksimal

Ini disebabkan karena metabolisme badanmu melambat. Penyebabnya mulai dari karena sering melewatkan waktu makan dan sampai kesalahan persepsi tentang jam  makan. Contoh paling simpel: sedang diet, kamu tidak makan malam, atau stop makan di jam tertentu. Ini sebuah kesalahan karena tubuh jadi susah atau irit untuk membakar kalori, yang menyebabkan berat badan tidak berubah. Berat badan tidak turun dengan maksimal, bahkan malah bertambah. 

4. Tubuh Sering Terasa Sakit

Diet tidak hanya tentang penurunan berat badan, tapi asupan pun harus diperhatikan. Diet juga bukan berarti tidak makan sehingga asupan gizi yang dibutuhkan tidak terpenuhi. Perlu diingat: sehat adalah salah satu tujuan utama mengatur pola makan. Namun, pada kenyataannya tidak tidak sedikit orang menjalani diet hanya makan satu jenis asupan gizi seperti buah atau sayur saja, atau protein saja. Jangan terkejut, ketika kamu memilih melakukan hal tersebut dan tiba-tiba tubuh terasa cenat-cenut. Ini bisa jadi merupakan pertanda kekurangan salah satu atau banyak asupan gizi yang dibutuhkan tubuh. 

HALAMAN
12