Karantina Diri Bisa Mengganggu Kesehatan Mental?

Jangan Sepelekan, Ini Dampak Kesepian untuk Kesehatan Mental
Dampak kesepian

Kerap diabaikan oleh banyak orang, kesepian punya dampak cukup berbahaya dan bisa menjurus pada gangguan depresi.

Ketika kita melihat sosok selebritas di layar kaca, mungkin yang kita bayangkan adalah kehidupan yang mewah, popularitas, dikelilingi banyak fans yang menyayangi mereka, dan hal-hal indah lainnya tidak bisa bayangkan. Namun, ketika kita membuka situs video online seperti youtube lalu mengetikkan kata “Lonely”, maka kita akan melihat banyak seniman dan musisi dari berbagai Negara yang menulis lagu yang berjudul “Lonely”.

Sudah dua tahun semenjak Korea Selatan kehilangan sosok seniman bertalenta yaitu Kim Jong-hyun, salah satu anggota dari boyband SHINee. Ia merupakan salah satu seniman yang memiliki lagu berjudul “Lonely”, yang dirilis pada bulan April 2017, sebelum ia ditemukan meninggal pada bulan Desember 2017. Lagu tersebut menceritakan tentang bagaimana ia merasa kesepian, namun tidak ingin menunjukkannya kepada orang lain, karena takut tidak ada yang dapat memahaminya dan akan hanya menambah beban dan kekhawatiran bagi orang lain.

Baca juga: Cara Penanggulangan yang Tepat Bagi Pengidap Gangguan Depresi

ISTOCK
Dampak kesepian

Pada tahun ini, kasus yang sama terulang kembali. Dua bulan lalu, pada tanggal 14 Oktober 2019, industri K-pop kembali kehilangan sosok seniman lainnya, yaitu Choi Jin-ri, atau yang akrab dengan nama Sulli. Ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya karena depresi yang menyerangnya.

“Ketika aku berkata aku sangat lelah, tidak ada satupun yang mau mendengarkanku. Rasanya aku seperti sendirian di dunia ini,” ujarnya, ketika Ia di wawancara pada episode pertama acara ragam nya, Jinri’s Market.

Bahaya yang Mengintai Dibalik Kesepian

Kesepian tentu saja terasa menyakitkan. Sebagai makhluk sosial, kita butuh menjalin hubungan baik dengan orang lain. Kesepian tidak hanya bicara mengenai kesendirian, namun juga bagaimana kita memiliki hubungan yang mendalam dengan orang lain. Inilah sebabnya mengapa orang bisa merasa kesepian walaupun dikelilingi oleh banyak orang, atau memiliki banyak teman di media sosial.

Publik nampaknya belum mengerti mengenai bahaya kesepian dapat efek besarnya kepada kesehatan mental hingga sistem imun seseorang. Padahal, menurut penelitian yang dilakukan Bringham Young University, kesepian dapat lebih membahayakan tubuh kita daripada obesitas atau merokok 15 batang dalam sehari. Walaupun kesepian itu berbeda dengan depresi, namun kesepian dapat mengarah kepada depresi.

ISTOCK
Dampak kesepian

Baca juga: Jangan Diabaikan! Ini Dampak Fatal Pelecehan Seksual untuk Korban

“Kesepian itu wajar dialami oleh siapa saja, dan bukan merupakan gangguan mental. Namun yang dapat membedakannya dengan depresi adalah gejala dan durasinya. Biasanya kesepian yang wajar tidak berlangsung lama, namun kesepian yang mengarah pada depresi biasanya berlangsung lebih lama. Gejalanya adalah mengalami gangguan kecemasan, merasa tidak berarti, terabaikan, sulit berkonsentrasi, tidak ingin melakukan apapun seperti bersosialisasi, hingga insomnia,” ucap Dokter Jennyfer, M.Psi, Psikolog yang memiliki klinik independen di Grogol, Jakarta.

Tidak hanya berefek pada kesehatan mental, kesepian juga memiliki dampak pada kesehatan fisik. Seseorang yang merasa kesepian biasanya memiliki imun sistem yang lebih rendah, sehingga rentan untuk terserang penyakit kronis seperti serangan jantung, hipertensi, diabetes, alzheimer, hingga demensia. Bahkan yang paling parah, kesepian dapat meningkatkan risiko kematian dini hingga 45%.

Kesepian, Isu Sosial yang Masih Dianggap Remeh