Fakta atau Hoax: 10 Mitos Anti Penuaan

Fakta atau Hoax: 10 Mitos Anti Penuaan
ISTOCK

Jangan terlalu percaya dengan apa yang kamu dengar.

Dari semua masalah yang terjadi pada kulit wajah, masalah penuaan memang yang tidak bisa dihindari. Lewat satu atau cara yang berbeda-beda, setiap orang akan mengalaminya (termasuk Jennifer Lopez). Dan hal tersebut merupakan sebuah fakta, bukan mitos. Selain itu, ada beberapa hal tentang penuaan yang memang fakta atau hanya mitos. 

MITOS #1: Semakin mahal produknya, semakin bagus hasilnya.

Untuk produk kecantikan, kalimat “harga tidak pernah bohong” itu tidak selalu berlaku. Tanamkan baik-baik bahwa bahan-bahan di dalam sebuah produk sebenarnya bukanlah faktor yang membuat harganya mahal. Pasalnya, hampir sebagian besar designer makeup menggunakan bahan-bahan yang sama seperti merk biasa. Meski designer makeup mungkin menambahkan unsur lain seperti pigmen atau wewangian, pada dasarnya mengandung komponen yang sama. Merk ternama, kemasan, kemudahan dipakai merupakan beberapa faktor yang membuat harga sebuah produk meroket. 

MITOS #2: Air bisa membuat awet muda.

Ternyata salah. Dr. Sam Bunting, seorang dermatologis kosmetik,mengatakan pada sebuah artikelbahwa air memang baik untuk tubuh agar tidak terjadi dehidrasi. Namun jika tidak memiliki penahan air yang tepat, kulit akan tetap mengalami dehidrasi dan pengeriputan. Oleh karena itu, penting untuk menjaga hidrasi kulit, tidak hanya dari dalam tapi juga dari luar dengan produk pelembab. 

MITOS #3: Penggunaan tabir surya bisa mengurangi penuaan kulit.

Sebuah studi menemukan bahwa penggunaan tabir surya secara regular melindungi kulit dari photoaging: kerutan, bintik-bintik hitam dan kehilangan elastisitas yang disebabkan oleh paparan radiasi ultaviolet dari matahari. Ingat: radiasi matahari ini merupakan penyumbang terbesar penuaan dan kerutan dini. 

MITOS #4: Tidak membutuhkan krim matahari saat mendung.

SALAH. Kamu tetap membutuhkankrim matahari saat cuaca mendung maupun hujan. Pasalnya, sinar matahari tetap bisa menembus awan. 

MITOS #5: Kulit kering lebih cepat berkerut.

Tidak sesederhana itu. Mitos tentang bahwa kulit kering menyebabkan kerutan tetap terdengar karena kulit kering terlihat lebih berkeriput daripada kulit yang tidak kering. 

Mereka yang mempunyai kulit normal atau berminyak dianggap memiliki lebih sedikit kerutan, tapi ini sebenarnya karena mereka memiliki built-in moisturizer, yang menciptakan penampakan tekstur kulit yang lebih halus. Ketika kulit kering atau terdehidrasi, sedikit/sebanyak apapun kerutan atau noda akan terlihat lebih jelas.

MITOS #6: Tertawa dan tersenyum membuat keriput.

Do not blame your smile. Pelaku sebenarnya adalah elastisitas kulit yang berkurang. Dr. Marc Glashofer, seorang dermatologis asal New York, mengatakan bahwa lipatan-lipatan yang muncul setiap kali kita tersenyum akan sulit menghilang seiring bertambahnya usia. Dia juga menambahkan bahwa setiap etnis mengalami proses penuaan yang berbeda. Pastinya, konsentrasi melanin alami kulit dan produksi minyak juga memainkan peran penting dalam seberapa cepat lipatan-lipatan senyum tersebut meninggalkan bekas permanen. 

MITOS #7: Tidak bisa mengubah apapun saat penuaan datang.

False! Umur bertambah tua itu pasti, penuaan dini itu pilihan. Jadi, tidak ada kata terlambat untuk mengubah keadaan; rawat dan sayangi kulitmu dari sekarang. 

MITOS #8: Rasa sakit berarti perawatan kulit yang kamu jalani sedang bekerja.

Seharusnya perawatan kulit tidak menyakitkan. Jika mengalami iritasi seperti setelah menggunakan krim anti aging itu, ada kemungkinan produk tersebut tidak cocok untukmu. Cari tahu lebih lanjut dari dokter kulit. 

MITOS #9: Penuaan merupakan masalah genetik. Terima saja!

Tidak juga. Memang benar bahwa gen kualitas bagus mempengaruhi karakter jenis kulit (minyak, warna kulit, ketebalan, dan sebagainya), tapi hal tersebut berperan sebanyak 30%. Selebihnya, sekitar 70% tergantung pada pilihan kita.