Hindari Rasa Minder Akibat PCOS, Ini Cara Simpelnya!

Hindari Rasa Minder Akibat PCOS, Ini Cara Simpelnya!
Kesehatan reproduksi perempuan

Jangan jadikan PCOS membuat rasa percaya dirimu turun, edukasi diri dan hindari minder dengan cara mudah berikut ini.

Mengapa masyarakat jarang membicarakan tentang kesehatan reproduksi perempuan? Padahal, memahami kesehatan reproduksi adalah hal yang sangat penting, terutama bagi perempuan demi mengantisipasi hal-hal yang tidak diingkan.

Hal itu terjadi, karena kesehatan reproduksi masih menjadi hal yang tabu untuk dibicarakan di kalangan masyarakat Indonesia. Mereka cenderung menghindari topik ini dikarenakan malu untuk membicarakannya, dan parahnya lagi mereka cenderung tidak peduli dengan permasalahan ini.

ISTOCK
Kesehatan reproduksi

Berbicara tentang kesehatan reproduksi, di Indonesia saat ini terjadi peningkatan kasus Polikistik Ovarium Sindrom atau yang di kenal dengan sebutan PCOS. Data yang dikutip dari Healthline dan Womenshealth.gov, PCOS adalah gangguan hormon yang terjadi pada wanita, biasanya terjadi pada umur kesuburan wanita yaitu 15 – 44 tahun, yang memiliki kadar hormon androgen dan kadar insulin yang berlebih pada penderitanya.

Baca juga: Transplantasi Cairan Vagina Jadi Solusi Baru Bagi Kesehatan

Hormon androgen sering disebut sebagai hormon “laki-laki” karena mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan reproduksi pria dan diproduksi lebih sedikit pada wanita. Sedangkan, insulin merupakan hormon yang bertugas untuk mengatur karbohidrat yang masuk ke dalam tubuh untuk dijadikan energi, sementara penderita PCOS tidak dapat merespon insulin secara normal yang mengakibatkan peningkatan glukosa dan insulin dalam darah yang disebut resistensi insulin.

PCOS bukanlah kelainan yang langka yang terjadi di Indonesia, berdasarkan data dari Mitra Keluarga terdapat 150 ribu kasus wanita yang terkena PCOS setiap tahunnya. Gejala-gejala yang terjadi pada penderita PCOS jelas berbeda beda setiap individu.

Wanita masturbasi
Kesehatan reproduksi

Penderita PCOS memiliki kista-kista yang berisi cairan pada ovariumnya yang menyebabkan ovarium gagal menjalankan fungsinya secara teratur. Hal ini lah yang membuat wanita PCOS  mengalami frekuensi mensturasi yang sangat minim dimana hal tersebut adalah gejala yang paling sering ditemukan pada pengidapnya.

Gangguan ini bukan hanya dapat mengganggu siklus atau fertilisasi wanita tersebut, tetapi dapat juga mengganggu keadaan fisik penderitanya. Gejala-gejala yang dapat ditemukan adalah:

  1. Siklus menstruasi yang tidak teratur.
  2. Pertumbuhan rambut berlebih pada area yang tidak semestinya.
  3. Timbulnya jerawat
  4. Kenaikan berat badan yang drastis
  5. Akan terjadi kerontokan
  6. Pada lipatan - lipatan, warna kulit akan menjadi lebih gelap.

Baca juga: Masturbasi bagi Wanita Berbahaya? Ini Faktanya!

John W. Santrock dalam buku Adolescent edisi ke-enam mencatat bahwa penelitian yang dilakukan oleh Harter menghasilkan gagasan bahwa penampilan fisik secara konsisten berkorelasi paling kuat dengan rasa percaya diri individu khususnya remaja. Baginya penampilan fisik mempunyai peranan yang penting dalam hubungan sosial.

Ini yang Bisa Terjadi pada Vagina Saat Kamu Sakit - 0
Kesehatan reproduksi