Jika Belakangan Rambutmu Sulit Diatur dan Berminyak Berkilo-kilo, Lakukan Ini

Jika Belakangan Rambutmu Sulit Diatur dan Berminyak Berkilo-kilo, Lakukan Ini
ISTOCK

Tenang, tidak sesering sampoan, kok!

Selagi masih bulan Valentine: seberapa besar rasa cintamu kepada kulit kepalamu? Tepat berada di bawah kulit, atau... tidak berada dalam daftar top 10 perawatan tubuh? "Boro-boro cinta, sampoan aja sudah syukur!" begitu katamu. Nah, untuk membuat hidupmu tambah susah, ternyata kulit kepala tidak cukup diperhatikan dan dimanjakan dengan sampo dan kondisioner, tapi juga dieksfoliasi. Tidak percaya? Mari bertanya kepada Dr. Eddy Karta, Sp.KK, seorang ahli kulit dari Edmo Clinic.

“Iya, memang sangat dibutuhkan,” ujarnya. “Sebagaimana prinsip wash, scrub, moisturize juga berlaku untuk kulit. Pada rambut, khususnya kulit kepala juga perlu dieksfoliasi.”

Bilang saja, keramas sudah rajin, teratur dan menggunakan produk-produk yang sesuai dengan kebutuhan rambut. Apa masih kurang? 

“Begini, adanya penimbunan kulit mati, dan residu bahan kimia dan pewarna pada produk rambut, lama-kelamaan akan melekat pada kulit kepala dan akar rambut. Sehingga akan menghambat nutrisi untuk rambut,” terangnya. “Oh iya, satu lagi, rambut pun akan kehilangan elastisitasnya dan terasa kaku,” lanjut Eddy.

Kita keramas biasanya tiga kali seminggu—tolong jangan dikatakan bahwa eksfoliasi ini harus juga dilakukan sesering itu. Tidak punya waktu! 

“Seminggu sekali cukup atau lebih jarang pada mereka yang tidak menggunakan produk styling rambut. Karena jika terlalu sering melakukan eksfoliasi, efek sampingnya adalah dapat mengakibatkan kekeringan pada kulit kepala dan rambut,” terangnya.

Sama seperti yang lain: apapun yang dilakukan berlebihan, memang tidak baik. Begitupun dengan eksfoliasi.

“Cara melakukan eksfoliasi tentunya berbeda dengan memakai sampo, ya. Dan bahan yang terkandung di dalamnya memiliki khasiat dan fungsi mekanis tersendiri. Misalnya, sea salt akan merangsang pengelupasan lapisan kulit mati dan bahan kimia yang menempel di pori-pori kulit kepala. Contoh lainnya, ada bahan kimiawi seperti asam cuka apel yang melarutkan oil film dan bakteri berlebihan di permukaan scalp."

Lebih lanjut, ini penjelasan Eddy tentang bahan-bahan terbaik dalam produk eksfoliasi kulit kepala. 

  1. Sea salt, apricot seed crush, walnut crush:  organik, serta lembut.

  2. Charcoal: eksfoliasi yang meresap baik di kulit kepala dan menyerap minyak. 

  3. Ekstrak lemon: eksfoliasi relatif alami untuk antibakterial serta mengangkat minyak.

  4. Salycilic acid: eksfoliasi relatif alami, antibakterial serta terpenetrasi baik di pori-pori berminyak

  5. Glycolic Acid : eksfoliasi kimiawi, relatif alami dan antibakterial.

  6. Tea tree oil: untuk eksfoliasi kimiawi, relatif alami dan antibakterial dan mengatur keseimbangan produksi kelenjar minyak.

  7. Almond oil: untuk menutrisi dan melembapkan pasca eksfoliasi karena tinggi protein.

  8. Vitamin A, C, Omega-3: untuk menutrisi dan melembabkan pasca eksfoliasi, karena memberikan kilau alami rambut.

Penasaran: apakah eksfoliasi terhadap rambut dan kulit kepala sama dengan yang kita lakukan pada wajah?

“Mirip,” jawab Eddy. “Wajah yang sering memakai makeup seharian juga perlu deep cleasing untuk mengangkat zat warna dan bahan kimia penyumbat pori-pori." Dan jika dibandingkan dengan wajah, eksfoliasi kulit kepala sebaiknya tidak dilakukan sesering eksfoliasi wajah. "Pada kepala, ada rambut yang ujungnya rawan kekeringan karena selalu terpapar udara luar. Sehingga scrub untuk kepala sebaiknya tidak dilakukan sesering scrub untuk wajah,” terang Eddy.

Terakhir, Dok: apa yang akan kita peroleh jika melakukan ini? Apakah rambut terlihat lebih bagus?