Kata Dermatolog Ini: 'Tua itu Tidak Bisa Ditolak, yang Penting Bagaimana Terlihat Sehat'

Kata Dermatolog Ini: Tua itu Tidak Bisa Ditolak, yang Penting Bagaimana Terlihat Sehat
ISTOCK
Kata Dermatolog Ini: 'Tua itu Tidak Bisa Ditolak, yang Penting Bagaimana Terlihat Sehat'

Saran terbaik yang pernah WOOP dengar. 

Umur bertambah, dan (kecuali kamu drakula) alaminya keriput di wajah juga bertambah. Namun, pastinya tidak berharap lipatan itu muncul dan bertambah secara drastis sebelum waktunya. Itu sebabnya kita merawat kulit dari sekarang. Tujuan utamanya adalah kulit yang sehat, bersih, tidak kusam dan bebas dari permasalahan kulit wajah lainnya—komedo, jerawat, noda merah dan hitam.

Namun mereka yang sudah memiliki kulit sehat dan halus dari lahir, sering berpikiran untuk tidak merawatnya. "Toh, sudah semulus pantat bayi," begitu kata mereka. Padahal siapapun kamu, memasuki umur 30an, kulit akan mengalami perubahan seperti muncul kerutan di bawah mata. Tanpa pandang bulu.

Sejujurnya dan sebenarnya, saat memasuki usia 20, kulit pun sudah mulai mengalami penuaan. Kebiasaan-kebiasaan yang kita lakukan seperti lupa membersihkan wajah, makan junkfood, terlalu sering terkena sinar matahari, dan kurang tidur menjadi faktor penyebab penuaan—namanya penuaan dini. Mengingat itu semua, pertanyaan selanjutnya adalah umur berapa sih, kita harus mulai merawat kulit agar terhindar dari penuaan dini? Ibaratnya, kita ingin "lebih baik mencegah daripada mengobati." 

“Secara fisiologis tubuh mengalami penuaan atau melambat fungsinya sejak usia 30 tahun, kira-kira 1 % setiap tahun. Tapi pada usia 20an juga perlu diperhatikan gaya hidup sehat seperti tidur yang cukup, olahraga, dan makan yang seimbang agar tubuh tidak rusak sebelum waktunya,” wanti-wanti Dr. Eddy Karta, SpKK., seorang ahli kulit dan kelamin. 

Menurutnya, untuk terhindar dari masalah penuaan dini ada beberapa hal yang harus dijauhi seperti (sekali lagi) kurang tidur, merokok, tidak menggunakan tabir surya, kurang mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan, terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang terlalu manis. Serta yang terakhir, stress, yang bisa memacu hormon kortisol yang merombak protein termasuk kolagen.

Menghindari—mungkin yang lebih realitis mengurangi—kebiasaan-kebiasaan tersebut pastinya akan menjaga kesehatan kulit. Di samping itu yang juga bisa membantu adalah berbagai produk di pasaran membantu kekhawatiran banyak perempuan di dunia ini terhadap penuaan dini. Namun, apakah semua produk aman?

“Perlu digarisbawahi, penuaan adalah hal yang hakiki dan tidak bisa kita tolak, sehingga yang dapat dilakukan adalah bagaimana terlihat sehat walaupun sudah menua," kata Eddy. Good to hear that! Untuk itu, menurutnya, kita hanya harus melindungi kulit dari sinar matahari/UV yang berlebihan, pola makan sehat yang cukup protein, vitamin, mineral, tidak merokok, dan rajin membersihkan kulit, serta mengoleskan serum. 

Dari penjelasannya, akhirnya kita mengetahui apa saja yang harus lakukan. Namun, di sisi lain, banyak jenis perawatan dan teknologi bermunculan untuk mencegah penuaan dini. Apakah kita benar-benar membutuhkan perawatan tersebut?

“Tergantung pada individu masing-masing. Ada individu yang butuh, ada yang tidak. Seberapa banyak kerutan akibat kebiasaan dan seberapa besar persepsi individu tersebut terhadap masalah kerutan. Pada beberapa individu dengan kebiasaan mengerutkan dahi dan mata, biasanya muncul garis-garis yang menyebabkan penuaan dini. Akibatnya, dapat merusak keseimbangan wajah secara keseluruhan., dan dalam hal ini injeksi toksin botulinum dapat membantu. Di sisi lain, ada individu yang mengalami fluktuasi berat badan sehingga volume pipi berkurang. Ada juga yang sering mengalami insomnia, kurang tidur sehingga mengakibatkan kelopak mata bagian bawahnya kendor. Individu seperti ini membutuhkan pengisian kulit pengganti atau filter. Jadi semua bukan atas dasar mengikuti tren saja,” tutup Eddy. Dare we say: Long live Dr. Eddy