Ketahuilah, Inilah 7 Fakta dari Keperawanan dan Selaput Dara

Ketahuilah, Inilah 7 Fakta dari Keperawanan dan Selaput Dara
Fakta Keperawanan dan Selaput Dara

Keperawan dan selaput dara memang selalu menjadi bahan perbincangan yang menarik. Sebelum menarik kesimpulan, ketahui dulu faktanya.

Topik mengenai masalah keperawanan wanita memang sangat menarik untuk dibahas. Banyak yang beranggapan bahwa jika wanita nggak mengeluarkan darah ketika malam pertamanya, ini berarti wanita tersebut sudah nggak perawan lagi. Namun ada juga yang beranggapan sebaliknya.

Memang, keperawanan di Indonesia sendiri masih sangat diagung-agungkan sebagai tanda kesucian seorang wanita. Namun, perlu kamu ketahui, keluarnya darah dari vagina pada saat malam pertama itu bukan hanya karena selaput dara yang sobek ketika berhubungan initim.

Nah, dari pada masih mendengar kabar yang simpang siur tentang keperawanan dan selaput dara, lebih baik kita kupas tuntas tentang topik tersebut.

Fakta Tentang Keperawanan dan Selaput Dara

1. Apa Itu Keperawanan?

Perawan adalah ketika seseorang belum pernah melakukan hubungan seks. Banyak juga yang beranggapan jika keperawanan seorang wanita hilang ketika penis penetrasi ke vagina perempuan. Namun, banyak orang yang salah kaprah. Kenyataannya aktivitas seksual bisa dilakukan tanpa harus penetrasi.

2. Apa Itu Selaput Dara?

Selaput dara sendiri adalah lapisan kulit yang tipis dan merentang di mulut vagina. Setiap wanita memiliki bentuk selaput dara yang berbeda-beda, bahkan ada beberapa wanita yang dilahirkan tanpa selput dara lho.

Fakta Selaput Dara
Fakta Selaput Dara

3. Bisa Sobek Tanpa Seks

Ketika bayi, seorang wanita memiliki selaput dara dengan ukuran yang tebal. Namun, seiring bertambahnya usia, ketebalan selaput dari kian lama kian menilis. Makanya, selaput dara bisa saja sobek bahkan sebelum berhubungan seksual untuk pertama kalinya, seperti ketika melakukan olahraga, bahkan ketika melakukan masturbasi.

4. Darah yang Keluar Ketika Pertama Seks

Sebenarnya darah yang keluar ketika pertama kali berhubungan seks bukan disebabkan oleh selaput dara yang sobek. Darah tersebut keluar karena adanya jaringan vagina yang rusak karena kurangnya pelumas pada vagina.

Baca Juga: Gunakan 10 Ramuan Alami Untuk Atasi Bau Tak Sedap di Vagina

5. Tipe Selaput Dara

Tiap perempuan memiliki tipe selaput dara yang berbeda-beda. Dari tipe selaput daranya tersebut, akan mempengaruhi mudah atau nggaknya robekan. Tipe yang pertama adalah selaput darai normal seperti yang dimiliki kebanyakan wanita.

Yang kedua adalah selaput dara microperforate, yaitu selaput dara yang tebal hingga hampir menutupi lubang vagina. Wanita yang memiliki selaput dara tipe ini biasanya darah menstruasi yang keluar akan sedikit. 

Tipe selaput dara ketiga adalah imperforate. Tipe seperti ini adalah salah satu anatomi selaput dara yang berbahaya karena selaput dara akan menutupi lubang vagina. Tipe selaput dara ini sebaiknya segera melakukan operasi karena darah yang ada di rahim akan kembali lagi ke melewati saluran indung telur dan mengisi seluruh perut.

Yang terakhir adalah tipe septate, yatitu selaput dara bersekat. Selaput dara dengan tipe ini nggak berbahaya untuk wanita, karena darah menstruasi juga akan mudah keluar.

6. Kaitan Antara Selaput dara dengan Keperawanan

Seperti penjelasan di atas, sebenarnya nggak ada kaitan antara keperawanan dengan selaput dara. Keperawanan sendiri ditujukan untuk wanita yang nggak pernah berhubungan seks sama sekali. Sedangkan selaput dara adalah lapisan kulit yang tipis dan merentang di mulut vagina dan mudah sobek.

Dengan demikian, utuh atau nggaknya selaput dara bukan jadi tolak ukur untuk menentukan keperawanan seseorang.

Selanjutnya: Brand lokal satu ini mengeluarkan BB Cream dengan harga terjangkau namun kualitasnya sangat bagus lho!

Loading Facebook Comment ...