Mari Mencari Tahu: Apakah Produk Mahal Selalu Lebih Baik?

Mari Mencari Tahu: Apakah Produk Mahal Selalu Lebih Baik?
ISTOCK

Baca ini baik-baik.

Selain menimbulkan rasa bangga (bahkan terkadang superior) karena mampu membeli, langsung saja: apakah memang benar produk mahal selalu akan lebih baik dibandingkan yang murah? 

 “Produk mahal pada umumnya mempunyai standar kualitas yang lebih bagus dari pada produk yang murah. Tapi perlu ditekankan bahwa produk mahal tidak selalu identik dengan kecocokan atau kesesuaian dengan kulit kita," jawab Dr. Firda N. Kusdwiharto, Sp.KK dari Hafira Skin Care, Surabaya kepada Woop. Ia melanjutkan, “harga mahal dari suatu produk tidak menjamin kalau dipakai di kulit kita akan cocok. Kembali lagi kita harus melihat komposisi atau kandungan dari produk itu sendiri. Karena di dunia kosmetik kandungan yang sama dengan konsentrasi yang berbeda akan menghasilkan fungsi yang berbeda. Sebagai contoh, konsentrasi Alpha Hydroxy Acid (AHA) di bawah 10% berfungsi sebagai pelembab, tapi konsentrasi AHA di atas 10% bersifat sebagai keratolitik.” Istilah yang terakhir ini berarti: obat yang digunakan untuk menghilangkan lapisan keratin di luar kulit; biasanya berfungsi membantu mengatasi gangguan kulit seperti kutil dan ketombe. 

Jadi, Firda menekankan untuk selalu memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan kulit sendiri—bukan kebutuhan kulit orang lain dan tidak melulu berlabel “mahal” saja.

Membeli produk kecantikan itu seperti mengikuti lotere, atau kontes iseng-iseng berhadiah perjalanan ke luar negeri. Tidak yang tahu apakah cocok atau tidak, sampai muncul tanda-tanda perubahan—bisa makin mulus dan sehat, atau sebaliknya, sedinamis kulit buah naga. Tidak heran, karena taruhannya adalah wajah, kita membutuhkan waktu lama, berpuluh-puluh video dan ratusan ulasan, serta semedi untuk akhirnya berani menjangkau dan membawa botol pembersih wajah tersebut ke kasir. Di sisi lain, seringkali kita (yep, kamu dan saya) terbuai oleh janji manis iklan produk ternama dan muahal—dan oh, banyak selebriti yang juga mempostingnya di akun pribadi mereka. Alhasil, kamu, saya dan rekening kita terjaring dan terperangkap dalam metode marketing produk harga selangit tersebut. 

“Begini, perlu tidaknya kita membeli produk mahal dari merek ternama kembali kepada kantong juga, 'kan? Memang produk mahal biasanya mengandung kualitas bahan yang lebih bagus dibandingkan produk yang lebih murah. Tapi yang perlu kembali ditekankan resiko tidak cocok atau alergi bisa saja muncul tanpa bisa kita prediksi. Apalagi kalau produk itu mengandung bahan iritatif seperti pengelupasan. Perlu juga perhatian ekstra bagi pemakainya termasuk ketelitian dan kecermatan dalam membaca aturan pakainya,” jelasnya.

Menurut Firda, banyak perempuan Asia (khususnya di Indonesia) yang mencari produk pemutih wajah, produk anti-aging dan jerawat. Dan persediaan produk-produk untuk memenuhi kebutuhan ini tidak terbatas, dari harga yang ramah sampai yang harus mencicil berkali-kali. Sebenarnya, adakah cara memilih produk yang tepat tanpa harus mengorbankan tabungan?

“Pada prinsipnya semua produk perawatan dan kecantikan itu akan berhasil kalau digunakan dengan rutin, bukan instan. Kenapa harus rutin? Saya kembali tekankan ya, karena kulit kita sendiri mempunyai kemampuan regenerasi yang sudah alamiah. Kulit mati akan berganti setiap 28 hari sekali. Jadi, perawatan kulit harus rajin dan teratur. Tapi yang terjadi saat ini malah sebaliknya, banyak orang yang datang ke saya dengan masalah flek hitam [melasma] dan jerawat yang timbul karena perawatan pemutih yang salah,” jawabnya.

Dengan kata lain: konsistensi dan rutin. Walaupun sudah memakai produk mahal tapi tidak digunakan secara teratur, kemungkinan produk tersebut hanya akan menempel di kulit tanpa ada perubahan yang signifikan—kecuali panjangnya tagihan kartu kreditmu bulan ini. Oleh sebab itu, Firda memberikan beberapa tips memilih produk kecantikan yang bisa kamu praktekkan ketika ingin membeli produk perawatan kulit. 

  1. Pilih produk sesuai dengan jenis kulit (normal, kering, sensitif atau kombinasi).
  2. Perhatikan urutan penggunaan produk.

Menurut para ahli, urutan standar perawatan wajah adalah sebagai berikut: