Mungkinkah Berat Badan Kembali Seperti Semula Sehabis Melahirkan?

Mungkinkah Berat Badan Kembali Seperti Semula Sehabis Melahirkan?
ISTOCK

Ini khusus untuk para ibu baru yang sedang deg-degan.

Mungkin, ini adalah mimpi sebagian besar ibu di dunia setelah melahirkan: badan kembali ke bentuk sembilan bulan yang lalu. Hey, bukan berarti kita tidak merasa bersyukur karena sudah diberikan anak, tapi boleh dong, memiliki keinginan untuk mengembalikan bentuk badan seperti jaman keemasan dulu? Boleh dong, seperti Kate Middleton,  semua kelebihan lemak di dalam tubuh saat hamil... simsalabim... langsung hilang setelah keluar dari rumah sakit. (Meskipun sebenarnya kita tidak tahu kesulitan dan penderitaan apa yang dialaminya untuk kembali ke wujud semula.) 

Pertanyaannya Ibu Dokter: mungkinkah hal itu terjadi? 

“Mungkin," kata Dr. Monica Parasvita, M.Gizi, SpGK. "Ketika ingin mendapatkan tubuh yang ideal kembali setelah melahirkan, yang harus dilakukan tentunya menjaga asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh," lanjutnya

Nah! Kalau boleh tahu, asupan yang seperti apa yang dimaksudkan? “Tentunya, dengan gizi yang seimbang dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan air. Jangan lupa juga untuk memperbanyak sayuran 5 hingga 10 porsi sehari dan kurangi cemilan makanan kemasan yang berkalori tinggi dan mengandung lemak tinggi juga," jawabnya.

Menurut Babymed ada beberapa tips yang bisa membantu kamu untuk menurunkan berat badan sesudah melahirkan:

1. Waktu adalah segalanya! 

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, jangan terburu-buru untuk menurunkan berat badan. Tubuh perlu kembali ke tingkat hormon sebelum hamil, juga ke tingkat volume darah dan kadar air. Ini bisa memakan waktu hingga 12 minggu dan perlu dipertimbangkan sebelum membatasi kalori dan berolahraga untuk menurunkan berat badan setelah melahirkan.

2. Apakah harus mengurangi asupan kalori?

Tidak. Ada dua alasan untuk tidak mengurangi kalori segera setelah melahirkan. Yang pertama adalah asupan kalori ekstra yang dibutuhkan tubuh untuk menyembuhkan. Hal ini terutama terjadi pada wanita yang melahirkan melalui C-Section. Yang kedua adalah menyusui. Tubuh membutuhkan kalori ekstra untuk menghasilkan susu yang dibutuhkan untuk memberi makan bayi. Mengurangi asupan kalori terlalu banyak akan mengurangi jumlah susu yang tersedia untuk bayi.

3. Terpenting: KALORI!