Pentingnya Bawa Bekal ke Kantor Agar Terhindar dari Penyakit Ini

Pentingnya Bawa Bekal ke Kantor Agar Terhindar dari Penyakit Ini
iStock

Kamu disarankan untuk bawa bekal ke kantor setiap hari agar tidak terkena penyakit ini ya…

Apakah kamu suka membawa bekal dengan masakan rumahan ke kantor? Atau lebih memilih makan siang di luar bersama rekan kerja? Kalau kamu lebih sering membawa bekal maka bergembiralah karena itu baik untukmu. Namun bila kamu lebih dominan ‘jajan’ di kantor maka perlu waspada mulai sekarang.

Waspada dari apa sih? Dari penyakit (mematikan) yang bisa menyerangmu. Di sini Woop bukan bermaksud menakuti-nakuti lho. Hanya saja berbicara akan fakta yang sudah teruji lewat penelitian.

img

Penelitian mengungkap ketika kamu sering ‘jajan’ di tempat kerja maka risikonya lebih tinggi terkena diabetes dan penyakit kardiovaskular. Dibandingkan dengan karyawan yang sering membawa bekal makanan rumah. 

Makanan rumahan dianggap lebih ‘sehat’ dibandingkan kamu harus ‘jajan’ di luar (tidak tahu cara memasaknya seperti apa). Karyawan yang membeli makanan di kafetaria cenderung memiliki pola makan yang tidak sehat. Misalnya saja, kelebihan berat badan atau obesitas dibandingkan dengan karyawan yang membawa bekal (tentu makanan lebih sehat. Ini berdasarkan studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Preventive Medicine.

Temuan ini dapat berkontribusi pada pemahaman yang lebih baik tentang hubungan perilaku makan di tempat kerja dan diet keseluruhan. Selain itu, mereka juga dapat membantu membentuk program kesehatan di tempat kerja yang meningkatkan hasil kesehatan jangka panjang.

"Program kesehatan di tempat kerja memiliki potensi untuk mempromosikan perubahan gaya hidup di antara populasi besar karyawan. Namun ada tantangan untuk mengembangkan program yang efektif. Kami berharap temuan kami akan membantu dalam pengembangan intervensi yang dapat diakses, terukur, dan terjangkau," kata Jessica L McCurley dari Harvard University di Amerika Serikat.

Penelitian ini melibatkan lebih dari 600 karyawan rumah sakit perkotaan besar Amerika yang secara teratur sering makan di kafetaria rumah sakit. Menggunakan data pembelian kafetaria, tim peneliti mengembangkan healthy purchasing score (HPS) atau skor pembelian sehat untuk menilai kualitas makanan dari pembelian keseluruhan karyawan.

Para peneliti membandingkan HPS peserta dengan kualitas makanan mereka secara keseluruhan serta ukuran obesitas, diabetes, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi.

Analisis menunjukkan bahwa karyawan dengan HPS terendah memiliki kualitas makanan keseluruhan terendah dan risiko tertinggi untuk obesitas, diabetes, dan tekanan darah tinggi.