Banner

Bingung: Ukuran Badan Normal, Tapi Ukuran Lengan Sebesar Dosa

Penyebab Lengan Besar dan Cara Mengatasinya
WOOP.ID

Banyak penyebab kenapa seseorang memiliki ukuran lengan yang lebih besar, seperti faktor keturunan dan gaya hidup.

Seorang teman sedang bercermin, tersenyum-senyum mengagumi dirinya. Namun tiba-tiba, "D*%*mit, kenapa sih, lengan gue segede pohon beringin. Nggak sinkron ama yang lain. Serem," katanya. Untuk sebagian orang, ukuran besar-kecil lengan memang bisa jadi menjadi bahan pemikiran 24/7. Mungkin lebih berat dibandingkan dengan mencari kado ulang tahun pasangan. (Kasih saja jam tangan atau parfum. Beres.) Tak heran jika ini menjadi one trillion question: apa yang menjadi penyebab ukuran lengan seperti itu? Padahal jika diperhatikan, terakhir kali menimbang badan, berat badan dan tinggi, dan paha terbilang normal? "Memiliki ukuran lengan yang besar memang cenderung menjadi kekhawatiran bagi banyak orang, khususnya perempuan yang ingin memiliki lengan yang indah, menarik, dan proporsional. Banyak penyebab kenapa seseorang memiliki ukuran lengan yang lebih besar, seperti faktor keturunan dan gaya hidup," jelas Suranta Pratama Ginting, M.Kes, Fitness Program DirectorAPKI (Asosiasi Pelatih Kebugaran Indonesia). 

Menurutnya, jika dilihat dari faktor keturunan, maka orang tersebut memang memiliki tulang besar yang merupakan ciri dari bentuk tubuh (somatotype) Endomorph. Ini berlaku untuk semua bagian tubuh, baik paha, betis, dan lainnya. Sial, faktor keturunan! Tidak ada yang bisa dilakukan, bahkan jika melemparkan satu juta koin ke Trevi Fountain. 

"Selain itu," lanjutnya, "bisa pula dari gaya hidup seperti tidak memperhatikan pola makan, tidak berolahraga, sehingga menambah persentase lemak tubuh, termasuk di lengan." Nah, ini sepertinya bisa dilakukan, asal memiliki tekad teguh, tapi siapa yang bisa menolak martabak rasa Nutella dan picnic roll rasa ayam dipenuhi dengan keju? Hanya seorang Cinta Laura

Selain itu, Suranta menjelaskan beberapa fakta tentang kondisi "tidak diinginkan" ini: 

1. Secara garis besar usia pasti mempengaruhi ukuran lengan. Dikaji dari fisiologis tubuh, semakin menua seseorang maka ukuran lengan akan semakin kecil yang diakibatkan oleh penyusutan otot walau persentase lemak masih tinggi dalam tubuh. Sedangkan ukuran tulang lengan sendiri tidak berubah, maka secara kasat mata ukuran lengan akan kelihatan lebih kecil. Pernyataan ini diperkuat oleh Heilbron dkk pada tahun 2005 yang mengatakan adanya penurunan massa lemak maka akan disertai juga dengan penurunan massa otot. (Seandainya ibu tiri Snow White tahu fakta ini.)

2. Pada perempuan hamil, ukuran lengan akan berkurang karena kelebihan lemak akan menghilang selama menyusui dan "diambil" oleh bayi untuk perkembangan otaknya. (Rasanya bisa mendengar hiruk pikuk, sorak-sorai ribuan desibel para ibu menyusui.)

3. Dikaji dari jenis kelamin, perempuan memiliki kadar lemak yang lebih besar dibandingkan laki-laki. Pada perempuan normal, jumlah lemak tubuhnya berkisar sekitar 20-25% dari total berat badannya. Sedangkan tubuh laki-laki hanya mengandung rata-rata 10-15% lemak. Namun, anggapan bahwa laki-laki ukuran lengannya tidak bisa besar itu salah. (Kami tetap bangga jadi perempuan.)

Ok, semua fakta sudah dicerna dan (masih) mencoba untuk diterima dan dimengerti, lalu jika ingin mengurangi ukuran si lengan, adakah yang bisa dilakukan? Olahraga apa, gitu, dan sesering apa? "Yang perlu diketahui dulu adalah tidak berlaku namanya sport reduction di mana seseorang ingin mengurangi ukuran lengan saja atau ukuran paha saja. Ibaratnya seperti karung pasir, jika karung ditusuk pakai pisau di bagian bawah maka pasirnya akan turun juga. Sama halnya dengan lemak yang ada di di dalam tubuh," jawab Suranta. Entah kenapa, dari penjelasan itu sepertinya fokusnya karung pasir dan otak berhenti setelah mendengar kata itu. Mari mencerna ulang. 

Suranta menjelaskan lagi bahwa tetap bisa dilakukan latihan yang spesifik untuk lengan tersebut dengan gerakan yang sederhana dan bisa dilakukan di rumah seperti, triceps dips dengan bantuan meja atau kursi. 

"Jika ditanya olahraga apa yang paling cocok, jawaban saya adalah olahraga apa saja bisa dilakukan yang penting niat dan berkelanjutan. Karena jika ditentukan olahraganya, bisa saja tidak dilakukan," paparnya. Haha... tahu aja kelemahan kita! Namun, tetap saja ada 'kan yang direkomendasikan? 

Syukurnya ada. Dari beberapa penelitian, olahraga yang cocok adalah total body workout seperti, circuit training, HIIT, dan yang paling penting, "... disarankan untuk melakukannya tiga kali dalam seminggu untuk maintenance tubuh kita," katanya. SIAAAP! 

Lalu bagaimana dengan pola makan? "Perlu diketahui dulu jika dalam menjaga tubuh itu, 70% dari makanan dan hanya 30% dari olahraga. Jadi, artinya aturlah pola makan yang baik. Hal yang perlu diperhatikan dalam pola makan yaitu cukup karbohidrat, protein, lemak, sebagai sumber energi. Terkhusus pada seseorang yang menyukai angkat beban, maka yang perlu ditambahkan adalah protein yang berfungsi menjaga kepadatan otot," jelas Suranta. 

Nah, setelah semua itu dilakukan, kira-kira kapan ya, hasilnya terlihat? "Tidak ada kata pasti berapa lama hasil latikan akan terlihat." (Yaaaah...) "Itu," lanjutnya, "tergantung pada FITT (Frequency, Intensity, Time, dan Type) serta fitness goal seseorang itu apa. Tapi biasanya jika benar-benar sudah mengatur pola makan dan olahraga, maka kurang dari satu tahun akan kelihatan hasilnya, baik itu fat loss atau muscle bulding." Lama juga, ya? Namun, jika ada dalam kurun waktu tersebut tidak ada perubahan, kira-kira salahnya apa? Menurut Suranta, jika semua hal di atas sudah dilakukan, tapi teteup saja ukuran lengan membandel, bisa saja... "Itu karena faktor keturunan dan kerja hormon dalam tubuh yang berbeda pada setiap orang. Karena faktor fisiologis tubuh juga sangat berpengaruh dalam proses pembentukan ataupun pengencangan otot tubuh," tandasnya. Oh, well, yang penting usaha. Selalu ada yang namanya: baju lengan panjang berwarna hitam.