Suka Junk Food? Hati-hati, Mati di Usia Muda

Suka Junk Food? Hati-hati, Mati di Usia Muda
Istimewa

Suka makan junk food ternyata sangat berbahaya buat kesehatan. Efek buruknya meninggal di usia muda. Duh!

Ketika mencoba mengikuti gaya hidup sehat, merokok dianggap sebagai salah satu ‘kejahatan terbesar’ yang membahayakan kesehatan. Memang benar, dari risiko terkena kanker, komplikasi jantung, kesulitan bernapas, hingga bahaya menjadi perokok pasif. Ada alasan yang sangat sempurna untuk mengatakan tidak pada rokok.

Meski demikian, ada yang lebih berbahaya dari merokok rupanya. Jawabannya; junk food! Lho?

Sebuah studi terbaru yang dilakukan di lebih dari 195 negara telah menunjukkan penyebab keprihatinan besar. Dan efek samping sering mengonsumsi junk food lebih buruk daripada merokok. 

img

Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh Institute of Health Metrics and Evaluation (IHME) di Seattle, mengonsumsi makanan berkualitas buruk meningkatkan angka kematian lebih tinggi daripada merokok. Ya, kamu membacanya dengan benar. Kecanduan junk food sebenarnya ‘mengurangi usia’ hidupmu dan mengorbankan gaya hidup dan kesehatanmu.

Para ahli menunjukkan bahwa berjam-jam makan, ngemil sembarangan, dan suka makan tengah malam untuk keripik, cola, donat, dan cokelat secara teratur bisa menjadi salah satu ancaman terbesar yang dihadapi manusia. Ini juga menjadi ancaman besar buat hidup sehat.

Menurut sebuah penelitian berjudul 'Global Burden of Disease', mengikuti diet yang tidak sehat dan mengonsumsi makanan bergizi buruk yang kekurangan nutrisi menyebabkan sekitar 11 juta kematian—yang sebenarnya mudah dicegah. 

Jika dibandingkan, angka ini jauh lebih tinggi daripada kematian yang disebabkan oleh konsumsi tembakau berlebihan. Sementara tembakau menyebabkan lebih dari 8 juta kematian pada tahun tersebut.

Orang berusia muda yang lebih berisiko terhadap efek buruk dari junk food. 22% dari kematian yang disebabkan oleh konsumsi junk food memengaruhi mereka dengan usia di bawah 70 tahun.

img