10 Etiket yang Harus Kamu Aplikasikan Saat Berada di Restoran

Work
ISTOCK

Hindari: menganggap ruang publik seperti rumah sendiri. 

Ada yang bilang bahwa jaman sekarang ini banyak orang tidak tahu etika saat berada di ruang publik, dalam hal ini restoran atau kafe. Keberadaan ponsel dan media sosial membuat orang-orang seperti tidak punya sopan santun dan menjadikan restoran seperti rumah sendiri. Apakah kamu salah satu orang tersebut? Baru-baru ini, The Guardian menuliskan aturan baru saat makan di luar. Perhatikan dan patuhi agar tidak dianggap "tidak sopan!" 

1. SAAT MERAYAKAN PESTA DI RESTORAN 

Seringkali kita merayakan ulang tahun di sebuah restoran—dan menganggapnya seperti rumah sendiri (tertawa, teriak-teriak, histeris, berfoto-foto dengan liar)! Cobalah memikirkan kenyamanan pengunjung lain. Sebaiknya pesan ruangan terpisah dan tersendiri yang membuat nyanyian Selamat Ulang Tahun untuk temanmu tidak menyebabkan telinga tamu lain tidak sakit. 

2. TIDAK PERLU NYINYIR SAAT MELIHAT ORANG MEMOTRET MAKANANNYA

Di tahun 2018 ini harusnya sudah terbiasa melihat orang sibuk mengambil foto makanannya dengan sempurna—tidak peduli jika makanan akhirnya menjadi dingin dan kualitas rasanya pun mungkin berkurang. Jadi, tidak perlu merasa superior, nyinyir dan mengeluh ketika melihat orang membalas SMS, pesan, dan email saat di restoran. 

3. JANGAN MENYENTUH PELAYAN 

Hampir sebagian besar orang di dunia ini tidak suka jika disentuh oleh orang asing—termasuk pelanggan restoran. Tidak peduli sepenting apa posisi atau sebanyak apapun duitmu, keep your hands to yourself

4. HUBUNGI SAAT MEMBATALKAN 

Jika sudah memesan tempat di sebuah restoran, jangan pernah tidak menampakkan diri tanpa alasan yang jelas. Jika ditelepon untuk mengonfirmasikan kedatangan, dan ternyata kamu harus membatalkan, jangan menyampaikannya dengan agresif. Jika memang perlu dibatalkan, kamu hanya perlu melakukan hal sederhana ini: beritahu mereka secepatnya, sehingga mejamu bisa dipakai oleh orang lain. FYI, meja yang sudah dipesan tapi pemesannya tidak kunjung datang dan tidak ada pemberitahuan apapun menyebabkan restoran/kafe tersebut merugi! 

5. SAAT MEMESAN UNTUK GRUP

Tolong mengerti bahwa kondisi keuangan temanmu belum tentu secemerlang dirimu. Jadi ketika dinobatkan sebagai pencari restoran untuk acara halal bihalal, tidak perlu berlebihan dengan memesan di tempat yang super duper mahal. Dan pada dasarnya kebersamaan lebih penting daripada gengsi dan kualitas makanan. Pertimbangkan perasaan orang lain dan cobalah berkompromi. 

6. RESTORAN DAN ANAK-ANAK

Harus diakui bahwa tidak semua restoran didesain untuk anak-anak, terkadang hanya untuk orang dewasa. Oleh karena itu jangan ngamuk jika mereka menolak menyesuaikan menu dengan kebutuhan si kecil. Solusinya? Pergilah ke restoran untuk keluarga. 

7. ANTRIAN

Mengantri memang sangat tidak menyenangkan. Apalagi saat melihat satu orang mengantri eh... ternyata untuk lima orang temannya yang belum datang. Satu hal yang patut dipertimbangkan setiap pengunjung adalah perhatikan panjang antrian. Jika makanan dan minumanmu sudah habis dan ada "ular" panjang menggeliat-geliat di luar restoran, jadilah sensitif: percepat proses bayar membayar dan keluar dari situ! Jika memang ingin mengobrol, pindahlah ke tempat lain yang memang diperuntukkan untuk curhat dan basa-basi.

8. ATURAN KELUHAN

Ada saja yang membuat kita ingin mengeluh kepada restoran, misalnya pasta yang tidak al dente. Namun mengatakan bahwa "Saya-bolak-balik-setiap-sebulan-sekali-ke-Italia" atau "Akan saya tuliskan di Tripadvisor" akan terdengar seperti pamer dan mengancam. Tidak perlu menjadi agresif. Katakan keluhanmu dengan tenang, sopan, dan percaya diri. Oh, juga: konsisten dengan keluhanmu—mengeluh ayamnya mentah, eh... dihabisin juga. Jangan sampai kamu disangka hanya ingin mendapatkan ayam gratis!

9. RESPEK PELAYAN 

Salah satu prinsip utama makan di restoran adalah memperlakukan pelayan dengan baik. Tersenyum (meskipun suasana hatimu sedang berawan) dan katakan terima kasih. Silahkan ajukan pertanyaan seputar menu, tapi jangan seperti sedang menguji mereka. Tidak perlu mengomentari aksen, gaya rambut, baju, dan sepatu mereka—atau melucu—bisa jadi ini membuat mereka tidak nyaman. 

10. SAAT MEMBAYAR 

Salah satu perasaan yang sering melanda saat makan bersama teman di restoran: sebal karena kita membayar lebih daripada makanan yang masuk ke dalam perut kita. Namun, tidak perlu ribut-ribut dan memperumit situasi dengan mendaftar setiap makanan dan minuman yang dipesan setiap orang dengan detail setiap kali bertemu. Terkadang kita memang akan membayar lebih, dan terkadang kita akan membayar kurang dari apa yang kita pesan—terlebih harusnya kebersamaan nilainya lebih besar dari uang. Namun, apabila kejadian ini selalu menimpamu dan membuatmu kesal, tolak undangan kumpul bersama (daripada memaki-maki dalam hati setiap kali makan bersama). Pada dasarnya, mereka yang membawa anak (lebih banyak) atau yang meminum alkohol harus membayar lebih banyak. Selain itu, jangan minta pelayan untuk membagi-bagikan tagihan; mereka sibuk dan punya banyak pekerjaan! Keluarkan ponselmu dan lakukan sendiri penghitungan.