Alasan Kenapa Kita Harus Mengambil Jatah Cuti

Alasan Kenapa Kita Harus Mengambil Jatah Cuti
ISTOCK

Demi kesehatan lahir dan batin. 

Banyak dari kita merasa panas dingin dan tidak enak saat hendak meminta juti dari kerjaan, meski ini sebenarnya sudah menjadi hak kita. Alasannya bisa bervariasi. “Gimana kalau manajer menganggap kita malas dan bukan investasi yang baik karena minta cuti terus?” Atau, “Karyawan lebih senior jadi bete karena pekerjaan mereka akan menumpuk saat kita absen.” Atau sesederhana, “Bosnya galak dan kepo, banyak tanya kalau mau minta cuti. Jadi bikin takut.” Akan tetapi, bila dipikir-pikir ketakutan-ketakutan di atas tidak sebanding dengan manfaat yang didapat saat mengambil jatah libur kantor. Selain itu, satu hal yang perlu ditanamkan: cuti bukanlah sebuah keuntungan—melainkan sebuah kebutuhan. Masih ragu untuk meminta cuti ke bos? Coba baca dan serap empat alasan kenapa kamu tidak membiarkan jatah libur kantor terbuang sia-sia.

Isi Ulang dan Fokus Kembali

Salah satu alasan yang paling sering diabaikan untuk mengambil cuti dan liburan adalah: kamu akan kembali dengan energi dan fokus baru. Bayangkan, kamu sedang mendekati sebuah kertas dengan tulisan di atasnya. Jika terlalu dekat, akan menjadi lebih sulit membaca apa yang tertulis di situ. Sama halnya dengan di kantor, ketika melihat tumpukan tanggung jawab dan pekerjaan dengan daya pandang terbatas. Ada baiknya untuk berhenti sejenak dan mengambil satu langkah ke belakang agar kita tidak memandang pekerjaan hanya sebagai sebuah beban. Miliki perspektif ini: anggap saja waktu liburan merupakan sebuah istirahat makan siang yang diperpanjang.

Mendapatkan Perspektif Segar

Pekerjaan penuh waktu bisa dengan cepat menjadi bagian dari rutinitas kita, dan hasilnya adalah kebiasaan. Masalahnya, kebiasaan-kebiasaan ini bisa menjadi sangat simpel  dan otomatis sehingga kita berhenti melihatnya dengan kacamata kritis. Mengambil jatah libur mampu mematahkan situasi ini: membuatmu bisa bersikap kritis lagi dan bersikap objektif. Mungkin ada beberapa area di di pekerjaan yang perlu lebih dikembangkan atau dipelajari lagi—atau bahkan pindah jalur. Apapun definisi kepuasaan yang kamu miliki, selalu ada baiknya untuk melihat ambisi karir dengan kacamata yang lebih besar dan tidak terperangkap dalam rutinitas monoton—tidak peduli senyaman apapun itu. Dan waktu liburlah yang memampukanmu untuk mengadopsi pola pikir ini.

Dapatkan Manfaat Kesehatan

Yang satu ini sepertinya bukan sesuatu yang asing lagi, tapi mengambil jatah cuti tidak hanya memberikanmu waktu untuk bersenang-senang, tapi baik pula dari sisi kesehatan. Kita semua tahu dampak negatif bekerja yang terlalu diporsir dan terlalu stress. Level stress kronis bisa berbahaya pada imunitas, meningkatkan kemungkinan hilang ingatan, dan merusak pola tidur. Sebuah studi dari UC San Fransiso memperlihatkan bahwa mengambil jatah libur mempunyai efek positif yang sama dengan meditasi: mengurangi stress dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh dalam waktu singkat.

Memperpendek Bucket List

Negara atau tempat mana yang paling ingin kamu kunjungi? Norwegia? Rusia? Jepang? Korea Utara? Kuba? Sudahkah kamu menjejakkan kaki di sana? Jika masih belum, inilah salah satu alasan kamu harus mengambil cuti dan pergi liburan ke tempat impianmu. Kepuasaan dan kesenangan saat mengambil boplen dan memberikan tanda v pada bucket list-mu, tidak bisa digambarkan dengan kata-kata.