Banner

Apa Wajar Jika Kamu Menangis di Kantor?

Apa Wajar Jika Kamu Menangis di Kantor?
iStock

Pernah menangis di kantor? Wajarkah sebenarnya meluapkan perasaan sedih di kantor?

Kantor memang tempat bekerja bukan meluapkan perasaan. Namun saat ada sesuatu yang menjengkelkan hingga membuatmu merasa sedih, beberapa perempuan tak bisa menahan tangis. Sebenarnya masalah tidak ya menangis di kantor?

Jawabannya tidak apa-apa. Kita selalu menghabiskan sebagian besar waktu setiap hari di tempat kerja. Banyak pula yang menyebutnya sebagai 'rumah kedua'. Jadi ketika merasa frustrasi, jengkel, atau gembira selama jam kantor, maka adakah yang salah dalam perasaan emosional?

Tidak ada, karena seorang karyawan bukanlah robot. Apakah menangis karena sesuatu traumatis atau meresahkan yang telah terjadi dalam kehidupan pribadi atau profesional, itu menjadi hal alami. Jangan sampai ketika ada rekan kerja meneteskan air mata di kantor dilihat dalam unsur negatif atau menjadi bahan bergosip ria.

Berbeda saat kamu malu untuk menangis karena merasa emosional. Kamu tidak sendirian, para pemimpin industri terkemuka termasuk Sheryl Sandberg, COO Facebook, mengatakan bahwa menangis di tempat kerja bukanlah menjadi hal yang tabu maka dari itu tak perlu didebatkan.

Sesuai survei dalam buku Anne Kreamer, Emotions at Work, 41% perempuan dan 9% pria mengaku menangis di tempat kerja. Yang mengejutkan, partisipan pria merasa lebih baik setelah menangis.

“Pikiran mereka merasa lebih tajam (setelah menangis) dan lebih santai secara fisik,” ujar Anna.

Di sisi lain, partisipan perempuan merasa kurang baik setelah menangis, seolah-olah mereka sudah gagal.

Survei juga menunjukkan bahwa perilaku yang didorong oleh emosi seseorang tidak dapat dikaitkan dengan jenis kelamin tertentu. Bahkan ada logika sederhana di baliknya. Mereka yang sering melakukan sesuatu secara pribadi lebih cenderung suka menangis.

Yang perlu kamu ingat, wajar memang menangis di tempat kerja namun penting juga untuk memastikan kamu tidak mendapatkan terlalu banyak perhatian untuk perilaku emosionalmu. Cara terbaik sebenarnya ambil waktu sebentar untuk diri sendiri dan kembali ke mejamu ketika sudah merasa lebih baik.

Ceritakan pula alasanmu menangis hanya dengan rekan kerja yang kamu percayai. Namun jangan terlalu banyak menangis ya. Ketika hal tersebut terjadi, ini saatnya kamu mencoba menganalisis perilaku dan lingkungan kerjamu dengan cermat. Ada kemungkinan besar bahwa kamu terlalu tertekan.

Selanjutnya: ini empat cara mengatur keuangan sesuai gaya hidupmu.