Bagaimana Cara Mengatur Gaji Agar Tidak Cepat Habis?

Bagaimana Cara Mengatur Gaji Agar Tidak Cepat Habis?
ISTOCK

Saat hari gajian sudah dekat. Apa yang harus dilakukan agar uang tidak cepat habis? Berikut tips praktis mengelola uang yang bisa kamu lakukan saat gajian datang.

Apa yang paling ditunggu di akhir bulan? Semua orang pasti akan menjawab: gajian. Seakan menjadi ‘idola’, gajian bisa membuat kita lupa bahwa ‘hidup’ masih akan berlangsung selama 30 hari ke depan, dan seringkali membuat gaji habis sebelum semua kebutuhan terpenuhi. Agar hal ini tidak terjadi lagi, Woop mempunyai tips untuk membuat uang gajimu tidak habis begitu saja.

  • Cek rincian gaji

img

Hal pertama yang bisa kamu lakukan adalah mengecek dengan teliti lebih jauh rincian apa saja yang ada dalam slip gajimu. Pembayaran apa saja yang harus diterima? Seperti gaji pokok, tunjungan perjalanan, tunjungan medis, dan penggantian biaya-biaya lain yang pernah diklaim. Hal ini dilakukan agar kamu bisa tahu tentang semua rincian tersebut dari nominal uang yang didapatkan olehmu. Bila perlu, cek kembali bukti pembayaran yang pernah diminta penggantian (reimburse). Ingat juga untuk membuat catatan pribadi tentang potongan pajak dan jaminan kesehatan atau tenaga kerja yang dibebankan ke gaji bulanan. Dengan cara ini, ketika terjadi kesalahan penghitungan, bisa langsung dilaporkan kepada divisi keuangan untuk segera diperbaiki. Bisa jadi, jumlah yang diterima tidak sesuai, alias kurang dan bisa dikreditkan pada penerimaan gaji bulan berikutnya. Lumayan, kan?

  • Pisahkan uang gaji sesuai posnya

img

Yep, catat pengeluaran rutin setiap bulannya dan pisahkan uang sesuai dengan kebutuhanmu. Sebagai seorang perempuan yang berkarir, tentu ada banyak pengeluaran yang kamu lakukan, maka dari itu,  wajib untuk membagi-bagi gaji yang diterima ke beberapa alokasi pengeluaran, seperti biaya hidup, belanja bulanan, kebutuhan transportasi, bayar tagihan, termasuk pengeluaran khusus  untuk rekreasi dan hiburan. Lebih baik lagi jika kamu memiliki rekening pengeluaran yang terpisah dari rekening payroll, supaya keluar-masuknya uang dapat lebih terkontrol.

  • Bayar semua tagihanmu

img

Penting untuk dilakukan saat gaji sudah ditangan. Menjadi hal utama yang kamu harus lakukan adalah membayar semua tagihanmu. Hitung berapa banyak tagihan yang harus dibayar, seperti sewa rumah, telepon, listrik, kartu kredit dan lain-lain. Dalam pembayaran tagihan, disiplin adalah kuncinya. Banyak orang yang menggunakan kartu kredit atau mengambil pinjaman uang dari bank, tapi ketika saat gajian, mereka menunda pembayaran utang-utangnya. Padahal, dengan kondisi gajimu masih utuh, membayar utang akan menjadi lebih leluasa. Ini akan membuat kamu tidak perlu khawatir tentang jumlah uang yang kamu punya tidak cukup untuk membayar bunga atau denda yang dapat bertambah di tagihan berikutnya.

  • Atur jumlah tabungan dan asuransi

img

Cobalah untuk membuat tabungan untuk tujuan khusus, misalnya membeli luxury items idaman ataupun simpanan besar seperti cicilan rumah atau mobil. Alokasikan beberapa persen gaji secara otomatis di tabungan terpisah dan nantinya bisa digunakan untuk keperluan yang diinginkan atau darurat. Penetapan waktu bisa dilakukan selama enam bulan, satu tahun, atau bahkan lebih. Untuk ini, ada beberapa produk yang bisa dipilih, seperti tabungan rencana atau deposito.  Selain menabung, kamu juga bisa berinvestasi. Ada banyak pilihan investasi yang bisa kamu pilih, jika kamu berminat untuk menginvestasikan dana yang dimiliki, dari investasi yang terjangkau, hingga yang membutuhkan dana besar. Jangan lupa untuk mempelajari ketentuan setiap bentuk investasi dan sesuaikan dengan bagian gaji yang ingin dialokasikan.

  • Have fun!

img