Bagaimana Mengetahui Anak Senang di Sekolah Barunya

Work
ISTOCK

Kata kunci: banyak tanya. 

Tahun ajaran baru. Anak-anak sibuk menyesuaikan diri, sementara orangtua antusias plus deg-degan. Terutama karena si anak baru pertama kali sekolah atau masuk sekolah baru. Pertanyaan "kira-kira anakku baik-baik saja nggak ya, di sekolah barunya?" muncul setiap kali melihat wajah si anak. Lalu, memutar otak, mencari cara-cara halus untuk mengetahui mereka betah atau tidak di sekolah. 

Rafika Ariani, M. Psi, seorang psikolog pendidikan/sekolah dari TigaGenerasi, mengatakan: “Biasanya jika anak tidak betah di sekolah baru bisa terlihat dari perilakunya. Misalnya, si anak tampak muram dan tidak senang pulang dari sekolah. Selain itu, biasanya si anak akan bercerita kepada orangtua bahwa ia tidak betah di sekolah barunya. Mereka juga mungkin sering kali akan mengeluh dan banyak bercerita negatif mengenai sekolahnya. Serta, adanya perubahan perilaku yang drastis atau tampak tidak seperti biasanya. Itu bisa menjadi tanda bahwa anak tidak betah di sekolah barunya.”

Namun, apakah semua anak mengalami periode tersebut? “Tidak. Untuk anak-anak yang mudah menyesuaikan diri atau sudah mengenal seseorang di sekolah barunya, biasanya cenderung untuk lebih cepat betah. Meskipun begitu, kecemasan menghadapi sebuah situasi baru biasanya akan dialami setiap anak. Itu hal yang sangat wajar," jawabnya. 

“Namun, khususnya anak-anak yang membutuhkan waktu dalam menyesuaikan diri, memiliki tingkat kecemasan yang tinggi, belum memiliki kematangan sekolah, ataupun belum bisa lepas dari orangtuanya, akan cenderung lebih lama menyesuaikan diri di sekolah. Meskipun biasanya dalam waktu seminggu atau sebulan, anak tersebut sudah mulai betah. Jika anak masih tidak betah di sekolah, ada yang patut dipertanyakan. Sebagai orangtua harus mencari tahu penyebab dan mencari solusi dari hal tersebut,” ujar Rafika.

Beberapa solusi yang disarankan olehnya adalah sebagai berikut:

  • Untuk orangtua, selalu membicarakan dan diskusikan mengenai sekolah. Apa saja yang ada di sekolah, apa yang anak lakukan, apa yang perlu mereka persiapkan, dan lain-lainnya

  • Ceritakan juga mengenai apa yang anak bisa lakukan dalam berteman, misalnya cara memulai pembicaraan atau apa harus dilakukan jika ada yang mengganggunya. Selain itu, diskusikan kecemasan anak dan temukan solusi bersama. Buat hari-hari sekolah menjadi menarik dan menyenangkan, seperti menyiapkan makan siang yang menarik.

  • Selalu tanyakan hari-hari anak di sekolah, encourage anak untuk menceritakan hal-hal positif mengenai sekolahnya.

  • Para orangtua juga bisa mengadakan playdate dengan teman-teman sekolah, sehingga anak bisa mengenal mereka dengan baik.

Rafika mengatakan bahwa untuk menciptakan kondisi nyaman dan aman seperti ini, guru pun memiliki peranan yang besar. Beberapa hal yang bisa dilakukan oleh para pendidik ini, antara lain: 

  • Buat situasi sekolah, khususnya di hari pertama sekolah, senyaman dan semenyenangkan mungkin untuk para anak-anak.

  • Kenalkan anak pada teman-teman dan juga lingkungan sekolahnya. Adakan permainan atau kegiatan ringan bersama-sama yang akan membantu anak lebih rileks dan senang. Beritahu juga kepada anak apa yang bisa dia lakukan atau kemana dia harus pergi ketika diganggu atau mengalami kesulitan, terjatuh, dan lainnya.

  • Berikan buddy; bisa seorang kakak kelas atau siswa yang sudah cukup matang dan mengenal sekolah. Buddy bertanggung jawab untuk mengenalkan lingkungan dan rutinitas sekolah, serta menjadi tempat informasi jika anak mengalami masalah.