Cerita 2 Sahabat yang Sukses Berbisnis Fashion di Usia Muda

Cerita 2 Sahabat yang Sukses Berbisnis Fashion di Usia Muda
Dok. Instagram @amandadheanisa

Parasayu Arizya dan Amanda Dhea, dua orang sahabat yang memutuskan berkolaborasi--tidak hanya untuk urusan pribadi tapi juga sukses berbisnis.

“Sedang kalau omzet, bulan ini--bulan April-- bisa sampai 8 juta. Itupun belum semua baju terjual, baru hanya beberapa baju saja,” tambah Dhea.

Karena baju yang dijualnya terlihat semi formal dan formal. Saya penasaran dengan konsumen dari House of Parasayu. Siapa saja pembelinya?

“Biasanya sih yang beli paling seumuran kita. Pokoknya umur 18 sampai 25 tahun. Tapi ada juga yang 30an sih. Karena baju kita itu semi formal,” jawab Paras dan Dhea, bersama.

img

Menjalani bisnis tanpa ada duka? Rasanya tidak mungkin ada di dunia ini. Semua orang pasti pernah mengalami hal-hal tidak mengenakan dalam hidupnya. Apakah Paras dan Dhea pernah juga merasakannya?

“Ada banget. Malah banyak banget,” ujar Paras dan Dhea dengan penuh semangat. “Ada yang nanya doang.Trus, udah minta dibalas tengah malam, tiba-tiba kabur gitu aja. Ada juga yang minta pricelist doang, atau minta foto detailnya, saat aku udah ngirimin katalognya, mereka gak bilang makasih atau apa gitu kek. Padahal kita nggak ‘maksa’ untuk mereka membeli, tapi paling nggak bilang terima kasih gitu,” cerita Dhea, dengan nada kesal.

“Sebelum ada Dhea, aku pernah dapat costumer yang (pada saat itu aku pegang line sendiri ya) nanyanya galak banget dan banyak maunya, malah sampai nawar harga. Padahal, aku jualannya harga pas,” ujar Paras.

Yep, mengucapkan rasa terima kasih memang sering dilupakan oleh orang banyak. Padahal kita sudah membantunya dengan ikhlas. Tapi yang dilakukan oleh kedua perempuan cantik ini adalah tetap baik kepada semua orang, khususnya para costumernya. Apalagi untuk kamu yang sedang merintis bisnis, hal ini sangat penting untuk dilakukan. Intinya, harus memberikan service yang terbaik. Ah, baiknya!

Duka sudah. Bagaimana dengan goalsnya? Apa yang ingin mereka dicapai dari House of Parasayu?

“Kita ingin punya offline store,” ujar Paras, berharap. “Sekarang kan orang hanya lihat kita dari instagram saja. Terkadang banyak orang yang ingin melihat tokonya di mana, pengen lihat langsung, dan ingin mencoba bajunya secara fisik. Itulah keterbatasan kita yang belum dimiliki. Jadi saat ada yang ingin costume atau fitting bisa datang langsung ke store. Satu lagi, kita juga pengen masukin barang-barang kita ini ke toko-toko. Supaya banyak orang yang mengenal brand kita,” tambahnya.