Cindercella: 'Di Dunia yang Ideal, Aku Pengennya Cella itu Seseorang yang Body Positive.'

Interview Cindercella: Bicara Soal Body Positive
WOOP.ID/ALEXANDER SURYO

Kenyataannya, beauty vlogger satu ini masih berjuang dengan makanan dan penampakan fisiknya.

Seandainya penghuni surga nantinya adalah mereka yang memiliki kepribadian seperti Cindercella, maka saya akan rela meninggalkan dunia ini (jika saatnya tiba) dengan sukacita. (Saya cukup yakin akan bisa mampir ke surga, mempertimbangkan kelakuan dan sepak terjang selama ini.) 

Jika kamu adalah salah satu dari 540 ribu pengikutnya di Instagram atau 283 subscriber-nya di YouTube pasti akan mengangguk-angguk dan mungkin menyengir lebar—setuju. Marcella Febrianne Hadikusumo atau Cindercella (atau yang dipanggil "Maru-chan" oleh ibunya), seorang vlogger beauty, memiliki pribadi yang super duper lucu. Dan rasanya cukup masuk akal jika berharap level lucu, memiliki selera humor baik, seharusnya menjadi satu dari top 5 sifat wajib agar bisa masuk ke surga. (Tidak terbayangkan jika surga dipenuhi keseriusan, kening berkerut 24/7—berhubung kita akan tinggal selamanya di sana dan sepertinya tidak tersedia krim anti-aging.)

Interview Cindercella

Senang Membuat Orang Tertawa

Pilihannya ada dua, bilang: "OMG, gilak!" lalu "wkwkwkk" atau "omaigat" lalu diikuti dengan emoji api berkali-kali dan emoticon LOL—saat melihat video penampilannya menyanyikan "Pretty Real" bersama MINYO33, Titan Tyra, Nanda Arsyinta & RAMENGVR di YouTube FanFest Jakarta 2018 ("Aku memang dari dulu ingin jadi penyanyi," katanya. Saat ini Cella sedang mengerjakan sebuah singel lagu.) dengan memakai kostum badut menggembung. Dan seseorang harus punya humor tingkat Robin Williams untuk bisa tersenyum lebar, super antusias saat memercayakan pemakaian bulu mata palsu kepada seseorang bukan makeup artist; di sini kita membicarakan (dan sambil terkekeh) video Cella saat melakukan #MyBoyfriendDoesMyMakeupChallange. 

Butuh bukti lebih? Sepertinya akan susah menahan bibir dalam posisi netral saat melihat bibirnya terkoyak-koyak, terombang-ambing angin dari hair dryer (dengan judul yang membuat terkikik, Live life to the fullest). Oh, oh, jika kamu tertawa (bahkan seandainya teman-temanmu tidak) saat melihat tiga video tersebut, artinya itu tetap lucu. Sains yang bilang.

View this post on Instagram

A post shared by maru🇮🇩 (@cindercella) on

Dan vlogger yang pertama kali memasukkan video di YouTube tahun 2010 ini (bukan tutorial dandan, melainkan menyanyikan lagu Jason Mraz "I'm Your's", berusia 15 tahun lengkap dengan poni, rambut panjang, kacamata, behel, dan ekspresi penuh penghatan meski beberapa cengiran menjadi petunjuk bahwa Cella memiliki bakat melucu)—sangat serius dengan misinya menghibur semua orang, tanpa terkecuali. 

"Kalau aku diundang ke talkshow, mereka ketawa, excited ketemu karena bikin mereka ketawa, itu kayaknya hal nomor satu yang bikin aku senang dengan pekerjaan aku," ujarnya dengan sumringah. "Susah banget jelasinnya, tapi aku senang banget liat orang ketawa kayak gara-gara sesuatu yang aku lakuin/ omongin," tegasnya. 

Tiffanny Haddish pernah mengatakan kepada Trevor Noah, "komedi adalah instrumen, dan rahasia saya untuk selalu positif dan hidup. Saya tidak tahu bagaimana dengan orang lain, tapi saya merasa sangat senang ketika tertawa. Dan merasa lebih baik lagi ketika melihat orang lain tertawa. Hal yang paling menjadi favorit saya di dunia adalah melihat gigi orang lain,... dan mendengar 'hahaha', semua bagian tubuh dipijat, perasaan mereka lebih ringan. Bahkan ketika mereka menertawakan saya padahal saya tidak ingin mereka tertawa, well... paling tidak mereka tertawa. Itu artinya saya mengobati mereka." 

Ibaratnya seperti itu. 

Cindercella mungkin saja sedang memberikan tips dandan "aneh". (Hari ini dandanannya biasa karena, "kesiangan jadi nggak punya waktu untuk dandan," akunya). Misalnya, tips berdandan untuk Halloween ("Untuk tahun ini belum tahu mau bikin apa, belum ada ide," ujarnya dengan suara panik dan tertawa lebar), tapi intinya adalah humor. Jadi, bahkan ketika pun kamu bukan makeup afiacionado, paling tidak kamu akan tertawa. 

"Aku memang suka banget sih, kalau aku ngomong apa, orang-orang ketawa. Emang pengen liat aku, apalagi di sosial media, sebagai orang yang positif, yang bisa menghibur. Istilahnya, kalau lo nge-follow gue, lo bakal ketawa," tegasnya. Dan postingannya dijamin 99% lucu, karena, "kalau menurut aku nggak lucu, nggak akan aku posting." 

Ingin Menjadi Seorang yang Body Positive

Namun, seperti halnya komedi dan humor yang biasanya memiliki banyak "lapisan", Cindercella itu pribadi yang "berlapis-lapis". Ibaratnya, there's more to her than meets the eye. 

"Di dunia yang ideal, aku pengennya Cella itu seseorang yang body positive," katanya dengan nada serius. "Yang bodo amat aku mau pake apaan aja. Trus, foto dengan sepede itu, trus bilang, ‘gila hari ini gue cakep banget. Lihat nih, lipatan perut gue,'” ujarnya memamerkan gigi. Kayak pengen, ‘yah ilah, paha gue gede banget. I love it,” katanya dengan nada imut dan gigi terpapar lebar. "Pengen banget, karena banyak teman aku yang kayak gitu dan aku ter-inspire banget sama mereka, tapi tetap buat aku sendiri, pake baju segini aja aku merasa takut," ujarnya memegang sweter merah lengan panjangnya dan melirik wide-leg denim yang dipakainya. 

Bertempat di sebuah coffee shop di Jakarta Selatan dengan sebotol air putih di depannya, Cindercella sedang membicarakan bulimia yang sudah dialaminya sejak awal SMA. "Emang nggak suka aja sama bentukan physical appearance aku, the way I look physically," katanya. "Dari dulu sih, dari SMA kelas 1 itu aku udah struggle sama ini," tuturnya.

Penyebabnya: "Itu mungkin karena dulu tuh, aku sempat diet. Terus turun banyak banget, terus jadi apa yaaa...," katanya terdiam sejenak, "ketagihan, terobsesi," lanjutnya, "mau turunin lagi. Jadi, kayak sehari makannya cuma putih telor doang. Padahal itu 'kan nggak baik! Terus, gara-gara kelaparan makannya kebanyakan, terus jadi bulimic."

View this post on Instagram

Ketawa aja lu malih😂 jadi kemaren pas MixMe Club Fun Camp bareng NIVEA di bagi per-warna tim gitu, w kebagian warna kuning! 💛 nah, Bum Bag nya juga kedapetan warna orange neon deh gemes kan?. Jadi bum bag ini bundling dari produk NIVEA Soft MixMe dan dia bener2 bisa dipake dimuka dan dibadan, dan bisa jadi make up, facecare, scrub, dan lain2! ada sticker2 lutu juga biar makin rame, dan nunjukin tempat yang bisa dipakein Mix Me ini🤪 Anyway yang gakbisa ikutan campnya, jangan sedih, kita masih bisa samaan Bum Bag! Bum Bagnya bisa dibeli di JD.ID , tinggal search “Bundling NIVEA soft mix me”, yuk dah samaan!! #MixMeClub #MixMeClubFunCamp #TapTapSwipe @nivea_id @indobeautygram @facetofeet_id

A post shared by maru🇮🇩 (@cindercella) on

Cindercella bercerita bahwa saat "kurus", kepercayaan dirinya lebih tinggi. Berani memakai berbagai jenis baju. "Sekarang tuh, benar-benar kayak bajunya, entah itu musim panas atau dingin, selalu yang winter. Pakai tangan segini aja aku takut," katanya sambil menunjuk pergelangan sikunya. Intinya, Cella bilang bahwa sangat kecil kemungkinan melihatnya memakai tank top atau baju lengan pendek baik di media sosial maupun di dunia nyata. "Nggak mau, nggak mau," tegasnya dengan suara horor. 

Apakah dia memiliki gambaran tubuh ideal, tanya saya. 

"Aku tuh nggak mikirin kayak, 'eh pengen ke badan dia, atau badan si ini', tapi aku lebih mikir ‘dulu gue pernah lebih kecil daripada ini, dan gue pengen jadi diri gue yang dulu'. Dan kalau misalnya dulu gue bisa seperti itu, sekarang bisa dong," responnya. Namun, Cella menceritakan bahwa meski "sudah olahraga banget, makannya sehat banget, tapi tetap begitu-begitu saja. Aku jadi stres."

Cella pun mengaku pernah satu kali melakukan botox. Hasilnya, "bikin aku senang banget," karena tulang pipi tirus dan kepercayaan dirinya bertambah—sesuatu yang diimpikannya. Akan tetapi, karena harus dilakukan ulang setiap dua bulan sekali, Cella menghentikannya karena berbagai alasan, salah satunya yang paling praktis: duit. 

"Nanti aku tinggal di mana? Duit gue habiiiis dong," ujarnya menutup kedua mata dengan telapak tangan. "Jadi aku mikirnya, udahlah. Mungkin duitnya boleh dipake, tapi buat olahraga, buat katering makan sehat. Ada kok cara lain," ujarnya seperti berusaha menyakinkan diri sendiri. "Tapi aku juga mikirnya, aku tuh termasuk orang yang meskipun sudah olahraga banget, berat badannya nggak cepat turun. Jadi, akhirnya balik lagi ke pemikiran negatif," ujarnya menghela nafas. "Tapi yang bikin aku senang dengan olahraga itu, mental aku kayak bilang ‘eh gue udah olahraga hari ini jadi nggak usah mikiran tentang badan lo deh. Pokoknya, badan lo sudah berterima kasih karena hari ini lo sudah mengolahragakan dia.'" 

Apa Itu Bulimia Nervosa?

Bulimia nervosa adalah sebuah eating disorder, ciri utamanya adalah makan berlebihan dan eksesif, lalu diikuti dengan jenis kompensatori tertentu. Orang dengan bulimia memiliki ketakutan mengalami kenaikan berat badan; meski ini bukan berarti semua orang dengan bulimia kurus, beberapa mengalami obesitas atau kelebihan berat badan. Dalam skala dunia, diperkirakan ada 70 juta orang yang memiliki kondisi ini. Dan oleh karena ini merupakan sebuah kondisi yang serius, maka dibutuhkan perawatan yang intensif. Dengan perawatan, 60% penderita kelainan pola makan bisa pulih sepenuhnya.