Dea Ananda: On Women, Life, Politics and Pregnancy

Dea Ananda: On Women, Life, Politics and Pregnancy
WOOP.ID/ALEXIS CALVIN WIJAYA

"Kenapa aku bisa bertahan lama di bidang ini? Yah, karena aku pintar! Dari umur 7 tahun sampai sekarang, I still have my money, I still have plan..."

Kali pertama bertemu Dea Ananda terlihat tinggi menjulang, dalam balutan black tops and pants, platform shoes. Pertemuan berikutnya, perempuan yang baru tampil dalam film Pinky Promise ini tiba-tiba menyusut! “Aku memang kecil. Pokoknya, ukuran bajuku sama dengan suamiku,” ujar istri dari Ariel “Nidji”, yang datang ke kantor WOOP dengan wajah polos #nomakeup. Untungnya, yang paling penting masih sama: bicaranya blakan-blakan, ramai, apa adanya, percaya diri, dan bijak. Padahal, waktu itu dia sedang menderita gejala tipus.

Hei Dea, WOOP baru nonton film Pinky Promise? It does not look like you.

Haha! Benar banget. Beberapa orang juga berpendapat seperti bahkan beberapa kali datang ke acara, orang-orang bertanya-tanya, “Katanya Dea Ananda datang, kok nggak ada?” Padahal aku duduk di samping mereka. Itu karena aku dibedakin tebal banget, dibikin jadi lebih hitam supaya kelihatan lebih tua. I am so happy.

Maksudnya happy karena nggak dikenal?

Happy karena itu artinya aku benar-benar masuk ke dalam karakter Vina. Padahal Vina dan aku beda banget. Dia ibu dari tiga orang anak, pekerjaan sambilan jadi tukang cuci, hidup pas-pasan; boro-boro mikirin diri sendiri, anak pasti jadi nomor satu. Sementara Dea itu pribadinya beda banget. Dea sama suami rock and roll, dan hubungan aku sama suami bukan yang manut atau religius, gitu. Aku orangnya ceplas-ceplos, kalau si Vina ini ceplas ceplos tapi religius jadi suaranya agak ditahan sedikit, nurut sama suaminya.

Menurut kamu, jadi istri harus seperti Dea atau Vina?

In the middle sih, harusnya. Dea harus belajar mengambil Vina-nya sedikit lah. Contohnya, aku pengen bisa masak.

Nggak bisa masak?

Nggak bisa sama sekali! Hahaha…. Kan ada GO-JEK! Our relationship itu kayak Carrie Bradshaw di Sex and The City. Ariel juga nggak bisa masak. Jadi aku selalu nyari asisten rumah tangga yang bisa masak. Aku tinggal bilang, bumbunya tambahin ini dong, kurangin itu. Hahaha. So far sih, belum pengen belajar, yah dan belum ada paksaan juga. Soalnya, itu harus dari hati dan lucunya suamiku nggak nyuruh, ya? Hahaha…. Mungkin kalau disuruh, bisa kali ya? Mau nggak mau gitu. Tapi, dari sebelum menikah, aku udah bilang begini sama Ariel, Dea yah, Dea. Terima gue apa adanya, gue terima lo apa adanya as wife and husband.

Kalau Vina, apa yang harus dipelajari dari Dea?

Pinteran dikit! Soalnya dia banyakan diam-diamnya. Tapi mungkin karena dunianya sempit, jadi wajar yah. Kalau bisa sih, open-minded sedikit aja.

How open-minded are you?

Aku free-spirited minds, dan dari kecil aku memang sudah seperti itu. Aku pernah travelling sendiri sesudah married, and I was fine. Aku juga tahu apa yang aku mau, apa yang benar dan salah. Ada kan, tipe yang mentang-mentang suami suka ini, istrinya ikutan suka. Kalau aku nggak bisa. Kalau suami suka sesuatu dan itu salah, aku nggak  akan memberikan persetujuan. No! Contohnya aku suka maintain makanan suami. Aku membiasakan suami setiap pagi minum jus, sayur, apa segala macam, mix with everything.

Kamu suka makan, ya?

Suka dan porsinya banyak! Hahaha, tapi aku nggak suka ngemil. Hidup sehat dan lempeng-lempeng aja lo bisa kena penyakit, apalagi nggak sehat. Jadi lo harus lebih bersyukur dengan cara menjaga kesehatan lo.

Vina kan sangat religius, kalau kamu gimana?

Kalau itu sih, masalah pribadi, ya. Apalagi kalau di Indonesia, itu isu sensitif kan, ya. Contohnya sedang dibahas tentang Ahok sekarang.

Apa pendapat kamu tentang topik itu?

Nggak mau dibahas. Tapi yah, itu cuma bingung aja. Jujur aja, bingung. Karena kita kan negara yang harus saling menghormati satu sama lain.

Ada komentar tentang pilkada?

HALAMAN
12