Firrina: Di Balik Glamour Dunia Model

Firrina: Di Balik Glamour Dunia Model
WOOP.ID/ALEXIS CALVIN WIJAYA

Firrina berbicara tuntutan menjadi runway model, dari diet yang gila-gilaan sampai peristiwa kulit yang ikut terjahit.

Beberapa waktu lalu WOOP menjadi salah satu media yang meliput Jakarta Fashion Week (JFW) 2017. Melihat para model melenggak-lenggok di atas catwalk, dengan ukuran badan tinggi semampai dan tulang pipi yang tirus banget (ada yang setajam pisau dan bisa dipakai untuk memotong pepaya), membuat saya bertanya-tanya seperti kehidupan di balik baju rancangan desainer itu.

Salah satu model yang ikut berjalan di pekan mode itu adalah Firrina. Perempuan blasteran Jerman-Batak ini tak ragu-ragu membeberkan rahasia di balik keglamouran dunia seorang model fashion show. “Banyak hal di belakang panggung yang orang-orang nggak tahu. Nggak selalu secantik yang terlihat di atas panggung,” ungkap perempuan yang memulai karir sebagai model foto sejak SMA dan runway sejak tahun 2011.  

Apa bedanya model catwalk sama foto?

Perbedaan paling besar adalah kalau di belakang kamera dan bikin salah yah udah, nggak keliatan. Tapi kalau di panggung dan live, semua orang bisa lihat kalau melakukan kesalahan, jatuh misalnya.

Pernah punya pengalaman jatuh di runway?

Sampai sekarang sih, belum, ya. Untung banget! Tapi kalau keserimpet sih, sering atau keiinjek baju karena bahannya licin atau ukurannya panjang. Sebenarnya ada caranya supaya baju nggak nyelip ke sepatu dan bikin jatuh. Caranya jalan sambil ditendang bajunya. Tapi kalau sepatunya bikin nggak nyaman, yah tetap aja susah. Sepatu di fashion show itu suka ajaib! Hahaha…. Suka tinggi banget, nukik banget. Pokoknya, kalau ada yang jatuh di depan, yang di belakang panggung pasti ribut, heboh dan berpikir, “Aduh, aduh, mati gue.” Panik banget pastinya!

Selain sepatu yang nggak nyaman, apalagi rahasia dunia model?

Sebenarnya di dunia model itu terkenal mulutnya pedas-pedas. Mulai dari kru, stage krunya, atau desainer, bahkan teman. Apalagi kalau salah blocking-an, udah dimarahin koreografer, teman juga! Jadi, itu juga berat. Harus siap mental sih, siap dimarahin, dibilangin apapun, dikatain apapun. Lama aku bisa terima hal itu. Sepertinya masuk kuping kanan keluar kuping kiri, tapi di hati sebenarnya sedih juga. Cuma yah, dari situ diambil positifnya aja. Berarti menurut orang aku belum maksimal, jadi coba dimaksimalkan.

img
Berarti harus punya muka agak sedikit tebal, ya? Sepertinya lumayan berat.

Kehidupan model itu nggak secantik seperti yang terlihat di atas panggung. Ada banyak orang yang nggak tahu. Tempat istirahat kadang-kadang cuma dikasih karpet, jadi bantal harus bawa sendiri. Kadang malah nggak ada sama sekali, jadi ngegelapar dimana yang bisa. Terus makanan juga nggak selalu ok, dikasih nasi box tapi kadang-kadang nasinya udah kering, sayurnya udah nggak fresh danudah bau. Orang nggak tahu itu. Orang tahunya pas udah di-makeup aja. Cantik. Tapi nggak secantik itu. Pernah ada kejadian, seorang model pakai baju kegedean, lalu dijahit buat ngecilin dan kulit modelnya nggak sengaja terjahit.

Wow. Cukup grafik!

Kehidupan model itu cukup pelik. Apalagi kalau udah mau fashion week, persiapannya luar biasa. Kalau mau JFW ketat banget, terutama dalam hal berat badan; diukur dulu berkali-kali sebelum acara dan harus sesuai dengan standar mereka. Misalnya, aku kan 174cm, beratnya itu paling nggak harus 50--51 maksimal. Malah kalau bisa 48! Ah, pusing saya!

Biasanya berapa berat badannya?

Hahaha! Aku biasanya 53, 54!

Lumayan juga yang harus dikurangi.

Banget. Apalagi aku tuh, tipe orang yang nggak gampang kurus, jadi memang harus ada usahanya dulu. Kalau cuma diet, turunnya lama sehingga aku biasanya harus olahraga, kardio, baru deh bisa turun. Seminggu bisa tuh, turun sekilo. Olahraganya sehari dua jam, tiga kali seminggu. Dan masalah aku selalu di pinggul dan perut. Dulu pernah punya personal trainer. Enak kan tuh, ada yang nge-push dan tahu apa yang harus dilakuin. Tapi kan mahal, ya? Hahaha…. Ntar dulu deh, lihat YouTube aja.

Bagaimana dengan pola makan?

Nah, ini tantangan terberat, karena aku suka makan, ngemil dan nggak gampang kurus! Jadi, paling menderita kalau lagi diet! Hahaha.... Pagi-malam makan buah, siang makan biasa tapi nggak boleh sepuasnya juga. Kalau waktunya kepepet banget, makannya cuma buah, sayur, dan mungkin sedikit daging. Lumayan menderitalah. Kadang aku cari granola yang ada coklatnya—karena aku memang suka banget coklat. Yah, supaya bisa tetap dinikmati.

img

Pernah malas diet dan disemprot karena “kegendutan”?

Pernah banget! Hahaha…. Yang paling susah adalah kalau lagi event dan dapat makan gratis. Hahaha… kadang-kadang yah udah, dimakan aja, tapi dikit, yang penting nyicip. Hahaha. Biasanya, kalau ukuran badannya kegedean, dimarahin sama koreografer, “Kamu gendut banget, sih. Gendut! Dikecilin dong ini! Jangan iya-iya aja, diet dong!” Sedih rasanya, tapi yah memang begitu. Tantangannya memang itu.

Pernah iri melihat model lain yang lebih kurus?

Selalu! Rumput tetangga selalu lebih hijau dari rumput halaman sendiri. Selalu! Hahaha…Namun yah lebih bersyukur aja sih, menerima diri sendiri. Karena apa yang orang lain punya belum tentu bagus di kita dan begitu juga sebaliknya. Aku selalu ingat itu. Sulit banget, apalagi tiap hari kalau melihat teman ganti baju, “Ih, dia kurus banget, sih! Sebel.” Tapi yah udah, memang begitu adanya.

Di luar negeri, akhir-akhir ini dunia fashion sedang dikritisi karena sepertinya “mendorong” perempuan untuk kurus. Bagaimana menurut kamu?

Aku kurang setuju sih, bagian itu. Tapi sampai sekarang, dunianya masih terpatok pada itu. Jadi mau nggak mau, aku harus ngikut. Tapi aku sendiri nggak setuju kalau orang sampai kurus banget dan matoknya kalau cantik dan bagus itu harus kurus, padahal sebenarnya nggak begitu. Yang paling penting menurut aku adalah kita happy, sehat, dan pede ama diri sendiri. Itu aja, mau kita kurus, gemuk, masing-masing kan, beda. Nggak semua orang yang jadi kurus banget, akan jadi cantik juga. Itu mindset yang harus dibenerin. Aku harus sekurus ini supaya muat baju sample size aja.

Apa sih, yang membuat seorang model bisa bertahan lama?

Jaga kelakuan, on-time, dan jaga badan. Menurut aku, itu tiga yang paling penting. Biasanya orang akan tetap pakai lagi kalau misalkan mereka suka dan kelakuan kita oke.

Apakah profesi sebagai seorang model itu menghidupkan?

Menghidupkan, makanya aku bisa bertahan sampai 10 tahun ini karena memang menghidupkan; dari buat diri sendiri sampai bantu keluarga. Bisa nabung juga asal jangan belanja macam-macam! Hahaha… Tapi tetap harus punya plan B sih, karena model nggak bisa selamanya. Karena dulu aku kuliah masak, setelah ini aku pengin bikin restoran kecil atau coffee shop.

Firrina is wearing Dibba outfit and Vans shoes.