Hindari Menuliskan 9 Frasa ini di Email Karena Bikin Naik Darah!

Hindari Menuliskan 9 Frasa ini di Email Karena Bikin Naik Darah!
ISTOCK

Sumpah!

Pertama-tama mari mengucapkan terima kasih kepada penemu email (untuk yang penasaran, siapa inventornya masih menjadi perdebatan). Pasalnya, medium ini sangat berjasa mempercepat korespondensi dan memastikan pekerjaan beres tanpa harus ketemu atau rapat dengan orang lain (terutama mereka yang membuatmu sakit perut, emosional dan naik darah). Akan tetapi, segala sesuatu yang baik pasti ada kekurangannya.

Tidak bisa diragukan lagi pasti ada satu contoh kejadian atau dua—atau 195—ketika membaca email dari bos atau teman kantor, membuatmu ingin membanting laptop dan melempar remahannya kepada si pengirim email. Well, siap-siap mengucapkan terima kasih (lagi) atas sebuah penemuan baru: terbongkarnya frasa paling ofensif di email

Para peneliti mengumpulkan data selama seminggu bulan Juni lalu via sebuah online survey dari Adobe dan mendapatkan info dari 1.001 partisipan yang sebagian besar berusia antara 25 dan 64 tahun. Akhirnya mereka menemukan sembilan frasa di email yang super duper mega menyebalkan dibandingkan frasa-frasa lainnya. Pada dasarnya, frasa itu tidak hanya membuat hormon kortisol si penerima naik tapi juga merupakan sebuah bentuk pasif-agresif yang secara tidak langsung menyindir bahwa kamu teledor, pemalas, tidak bisa diandalkan—intinya, bukan karyawan teladan. 

Berikut 9 frasa paling menyebalkan itu, jadi tolong berhenti menggunakannya. 

1. Tidak yakin apakah (mbak/mas/pak/ibu) melihat email saya kemarin.... 

2. Sesuai dengan email saya yang terakhir

3. Sesuai dengan diskusi/percakapan kita

4. Ada perkembangan baru tentang hal ini? 

5. Maaf karena meng-email dua kali

6. Minta sarannya. 

HALAMAN
12