Identitas Seksual: Apa, Bagaimana dan Mengapa Penting Mengetahuinya

Identitas Seksual: Apa, Bagaimana dan Mengapa Penting Mengetahuinya
ISTOCK

"Kata Abraham Maslow: Makan, minum, dan seks adalah kebutuhan dasar manusia."

Pernah mendengar istilah identitas seksual? Jika kata "orientasi seksual" cukup akrab di telinga, istilah identitas seksual sepertinya masih jarang dibicarakan dan keduanya bukanlah hal yang sama. Untuk membicarakannya lebih dalam WOOP meminta bantuan seorang seksolog, Zoya Amirin

APA PERBEDAAN IDENTITAS SEKSUAL DENGAN ORIENTASI SEKSUAL? 

"Identitas seksual itu adalah konsep seorang individu mengenai perilaku seksual yang dipilihnya. Jadi, itu sangat personal, lebih pada demi kenyamanan pribadi. Setelah itu, identitas seksual seseorang bisa mengacu pada orientasi seksual yang ada. Orientasi seksual itu ada homoseksual, heteroseksual, biseksual—biseksual itu di tengah, antara homoseksual dan heteroseksual. Nah, seseorang bisa dibilang sudah punya identitas seksual, jika dia sudah punya preferensi atau pilihan untuk mengidentifikasikan dirinya dari salah satu orientasi seksual itu. Jadi, identitas seksual adalah konsep very personal terhadap individu tersebut, dan dia akan mengacu kepada orientasi yang ada. Atau bisa jadi nggak ada, makanya ada perpanjangan dari biseksual, ada panseksual dan sebagainya. Atau yang lebih panjang lagi, ada yang menyebutnya queer, atau mungkin di sini ada yang menyebutnya waria, dan segala macam. Tapi ini tidak ada hubungannya dengan transgender. Transgender dan transeksual itu adalah penyimpangan perilaku seksual. Ada gangguannya, ada disordernya, sementara orientasi seksual itu acuannya tidak memiliki gangguan, penyimpangan jenis apapun secara psikologis. Jadi, itu bedanya antara orientasi seksual dengan identitas seksual."

APA YANG TERJADI JIKA IDENTITAS SEKSUAL TIDAK SEJALAN DENGAN PERILAKU SEKSUAL? 

"Nah ini yang menjadi masalah kalau misalnya seorang individu sudah mengidentifikasikan dirinya sebagai salah satu dari orientasi seksual tertentu, [tapi] belum tentu perilaku seksualnya itu sejalan dengan orientasi seksualnya. Jadi misalnya, si individu itu mengidentifikasikan dirinya sebagai homoseksual, tapi perilaku seksualnya seolah-olah dia bukan homoseksual atau biseksual. Dia mau menunjukkan yang lebih diterima secara sosial oleh masyarakat. Misalnya, yang dari identifikasi seksualnya adalah homoseksual—taruhlah gitu, ya—dia justru mau menunjukkan sexual behaviour-nya sebagai heteroseksual karena itu yang diterima oleh masyarakat.

"Ketika identifikasi seksualnya itu diekspresikan tidak sejalan dengan orientasi seksual yang sebenarnya, itu yang sering terjadi masalah. Misalnya seperti yang kita semua tahu kasus Saiful Jamil. Kita tahu bahwa dia sudah pernah menikah dengan salah satu penyanyi dangdut terkenal, yang kita kira—kebanyakan orang mengira— dengan pernikahan itu otomatis si individu itu menjadi atau bisa dianggap, diasumsikan sebagai heteroseksual karena dia suka dengan lawan jenis. Tapi ternyata ketika ada kasus pelecehan seksual terhadap anak umur 17 tahun, yah dia melakukan oral seks atau bisa disebut sebagai sexual harassment atau pemerkosaan sebenarnya kategorinya terhadap seorang anak laki-laki di bawah umur, langsung orang jadi galau karena asumsinya dia adalah heteroseksual. Pertanyaan adalah siapakah dia? Apakah dia memiliki orientasi seksual yang hetero atau dia homoseksual? Sebenarnya itu kembali lagi pada identifikasi seksualnya si individu tersebut. Dia mau menyebutnya sebagai apa, terlepas dari bagian mana yang ditunjukkannya kepada masyakarat, sebenarnya harus ditanya lagi pada si Saiful Jamil tersebut, pada individunya. Identifikasi seksual Anda apa? Biseksual-kah, homoseksual, atau heteroseksual? Itu kembali lagi ke pilihan personal individu tersebut untuk mengidentifikasikan dirinya."

BISAKAH IDENTITAS SEKSUAL BERUBAH? 

"Bisa, mungkin tidak segampang identifikasi orang misalnya terhadap kesukaan makanan. Kalau tadinya suka duren, jadinya nggak suka duren. Atau kebalikannya, mungkin tidak sesimpel itu. Tapi karena namanya preferensi, seseorang bisa mengidentifikasikan identitas seksualnya secara berbeda. Bisa, karena apa? Karena experience, ternyata experience-nya menyenangkan atau dia mengalami experience yang traumatis sehingga dia mengganti identifikasi seksualnya menjadi orientasi seksual yang lain. Bisa banget."

MENGAPA PENTING MENGERTI IDENTITAS SEKSUAL PRIBADI?

"Yah, karena itu adalah kebutuhan dasar manusia. Makan, minum, dan seks itu merupakan kebutuhan yang paling dasar menurut Abraham Maslow. Untuk kita mampu memiliki kehidupan yang sejahtera, kebutuhan dasarnya itu harus dipenuhi terlebih dahulu. Jadi, kebutuhan dasar seks itu bukan berarti berhubungan seks, tapi lebih kepada bagaimana dia mengekspresikan seksualitasnya. Siapakah saya? Saya perempuan atau laki-laki, gitu ya? Nyamankah saya di tubuh saya—di tubuh laki-laki saya ini atau di tubuh perempuan saya ini? Bagaimana ekspresi seksual saya? Apakah saya mau mengidentifikasikan diri saya sebagai seorang perempuan yang tidak nyaman di tubuh saya yang perempuan? Atau sebagai laki-laki saya tidak nyaman di tubuh saya yang laki-laki?