Ingin Dipanggil Wawancara Kerja? Hapus 6 Hal ini dari CV-mu!

Ingin Dipanggil Wawancara Kerja? Hapus 6 Hal ini dari CV-mu!
ISTOCK

Nggak semua hal perlu ditulis di CV, lho! Jadi, biar cepat dipanggil wawancara kerja, lebih baik hapus hal-hal ini segera.

Sulit mencari tandingan aktivitas yang membuat mati rasa ini: memperbaharui resume, CV. Mereka yang baru saja lulus sekolah mungkin masih semangat, tapi bayangkan jika kamu sudah meninggalkan sekolah sebelum Jokowi menjadi presiden. Huaaam, tidur dulu, boleh?

Sialnya, baru-baru ini kamu berpikir untuk bertualang ke tempat baru, sehingga akhirnya melamar sebuah pekerjan—dengan mengirimkan CV hasil ketikan Windows 98 itu. Jangan heran jika lamaran pekerjaanmu itu menjadi penghuni "trash" dan dalam waktu 40 hari akan dihapus secara permanen. Jangankan digubris, dibaca saja sudah syukur. 

Sebenarnya, seberapa sering kamu harus mengutak-atik CV? Kepada Huffington Post, Vicki Salemi, seorang ahli karir, mengatakan kamu harus memperbaharuinya setiap enam sampai 12 bulan. Dan mencantumkan pengalaman kerja dan prestasi itu harus, tapi satu hal yang tidak kalah krusial: menghapus segala sesuatu yang bisa berisiko membuatmu kehilangan kesempatan untuk dipanggil wawancara kerja. Menurut HuffPost, pastikan ini tidak ada di resumemu. 

1. Foto. Hanya sertakan jika kamu sedang melamar pekerjaan sebagai model atau aktor, atau posisi lain yang memintamu menyertakannya. Sejujurnya, ini bisa menghasilkan prasangka dari pihak perekrut, dan ada kemungkinan mereka menilaimu hanya berdasarkan bentuk kepala atau potongan rambutmu. 

2. Tanggal lahir. Fakta: diskriminasi berdasarkan usia eksis. Jadi terkecuali kamu adalah lulusan tahun lalu atau tahun ini, hapus segala nomor atau informasi yang membocorkan berapa usiamu (misalnya tahun lulus kuliah). Pada akhirnya mereka memang akan tahu, tapi pada saat waktu itu datang, paling tidak mereka sudah merasa kamu adalah kandidat terbaik, dan tidak mungkin dilepehkan hanya karena usia.

3. Informasi terlalu detil tentang sekolah. Yep, kamu memang harus bangga dengan almametermu, tapi sejujurnya jika misalkan pendidikan terakhirmu adalah perguruan tinggi, tidak perlu mencantumkan nama TK, SD, SMP, dan SMA. Hapus sekarang juga. Dan oh, apalagi jika sebelumnya kamu sudah punya pengalaman kerja, singkirkan keterangan pengalaman magang, kegiatan ekstrakulikuler—dan IPK. 

4. Pengalaman kerja yang tidak relevan. Saat mengirimkan CV, kamu sedang mempromosikan diri, bukan riwayat hidup. Kesimpulannya, segala pekerjaan yang tidak relevan dengan posisi yang sedang kamu incar saat ini, cukup cantumkan nama perusahaan dan durasi kerja (supaya tidak terlihat ada kekosongan pengalaman kerja). Deskripsi pekerjaaan? Hapus. Tidak perlu. 

5. Salah ketik. Salah ketok ketik bisa membuat kreditbilitas kredibilitasmu tergoreng tercoreng. Dan sebuah survey menyatakan lebih dari 50% senior manager memutuskan untuk mendiskualifikasi seorang kandidat karena melihat satu sampai dua kesalahan ketik di resume mereka. Apalagi jika kamu melamar sebuah pekerjaan yang membutuhkan ketelitian level dewa, seperti akuntan, editor, penulis, dan petugas bank! Cek, cek, cek, dan cek sebelum mengirim resume. 

6. Format yang bikin mata sakit

Ini bukan WhatsApp. Lupakan membuat tabel, menggunakan font ala gotik, memberikan gambar, latar belakang aneh atau warna-warni yang membuat mata harus ditetesi Insto begitu melihatnya. Resumemu harus bersih dan mudah dibaca—dan mudah dibuka. Dilarang keras mengirimkannya dalam bentuk zip atau rar–atau yang membutuhkan usaha untuk mengunduhnya. Manager sibuk, lamarannya banyak, tidak punya waktu untuk itu!

Setelah yakin bahwa semua hal tersebut dipangkas dari resumemu, pastikan mengirimkannya saat waktu menunjukkan pukul ini agar dibaca.