Banner

Ini yang Harus Kamu Coret dari CV-mu Sekarang Juga

Ini yang Harus Kamu Coret dari CV-mu Sekarang Juga
ISTOCK

Delete. Backspace. <-----. 

Lulus kuliah? Selamat! Selanjutnya yang harus dipersiapkan adalah Curriculum Vitae (CV) karena ini merupakan “kesan pertama” dan modal awal untuk mendapatkan pekerjaan yang kamu impikan selama ini.

Ternyata tidak semua hal yang kita tulis dalam sebuah CV itu memberikan impresi baik dari perusahaan yang kita incar. Tidak semua pencapaian yang kamu dapat, contohnya saat menang lomba lagu daerah pas TK (yang membuat satu keluarga besarmu menggelar pesta) harus masuk CV. Agar lebih paham dan berhasil membuat CV yang impresif, coba perhatikan beberapa poin di bawah ini. 

  • Segala Sesuatu yang Tidak Ada Hubungannya dengan Lowongan Pekerjaan 

Sebaiknya hindari memasukkan hal-hal yang tidak ada kaitannya dengan pekerjaan yang kamu lamar. Misalkan, kamu belajar menjadi penata kebun, usahakan melawan keinginan yang menggebu-gebu untuk menuliskan "pemenang juara bertahan lomba makan ketupat dari tingkat RT sampai keluruhan". Ini akan membuat resume yang kamu tulis menjadi sia-sia saat tiba di meja bagian HRD perusahaan.

  • Pengalaman Kerja Tidak Sesuai dengan Pekerjaan

Saat melamar pekerjaan di sebuah perusahaan, sudah sewajarnya untuk menuliskan pengalaman pekerjaan. Namun, pengalaman tersebut sebaiknya sesuai dengan bidang yang kamu lamar. Jangan sampai ditolak hanya karena kamu mencantumkan pengalaman yang tidak sesuai dengan perusahaan.

  • Tidak Sesuai dengan Prestasi dan Penghargaan

Mau terlihat “sombong” di depan HRD perusahaan dengan memasukkan semua prestasi dan penghargaan yang kamu dapatkan selama ini? Pikir lagi. Perusahaan tidak selalu mempertimbangkan seseorang karena deretan prestasi dan penghargaan, terlebih yang tidak ada kaitannya dengan lowongan pekerjaan. 

  • Informasi Pribadi

Oleh karena ini adalah daftar mini riwayat hidup, pastinya kita harus mencantumkan informasi pribadi. Namun, tidak semua hal harus dimasukkan kedalam sebuah resume. Contohnya, status hubungan (pacaran atau singel), agama, nomor plat mobil/ motor, nama ayah/ ibu, atau password sosial media yang kita punya.

  • Imej / Foto

Foto menjadi perintilan yang seringkali diabaikan oleh para pelamar kerja. Saat ini banyak menggunakan foto selfie untuk melamar pekerjaan. Sebaiknya, gunakan standar foto yang paling lazim dipakai ketika melamar sebuah pekerjaan.

  • Akun Media Sosial

Memang, media sosial merupakan hal penting sekali beberapa tahun belakangan. Sayangnya, untuk mencantumkannya di dalam resume tidak terlalu signifikan, kecuali diminta secara spesifik oleh perusahaan tersebut. 

  • Riwayat Pendidikan

“Kamu lulusan mana?” atau “Kamu sekolah/kuliah dimana?” Kalimat itu pasti akan ditanyakan HRD perusahaan saat wawancara kerja. Namun, perusahaan (biasanya) tidak akan bertanya sampai ke nama TK/ SD-mu. Biasanya mereka hanya menanyakan tentang dimana kamu kuliah atau mungkin SMA. 

  • Hobi

Pada banyak kasus, perusahaan tidak terlalu menaruh perhatian terhadap hobi. Alasannya, selain karena tidak sesuai dengan pekerjaan yang kamu inginkan, juga membuat CV terlihat sesak dengan detail yang tidak perlu. 

  • Nomor Telepon

Ternyata menuliskan dua nomor telepon dalam sebuah CV tidak dianjurkan. Kamu hanya perlu menulis satu nomer telepon saja yang aktif agar perusahaan tidak bingung ketika akan menghubungi.

  • Penulisan Resume

This is the most important thing! Buatlahresume semenarik mungkin dengan gaya bahasa yang mudah dimengerti, tidak bertele-tele dan pakai font yang mudah dibaca. Algerian? Monotype Corsiva? Lucida Handwriting? Seriously! Juga, sangat dianjurkan untuk menuliskannya dengan PDF. Dan satu hal lagi: jangan melampirkan CV dalam bentuk link. Itu benar-benar akan membuat CV-mu disingkirkan dalam hitungan detik.