Kenapa Perempuan Saling Mem-bully di Kantor?

Kenapa Perempuan Saling Mem-bully di Kantor?
ISTOCK

Drama. 

Di setiap kantor pasti ada drama. Namun, entah kenapa plot drama yang sering kita lihat di tempat adalah bully antar sesama karyawan perempuan. Si A, si B, si C, selalu membicarakan si E yang baru diterima masuk kantor. Atau selalu menyuruh-nyuruh si F karena dia tidak pernah mengatakan tidak. Apakah memang hal seperti ini lebih sering terjadi pada perempuan? 

“Kenapa perempuan yang lebih banyak membully? Sepertinya malah seimbang, ya? ujar Irma Gustiana A, M. Psi, Psi., seorang psikolog anak dan keluarga dari Irma and Co. "Banyak juga para pria yang melakukan pem-bully-an. Biasanya mereka melakukannya seperti pelecehan secara verbal terhadap rekan kerja yang perempuan," lanjutnya. 

Namun, adakah alasan mengapa seseorang atau sekelompok gemar melakukan hal ini? Terkadang seperti tidak punya hati. 

“Biasanya, bully terjadi karena iri, ataupun merasa kurang kompeten. Sehingga mencari kelemahan orang lain dan juga seringkali karena ingin dianggap keberadaannya atau sering kita sebut sebagai caper atau cari perhatian," tutur Irma.

Di setiap kantor pasti ada drama—saking seringnya terjadi (dari satu generasi dilanjutkan ke generasi berikutnya) lama kelamaan menjadi sebuah 'kebiasaan'. Sampai-sampai jika tidak terjadi akan ada celetukan 'aneh, biasanya begini' terdengar. Namun, sebenarnya adakah cara memutus rantai 'tradisi' ini? 

Menurut Irma, ada beberapa hal yang bisa dilakukan: 

1. Diingatkan oleh Orang Lain 

"Maksudnya adalah ketika ada pem-bully-an terhadap rekan kerja di kantor, kamu bisa membantu menghentikannya dengan cara mengingatkan bahwa kata-kata yang ia ucapkan tidak baik."

2. Hadapi dan Lawan

Jika memang bully yang dihadapi sudah tidak bisa dimaafkan, ada baiknya kamu mengonfrontasinya dan melawannya. "Tapi ingat, menghadapi dan melawannya dengan cara yang baik bukan dengan cara yang bisa membuat 'perang' di antara kalian."