Banner

Kulsoom Abdullah, Perempuan 'Kuat' Bergelar Doktor yang Juga Atlet Angkat Besi

Kulsoom Abdullah, Perempuan 'Kuat' Bergelar Doktor yang
Dok. Istimewa - Kisah Inspiratif Kulsoom Abdullah

Yuk, baca kisah inspiratif Kulsoom Abdullah, seorang perempuan bergelar doktor yang juga atlet angkat besi!

Apa yang terbayangkan olehmu saat mendengar kata ‘angkat besi’? Hmm.. pria kuat dengan otot besar, benar? Yep, tapi bagaimana jika seorang perempuan yang ada dibelakangnya? Tidak terbayangkan!

Menjadi seorang perempuan di bidang olahraga yang didominasi oleh para pria bukanlah hal yang mudah, karena pastinya membutuhkan keahlian dan kekuatan yang besar. Apalagi jika olahraga tersebut adalah angkat besi—weightlifting—yang mengutamakan kekuatan fisik.

Ibarat ‘jangan lihat buku dari sampulnya’, seorang perempuan pun bisa menjalankan profesi sebagai atlet angkat besi. Inilah yang sekarang dilakoni oleh seorang perempuan ‘kuat’ bernama Kulsoom Abdullah.

Dok. Istimewa - Kisah Inspiratif Kulsoom Abdullah
Dok. Istimewa - Kisah Inspiratif Kulsoom Abdullah

Perempuan cantik berdarah Pakistan dan Amerika ini merupakan seorang hijabers pertama yang mewakili Pakistan dalam kejuaraan dunia angkat besi pada tahun 2011 lalu. Tidak hanya itu saja, pada tahun yang sama, Kulsoom juga mencetak sejarah dengan menjadi perempuan pertama yang diizinkan berkompetisi setelah federasi angkat besi internasional memodifikasi aturannya—untuk mengizinkan permintaan Kulsoom memakai hijab dan busana tertutup saat berlomba.

Perlu diketahui, Kulsoom telah menjadi atlet angkat besi yang berkompetisi pada Olimpiade sejak tahu 2010—setelah dulunya menjalani olahraga taekwondo. Tentunya, perjalanannya sebagai atlet tidaklah mudah. Saat mengikuti kejuaraan angkat besi nasional pada di 2010, dia sempat ditolak karena mengenakan hijab. Tapi Kulsoom tidak mau menyerah begitu saja. Dia meminta aturan tersebut direvisi. Dan pada akhirnya di 2011, atlet berhijab itu bisa mengikuti kompetisi tersebut.

Dok.
Dok. Istimewa - Kisah Inspiratif Kulsoom Abdullah

Baca: Tasya Farasya Ajak Perempuan untuk Lakukan Beautyvestasi

"Itu sangat mengecewakan dan mempengaruhi latihan saya, meskipun saya terbiasa dengan beberapa diskriminasi. Saya sudah berlatih dan berkompetisi di tingkat lokal, jadi saat terjadi (penolakan) saya sangat kecewa," kata Kulsoom.

Kulsoom beruntung saat penolakan terhadapnya terjadi, dia mendapat banyak dukungan. Hingga pada akhirnya International Weightlifting Federation merevisi aturan mereka setelah dia berjuang agar perempuan berhijab bisa ikut berkompetisi.

Kulsoom pun bercerita tentang dirinya yang baru tertarik pada olahraga angkat besi saat lulus sekolah. Padahal saat itu dia sedang menekuni olahraga taekwondo—hingga berhasil mendapatkan sabuk hitam.

Dok Istimewa - Kisah Inspiratif Kulsoom Abdullah
Dok Istimewa - Kisah Inspiratif Kulsoom Abdullah

"Untuk melengkapi olahragaku, saya mulai melatih daya tahan tubuh dan kekuatan otot. Pada saat itu sulit mencari contoh seorang wanita yang melakukan hal serupa jadi saya berlatih sendiri. Saya senang menjadi aktif dan ingin terus melatih kekuatan tubuh saya bahkan setelah menyelesaikan gelar PhD saya. Ini yang pada akhirnya menuntun saya pada dunia angkat besi," ungkapnya.

Namun, tidak hanya berprestasi dalam dunia olahraga saja, Kulsoom juga berhasil menyelesaikan kuliahnya dengan menyebet gelar PhD dari jurusan elektronika/teknik komputer Institut Teknologi Georgia.

Meskipun berhasil meraih gelar doktor dalam bidang teknik, tidak membuat Kulsoom lupa akan dunia angkat besi. Justru dia memilih menekuni angkat besi ketimbang menjalani karier sebagai doktor di bidang teknik. Beruntung keluarganya mendukung pilihannya dan di bulan September mendatang, Kulsoom akan mengikuti kejuaraan dunia angkat besi di Thailand.

Selanjutnya: Converse berkolaborasi dengan merek cat kuku O.P.I rilis sepatu berwarna neon. Mau beli? Baca selengkapnya di sini.