Membeli Rumah Pertama: Kok Sepertinya Menakutkan dan Bikin Pusing, ya?

Membeli Rumah Pertama: Menakutkan dan Bikin Pusing, ya?
ISTOCK

Ada yang bilang bahwa membeli rumah untuk pertama kalinya itu ibarat mempunyai anak. Simak artikel yang satu ini

  • Perencanaan—berawal dari mimpi dan melihat orang lain punya, jadinya ingin punya rumah sendiri.
  • Drama—saat mengajukan kredit, tetek bengek dan proses mencari agen properti yang tepat; seperti mencari dokter kandungan.
  • Antisipasi—menunggu seperti selama trisemester ketiga, apakah pengajuan kredit berhasil. Khawatir, dan akibatnya berat badan bertambah.
  • Kebahagiaan—yeay, dikabulkan (seperti saat akhirnya bayi keluar setelah melebihi waktu yang diprediksi dokter)!
  • cemas—karena memiliki rumah itu tanggung jawab yang besar. 

Cara Memilih Rumah Pertama

Oleh karena itu, tidak heran banyak takut dan super cemas saat berpikir akan membeli rumah pertama. WOOP meminta pencerahan Mochamad Zaki (Rubby), Marketing Director YVE Habitat Limobagaimana kita, para pemula ini, tidak takut dan yang terutama, tidak salah membeli rumah pertama. 

Rumah Pertama Sebagai Aset

Membeli Rumah Pertama
Membeli Rumah Pertama

"Membeli rumah merupakan langkah yang tepat untuk memiliki aset di masa mendatang, dan perlu diketahui semakin lama waktu berjalan maka nilai jual rumah akan semakin tinggi, terutama untuk kawasan tengah kota. Kemudian perihal mengenai hal-hal yang disiapkan yaitu tidak jauh berbeda dengan melakukan pembelian kendaraan, khususnya roda empat. Jadi untuk melakukan pembelian rumah tidaklah semenakutkan itu, selama sudah berkomitmen dalam persiapan dana serta beberapa kewajiban yang harus dipenuhi," katanya menenangkan. 

Dana Yang Harus Disiapkan Untuk Rumah Pertama

Dana untuk membeli rumah pertama
Dana untuk membeli rumah pertama

Nah, d-a-n-a itu salah satu faktor yang bikin jiper. Pasti jumlahnya tidak sama saat membeli dengan rumah boneka, kan? (Rumah boneka biasa ya, bukan yang terbuat dari emas, dipenuhi kristal, chandelier, dan grand piano mini). Rubby memiliki solusi, yaitu membayar tidak dengan tunai dan langsung lunas, alias menggunakan metode KPR (Kredit Pemilikan Rumah) yang disediakan oleh bank, ataupun dengan cara tunai bertahap apabila yang disediakan oleh developer.

"Hal utama yang perlu diperhatikan ialah keadaan dan kesiapan untuk dana, misalkan harga rumah yang ingin dimiliki sebesar 1M, maka bank sebagai penyedia fasilitas kredit dapat memberikan maksimal plafon pinjaman sampai 80%. Semua tergantung dari kondisi keuangan debitur. Oleh karena itu dapat diambil kesimpulan bahwa untuk memiliki rumah tidaklah perlu memiliki dana 100%," katanya. 

Mencari Developer atau Bank Terlebih dahulu?

Ibarat perdebatan "duluan mana, ayam atau telur," bagaimana dengan ini: mana yang lebih dahulu dilakukan, mencari developer rumah atau menghubungi bank untuk cari bantuan dana? "Bank selaku penyedia kredit sangat menyambut apabila masyarakat umum datang untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kredit kepemilikan rumah, walaupun hanya sekadar mencari-cari informasi. Dan sudah banyak juga developer yang sudah melakukan kerjasama dengan bank sebagai penyedia kredit untuk melakukan penjualan rumah, sehingga informasi tersebut dapat ditanyakan dan dibantu langsung oleh pihak developer. Jadi untuk menjawab pertanyaan di atas dapat dilakukan keduanya." 

Kelengkapan Data yang Dibutuhkan

Kelengkapan Data Membeli Rumah Pertama
Kelengkapan Data Membeli Rumah Pertama

Mencari informasi dengan datang langsung ke bank dan developer merupakan tahap yang sangat penting. Namun, ada satu hal lagi yang wajib dilakukan, dan harus diakui... sedikit menyebalkan. Yakni, mempersiapkan persyaratan, termasuk dokumen-dokumen yang entah kenapa ada saja satu-dua yang hilang ketika sedang dicari. Di antaranya: KTP, NPWP, KK, Buku Nikah (apabila sudah menikah), slip gaji 3 bulan terakhir, rekening koran 3 bulan terakhir, dan surat keterangan bekerja. 

Memilih Developer yang Pas

Developer Untuk Membeli Rumah Pertama
Developer Untuk Membeli Rumah Pertama

Coba perhatikan dalam perjalanan ke kantor, berapa banyak pengerjaan proyek rumah baru? Tahun ini saja, pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana untuk membangun satu juta hunian untuk mengatasi kekurangan pasok rumah (backlog) 15 juta unit.

Sama seperti penjual produk lainnya, setiap developer menawarkan ini-itu untuk menarik perhatian calon pembeli. Salah satunya yang paling sering adalah "kawasan huni lengkap dengan area hijau." Namun, sebenarnya fasilitas seperti apa yang "wajib" ditawarkan oleh sebuah developer, faktor yang bisa membuat kita meruncingkan pilihan? Dan bagaimana memastikan bahwa developer akan mewujudkan semua janji dan fasilitas seperti yang dijanjikan? 

"Memiliki perumahan yang menyediakan fasilitas lengkap dengan harga terjangkau tentunya menjadi harapan utama, namun perlu diingat bahwa fasilitas yang lengkap tidak dimiliki oleh setiap perumahan yang ada, dikarenakan hal tersebut akan ditunjang dengan harga yang ditawarkan. Untuk menjaga komitmen dari developer, bisa dilihat dari komitmen kontrak jual beli ataupun minimum dari progress lapangan yang berjalan setiap waktunya," jelas Rubby. 

Lebih dari fasilitas, calon pembeli rumah juga harus memperhatikan faktor-faktor krusial saat memilih dan membeli rumah, yang juga akan menentukan kenyamanan dan menjadikan bangunan tersebut menjadi "home sweet home." Dan yang dijamin akan membuatmu tambah pusing: dari sekian banyak faktor itu, mana yang lebih penting? Hargakah? Ukurankah? Keamanankah? Lokasikah? Yang mana! 

Aspek-Aspek yang Harus Diperhatikan Saat Memilih Developer

  • Kepentingan utama dalam melakukan pencarian rumah, "tentunya faktor-faktor seperti harga, lokasi, ukuran, fasilitas, dan sebagainya dapat disesuaikan dengan keinginan masing-masing individu." Sudah menjadi kepastian, lokasi yang strategis dengan fasilitas lengkap akan menyesuaikan dengan harga yang ditawarkan.
  • Apabila harus memilih dari beberapa faktor tersebut, minimum lokasi perumahan yang dipilih sebaiknya dekat dengan akses umum, serta fasilitas yang memadai untuk jangka waktu lama.
  • Dan yang tidak kalah pentingnya adalah faktor kelengkapan legalitas yang dimiliki oleh perumahan tersebut.

Memilih Rumah Pertama Sesuai Budget

Sebagai manusia, boleh dong, memiliki impian, termasuk rumah impian, lengkap dengan bath tub, air mancur pribadi, dan rooftop solar power. Namun, seperti kita semua tahu terkadang kenyataan tidak berbanding lurus dengan impian. Misalnya, dana yang tersedia tidak mencukupi membeli rumah impian. Haruskah realistis saja dengan menghindari mengunjungi developer rumah yang sepertinya menyediakan rumah impian kita tersebut? Takutnya, kita tergoda dan jadi tidak bisa makan karena selalu terbayang bentuk rumah tersebut.  

"Seperti yang sudah saya coba jabarkan sebelumnya, untuk melakukan pembelian rumah terutama dengan menggunakan fasilitas kredit yang dibutuhkan komitmen dan kesiapan yang baik. Jadi sebaiknya apabila sudah mampu secara keseluruhan dan siap berkomitmen, tidaklah perlu takut untuk melihat-lihat penawaran pasar yang ada. Apabila tidak sesuai dengan kemampuan, saya sarankan tidak perlu memaksakan diri. Toh, hanya melihat-lihat saja tidak dibutuhkan biaya, kan? Dan ini juga akan membuat kita lebih siap apabila sudah waktunya untuk membeli rumah," saran Rubby. 

Kesimpulan : Membeli Rumah seperti Mencari Jodoh

Jadi, boleh, nih, melihat-lihat puluhan komplek perumahan sebelum memilih dan membeli satu? "Membeli rumah sama halnya dengan mencari jodoh, carilah sefektif dan sebaik- baiknya sesuai dengan kriteria yang diinginkan. Jadi, berapa banyak? Teruslah mencari sampai menemukan yang tepat dan sesuai," jawab Rubby. 

Lalu, bagaimana caranya memastikan bahwa kita sudah menemukan "jodoh?" Bahwa rumah tersebut adalah idaman, tidak akan menyesal satu tahun ke depan? Soalnya tanggung jawabnya besar. Yah ibarat memiliki bayi tadi: biaya perawatannya tidak sedikit plus harus dicintai sepenuh hati. 

"Selama aspek-aspek penting yang perlu diperhatikan dari kepemilikan rumah seperti legalitas lengkap, akses yang mudah, fasilitas dan amenitas yang cukup, lingkungan yang sehat, harga yang sepadan, serta skema pembayaran yang cocok, maka sudah dapat dikategorikan memiliki rumah idaman," tandas Rubby. 

Well, jadi, selain seperti memiliki anak, ternyata membeli rumah pertama juga seperti mencari jodoh? Susah, ih! Namun, kata mereka yang sudah punya anak dan rumah: it's totally worth it. Dan setelah semua ketakutan dan kehebohan sudah hampir hilang dari memori, siapa yang tahu? Bisa jadi, kamu ingin punya rumah kedua! 

Baca Juga : Hindari Kesalahan Ini Saat Membeli Furnitur