Orang Indonesia Minder karena Masih Hidup Dalam Culture Galau

Orang Indonesia Minder karena Masih Hidup Dalam Culture Galau
iStock

Duh, galau masih menjadi ‘tabiat’ orang Indonesia…

Kamu masih sering galau? Tak hanya soal percintaan tapi banyak hal lain yang ternyata tanpa disadari membuatmu sering galau. Tidak ada untungnya dari galau bahkan menurut psikolog, perasaan tersebut bisa menyebabkan kamu minder loh

Psikolog klinis dan hipnoterapis Sanatorium Dharmawangsa Mental Health Clinic, Liza Marielly Djaprie, mengatakan kalau orang Indonesia banyak yang sulit maju karena hidup dalam budaya ‘galau’ sehingga mereka tak bisa membuat keputusan. Jangankan untuk orang lain, buat diri sendiri saja masih galau.

“Kita agak susah membangun kepercayaan diri karena kita hidup dalam culture galau, dipuji salah dikritik salah,” papar Liza saat berbincang intim di acara Woop.id x Systema beberapa waktu lalu yang diselenggarakan di Walking Drums, Patiunus, Blok M, Jakarta Selatan.

img

Peserta Woop Connect, 'Self Confidence', Woop X Systema

Foto: (Alexander Suryo/Woop)

Apa maksud dipuji salah dikritik salah?

“Ya kalau dipuji kita malah curiga ke orang lain—pasti kamu ada maunya ya—padahal tinggal mengucapkan terima kasih, selesai. Nah kalau dikritik sedikit bisa nggak makan tiga hari tiga malam. Kalau dikritik coba evaluasi diri dan telaah lagi apakah kritik itu hanya untuk menghina atau membangun,” tambahnya.

Sambil tersenyum, Liza melanjutkan penjelasannya mengenai budaya galau yang ada di Indonesia. ‘Kegalauan’ ini sering membuat orang Indonesia menjadi kalah saing dengan ‘bule’ (red: orang asing). 

Menurut Liza, orang asing jauh lebih percaya diri karena tidak hidup dalam budaya galau. Mereka cenderung pintar mengambil keputusan dalam berbagai hal dan mensyukuri diri sendiri. Hal tersebut tertanam dalam diri mereka sejak kecil.