Banner

Tahun Lalu Tidak Ada Satupun Cita-Cita Saya yang Tercapai, Apakah Tahun Ini Nasibnya Sama?

Tahun Lalu Tidak Ada Satupun Cita-Cita Saya yang Tercapai, Apakah Tahun Ini Nasibnya Sama?
ISTOCK

Mengapa sulit sekali mewujudkan resolusi?

Tahun lalu, berapa banyak mimpimu yang tercapai? Tidak ada? Kamu tidak sendirian. Saking kecewanya, ada yang memilih untuk melemparkan resolusi dan keinginan tersebut ke Laut Mati. Tidak memiliki rencana, resolusi, harapan, impian apapun—let it flow. Lagian, memang penting banget ya, punya mimpi?

“Memiliki resolusi atau impian adalah sesuatu yang baik. Karena tujuan, goal, atau sebuah mimpi akan membantu seseorang dalam memotivasi diri dan mengarahkan dirinya. Hidupnya bisa lebih bertujuan dan bermakna,” kata Sinta Mira, M. Psi., seorang psikologis klinis dewasa dari Vida Rumah Konsultasi dan Layanan Psikologi. "Apalagi dalam bentuk semangat baru di tahun yang baru, itu akan menambah motivasi dalam menjalani kehidupan sehari-hari," Sinta berpendapat. 

Setuju. Namun, bagaimana jika mimpi atau sesuatu yang sudah direncanakan tidak terwujud sama sekali, apakah ada yang salah dengan semuanya? Misalnya tahun lalu, semua resolusinya tidak tercapai, lho. 

“Kalau semua resolusi atau mimpi tidak terwujud berarti ada yang salah,” jawab Sinta. Menurutnya, penyebabnya bisa bermacam-macam, di antaranya: 

1. Resolusinya yang tidak realistis atau achievable. Contohnya, resolusi ingin punya mobil seharga 2 Milyar. Padahal statusnya saat ini masih mahasiswa belum berpenghasilan.

2. Resolusinya tidak membuat kita tertantang untuk mencapainya. Misalnya, karena resolusinya tidak spesifik atau terlalu abstrak, seperti ingin hidup bahagia. "Bahagia itu apa definisinya? Tidur-tiduran seharian, apakah termasuk bahagia atau tertawa bersama orang terkasih? Nah! Resolusi yang tidak spesifik atau terlalu abstrak seperti ini membuat kita kurang tertantang mencapainya," ujar Sinta. 

3. Individunya yang tidak memiliki motivasi internal yang cukup untuk mencapai resolusi. Sebut saja, resolusi ingin kurus. Namun, definisi kurus ini juga masih abstrak. Dan akan sulit mewujudkannya jika kita tidak bisa merinci tujuan-tujuan kecil atau jangka pendek yang berguna untuk mencapai tujuan utama, resolusi tersebut. "Seperti tadi ingin kurus, didefinisikan lagi apakah kurusnya hanya perlu mengurangi berat badan 5 kg, misalnya. Tujuannya jadi lebih jelas, caranya bisa dengan pergi ke gim, diet dan lain sebagainya,” jelasnya.

Jadi jika selama ini mimpi sulit tercapai mungkin karena terlalu mengawang-awang. "Setiap membuat tujuan, rencana, mimpi sebaiknya memang harus SMART— Specific,Measurable, Attainable, Realistic, Timely,” terangnya.

Maksudnya: 

  • Specific: Mimpinya jangan terlalu abstrak atau mengawang.

  • Measurable: Pencapaiannya bisa terukur. Bisa dibantu dengan membuat target-target jangka pendek untuk memudahkannya.

  • Attainable: Sanggup dan mampu mencapainya.

  • Realistic: Tujuan yang mau dicapai sesuai kenyataan alias realistis dengan keadaan saat ini.

  • Timely: Tujuan yang sehat sebaiknya punya jangka waktu. "Baik itu goal jangka pendek maupun jangka panjang. Jadi, kita tahu kapan seharusnya goal itu akan tercapai."

Setelah merumuskan apa cita-citamu tahun ini, "jangan lupa untuk memotivasi diri sendiri, itu sangat penting!” Sinta mengingatkan. “Motivasi bisa berasal dari diri sendiri dan lingkungan. Kalau kedua hal tersebut bisa memberikan motivasi pasti kita juga lebih bersemangat untuk mencapai tujuan,” tegasnya. 

Jadi, apa cita-cita dan mimpi tahun ini?