Trik Menghadapi Orang-orang Palsu yang Bertebaran di Sekelilingmu

Trik Menghadapi Orang-orang Palsu yang Bertebaran di Sekelilingmu
ISTOCK

Kamu pasti kenal (paling tidak) satu orang.

Bulu mata palsu membantu, tapi tidak orang palsu. Kebiasaan mereka di antaranya: suka berbicara palsu (mengaku A, padahal B), bertingkah laku layaknya teman padahal palsu (saat sedang menempel, di kala susah lari ala cheetah), baiknya palsu (baik dengan orang-orang penting atau kalau ada maunya, tapi kurang ajar dengan orang biasa), palsu memperhatikan orang (padahal sebenarnya ingin menjadi pusat perhatian), tukang janji palsu (mengumbar tapi jarang ditepati), kritikus palsu (mengkritisi orang dengan motivasi agar terlihat baik dan hebat), lambe turah palsu (suka banget bergosip tanpa sumber yang jelas)—dan tidak suka bulu mata palsu (karena takut bersaing). Bagaimana cara menghadapi orang-orang seperti ini? Berikut beberapa tips yang bisa kamu praktekkan agar hidupmu tidak tertulari kepalsuan. 

1. Jauhi dan Batasi Interaksi

Cara yang tepat dan mudah adalah dengan menghindarinya dan membatasi frekuensi bertemu. Namun, jika orang seperti ini ada dalam lingkaran pertemananmu dan (mau tidak mau) seringkali bersua dan bertukar sapa, jaga jarak dan kurangi bercakap atau mendengarkan gosipnya.

2. Jangan Bereaksi Berlebihan

Tahan emosi! Yep, itulah cara terbaik untuk menangani perilaku orang-orang seperti ini. Di depannya jaga emosi, pasang muka joker agar hawa negatifnya tidak mempengaruhi pikiran dan hatimu. Namun, jika orang tersebut melakukan sesuatu melampaui batas kesabaran manusia biasa (anggapannya adalah kamu manusia biasa), sampaikan bahwa perilakunya tersebut sudah terlalu jauh.

3. Jangan Merendahkan Diri

Ada yang bilang saat berhubungan dan berinteraksi dengan orang palsu, kita juga harus palsu. Ternyata itu salah! Ini kontraproduktif karena artinya kamu dan dia tidak ada bedanya. Tahan dorongan untuk membalas orang-orang palsu dengan cara berlaku merendahkan diri sendiri. Taktik tersebut tidak akan membuat mereka kapok, malahan menjadikan mereka semakin besar kepala dan hebat.

4. Investigasi

Oke, ini mungkin membutuhkan usaha karena kamu harus bertindak selayaknya detektif yang mencari tahu alasan di balik kebiasaan dan perilakunya tersebut. Namun, setelah tahu mungkin akan lebih mengerti dia dan akhirnya mencari cara untuk menghadapinya. Ajukan pertanyaan-pertanyaan kepadanya dengan sopan dan hormat. 

5. Jangan Pernah Menceritakan Masalah Pribadi