Cara Memastikan Kamu Mengonsumsi Lebih Banyak Lemak 'Baik'

Cara Memastikan Kamu Mengonsumsi Lebih Banyak Lemak Baik
ISTOCK

Karena tubuh butuh lemak. 

Suka atau tidak, kita butuh lemak. Sekali lagi: tubuh l-e-m-a-k (semoga menyebutnya dua kali tidak menambah tonjolan lemak di perut, ya). 

Untuk menyegarkan ingatan, lemak dibutuhkan tubuh "sebagai bahan kabar, untuk menyerap nutrisi lain, membantu meregulasi inflamasi, pergerakan, pembekuan darah, dan membuat membran-membran yang mengelilingi sel-sel dan sarung yang menutupi saraf," tulis Eva Selhub, M.D, seorang ahli kesehatan di mindbodygreen

Jika kamu masih skeptis dan anti-lemak—yep, tidak semua lemak memiliki predikat yang sama. Sejauh ini jenis lemak terburuk adalah lemak trans yang dibuat oleh manusia (penelitian menyebutkan bisa meningkatkan risiko penyakit jantung, diebetes tipe 2). "Jika kamu melihat tulisan ''hydrogenated' atau 'partially hydrogenated oil' pada label makanan, berlarilah menjauh," saran Selhub. Di mana biasanya kamu akan menemukannya? Misalnya di margarine, sebagian besar makanan olahan, kue kemasan, kue beku, dan pizza. (Oh, tidak!) Dan lemak "baik" adalah lemak tak jenuh, atau lemak cair. Biasanya terkandung di alpukat, olive oilsesame oil, safflower oil, kacang-kacangan, ikan, dan biji-bijian.

Berita baiknya, tubuh kita mampu memproduksi semua lemak esensial, kecuali dua polyunsaturated fats: alpha-linoleic acid (ALA) yakni sebuah asam lemak omega-3 dan linoleic acid (LA), yang adalah asam lemak omega-6. Satu-satunya cara mendapatkan lemak-lemak tersebut adalah melalui makanan yang kamu konsumsi. Sialnya, makanan modern mengandung terlalu banyak omega-6 yang ditengarai berkaitan dengan peningkatan risiko kanker, obesitas, asma, depresi dan kondisi psikiatris lainnya. Salah satunya adalah kentang goreng dan onion rings yang selalu membuat air liurmu meleleh itu. Lalu bagaimana memastikan asupan lemak sehat cukup dan badan tetap sehat? Selhub menyarankan beberapa tips ini:

1. Katakan iya tidak pada minyak sayur kaya omega-6

Contohnya, sunflower oil, corn oil, soybean oil, peanut oil. Jika memungkinkan masak makananmu dengan menggunakan minyak rendah asam lemak omega-6 termasuk flaxseed oil atau yang kaya lemak jenuh seperti coconut oil, palm oil, butter, dan olive oil

2. Konsumsi makanan hewani yang kaya akan omega-3

Terutama makanan laut seperti salmon, ikan kembung, ikan haring yang memiliki level asam lemak omega paling tinggi. 

3. Kunyah biji-bijian dan kacang-kacangan

Di antaranya walnut, almond, flaxseed dan chia seed yang memberikan jenis lemak omega ketiga yakni, alpha-linolenic acid (ALA) yang merupakan lemak penting dan digunakan tubuh sebagai sumber energi. 

HALAMAN
12