Apakah Punya Pacar Imajiner Membantu Kehidupan Percintaanmu?

Apakah Punya Pacar Imajiner Membantu Kehidupan Percintaanmu?
ISTOCK

Semuanya tergantung.

Monica di serial Friends punya pacar imajiner bernama Jared—siapa nama pacarmu yang hanya ada di bayanganmu (dulu atau/dan sekarang)?

Memiliki pacar khayalan sangat efektif terutama ketika pertanyaan "kapan nikahnya" (di kondangan atau acara keluarga) tidak lagi mempan dengan jawaban "doakan saja" atau cengiran miris atau tatapan sinis. Namun, sialnya, saking sering digambarkan, sering kali si bayangan menjadi "nyata". 

Seorang psikolog klinis dewasa, Rena Masri, M. Psi, Psikolog., dari Q Consulting dan juga pendiri Cinta Setara, mengatakan: “mengkhayal adalah di mana seseorang membayangkan suatu hal atau kejadian yang belum terjadi saat ini. Atau membayangkan kejadian yang mereka inginkan untuk terjadi di masa depan. Serta, mengingat kejadian yang telah berlalu.”

Ah, siapa sih, yang tidak pernah berkhayal. Terutama ketika hujan turun, secangkir gelas di tangan dan situasi hati sedang melo. 

Dalam definisi yang lebih luas, Rena menerangkan bahwa berkhayal (seperti banyak hal di dunia ini) dua sisi, negatif dan positif. Positif dalam artian aktivitas tersebut bisa melatih otak, menjadikan diri lebih kreatif, dan berempati lebih. Namun, eits... tunggu dulu, ada "persyaratannya", yakni sepanjang khayalan tersebut masih dalam batas wajar dan tidak berlebihan. Misalnya, kamu berkhayal bisa liburan ke Sri Lanka tahun depan adalah sesuatu yang wajar. 

Di sisi lain, berkhayal juga bisa memberikan dampak negatif jika kita melakukannya dalam seperti pungguk merindukan bulan. Contohnya, kita menjadi terobsesi menciptakan citra tertentu di media sosial, hingga pada tahap bingung membedakan mana yang realita dan maya. "Jika hal ini yang terjadi, maka khayalan tersebut sudah merupakan gangguan dan harus segera ditangani,’ sarannya. 

Ditegaskan sekali bahwa imajinasimu boleh liar, termasuk tentang pacar atau pasangan. Pertanyaannya adalah apakah dengan mengaku memiliki pasangan (yang sebenarnya itu tidak ada), apakah hal ini dapat menyelesaikan masalah status percintaanmu?

“Saat pertanyaan 'mana pacarnya?' atau 'kapan menikah?' itu datang, untuk sebagian orang menjadi sebuah momok yang menakutkan, terkadang menyebabkan kita menghindari pertemuan atau acara agar tidak perlu berhadapan dengan pertanyaan-pertanyaan itu. Jika sedang dihadapkan dengan pertanyaan itu, banyak orang yang mengaku bahwa pacarnya sedang pergi. Padahal itu hanya khalayan semata. Nah, biasanya khayalan ini dibuat agar si penanya puas dan tidak menanyakan lebih lanjut tentang kehidupan percintaan kita,” jawab Rena.

Jadi, apakah itu taktik yang normal untuk mengelak dan memuaskan telinga penanya?

“Seperti yang sudah dijelaskan di atas, jika khayalan menjadi berlebihan dan akhirnya membuat seseorang benar-benar merasa bahwa ia memiliki seorang pacar, melakukan berbagai hal dengan pacarnya dan bahkan terobsesi, ini yang harus kita khawatirkan. Dan, jika memang sudah sulit bagi seseorang untuk membedakan mana realitas dan mana khayalan, tentu saja ini sudah menjadi sebuah gangguan psikologis. Apalagi sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, yang membuat tidak fokus, tidak berkonsentrasi, sering melamun, asyik dengan dunianya sendiri, sulit tidur, sulit bersosialisasi ini yang harus diwaspadai,” katanya.

HALAMAN
12