Fenomena Sugar Daddy, Ini Fakta yang Jarang Dibicarakan!

Fenomena Sugar Daddy, Ini Fakta yang Jarang Dibicarakan!
Sugar Daddy

Sering kali dicap buruk, hubungan sugar daddy dan kekasihnya menyimpan banyak hal yang nggak diketahui orang. Simak faktanya berikut ini!

Banyak orang menganggap fenomena sugar daddy sebagai suatu hal negatif yang awam diperbincangkan. Padahal, ada banyak fakta tersembunyi dari sugar daddy yang jarang diketahui masyarakat.

Agar lebih memahami fenomena tersebut, simak sederet informasi sugar daddy yang jarang dibicarakan ini!

Fakta dibalik fenomena sugar daddy

Makna dari sugar daddy

Sugar daddy
Sugar daddy

Sugar daddy adalah lelaki kaya berusia 40 tahun ke atas yang mencari "kesenangan" dari gadis-gadis muda yang membutuhkan kompensasi. Sedangkan para gadis penerima "hadiah" dari sugar daddy dikenal dengan istilah sugar baby.

Jika merujuk pada kamus Merriam-Webster, sugar daddy dapat diartikan sebagai sebutan untuk pria dewasa kaya yang menghabiskan uangnya demi membelanjakan kekasih maupun simpanannya berbagai barang. Kekasih atau simpanan tersebut biasanya berusia jauh lebih muda.

Baca juga: Mimpi Mau Menikah, Apakah Jadi Pertanda Buruk?

Hubungan sugar daddy dan sugar baby

Sugar daddy dan sugar baby
Sugar daddy dan sugar baby

Business Insider menjelaskan, hubungan antara sugar daddy dan sugar baby sering kali disebut dengan sugar dating. Yaitu hubungan dimana wanita yang lebih muda berpasangan dengan pria lebih tua agar bisa memenuhi kebutuhannya secara finansial, dengan imbalan wanita tersebut bersedia menjadi 'teman' romantis sang pria.

Perlu digaris bawahi juga, hubungan yang terjalin antara sugar daddy dan sugar baby bukan didasari oleh cinta melainkan kebutuhan. Oleh karenanya, mereka nggak merasa dirugikan jika dimanfaatkan secara finansial oleh sugar baby-nya, karena mereka menikmati komitmen seperti itu.

Bahkan sebelum menjalin hubungan, biasanya mereka akan menulis perjanjian yang disesuaikan dengan kondisi kedua belah pihak.

Dimanfaatkan menjadi lahan bisnis

Sugar daddy
Sugar daddy

Bisnis sugar daddy diubah menjadi lahan bisnis oleh seorang lulusan MIT, bernama Brandon Wade. Pada 2006, ia meluncurkan Seeking Arrangement, situs kencan khusus para pria tua kaya yang mencari sugar baby, atau sebaliknya, wanita muda yang mencari pria lebih tua.

Pada awalnya, situs tersebut dibuat untuk membantu mahasiswa MIT dan eksekutif perusahaan teknologi untuk mendapatkan relasi cinta yang memuaskan. Situs ini juga memprioritaskan jumlah pendapatan yang dihasilkan penggunanya. Anggota SeekingArrangement berpendapatan tahunan rata-rata $250 ribu (Rp3 miliar) serta kekayaan bersih senilai $1,5 juta (Rp21 miliar).

Sejauh ini, pengguna SeekingArrangement mencapai lebih dari tiga juta orang di Amerika Serikat dan Eropa. Di Asia sendiri, terutama di kawasan Cina dan Hong Kong, anggotanya cukup banyak, yaitu 101.683 pengguna. Dari angka tersebut, 44% berasal dari perguruan tinggi.

Baca juga: Berhubungan Intim Saat Hamil Muda, Bahaya Nggak Sih?

Nggak melulu soal seks

Sugar daddy
Sugar daddy

Sebagian besar orang berpikir negatif tentang sugar daddy dan sugar baby karena adanya seks di luar nikah di antara mereka. Bahkan, nggak sedikit orang yang menyamakan sugar baby dengan PSK (Pekerja Seks Komersial), yang mendapatkan uang dengan seks.

Faktanya, nggak semuanya begitu, lho. Ada sugar baby yang benar-benar memanfaatkan uang dari sugar daddy untuk pendidikan. Ada yang bekerja untuk mencukupi kebutuhan dia dan keluarganya. Lalu, ada juga sugar baby yang memang berperan sebagai pacar sugar daddy, namun nggak ada kata seks di antara mereka.

"Dalam hubungan bersama sugar daddy, orang yang lebih tua akan memberikan pasangannya yang lebih muda uang untuk membayar tagihan-tagihan, sewa rumah, membeli baju/perlengkapan kecantikan pribadi dan sebagai gantinya dia akan ditemani dalam level hubungan apapun yang telah mereka sepakati," tulis David J. Neal dari Miami Herald.

Tak semanis yang dibayangkan

Sugar daddy
Sugar daddy

Tidak semua nasib sugar baby berakhir menyenangkan. Beberapa di antaranya mungkin mampu membiayai perkuliahan dan mendapatkan barang-barang kelas atas. Namun, nggak sedikit juga yang berakhir mengenaskan; disiksa secara fisik hingga diancam dibunuh.

Sejak awal, konsep relasi sugar daddy dan sugar baby memang kontroversial. Selain lekat dengan anggapan prostitusi dan perdagangan perempuan, fenomena ini juga kerap membuat perempuan jadi korban kekerasan.

Di lain sisi, relasi antara dua pihak tersebut turut menghadirkan risiko Infeksi Menular Seksual (IMS) akibat pola seksual yang nggak sehat.

Meski demikian, masih ada sugar baby yang beranggapan bahwa apa yang dilakukannya aman dan nggak membahayakan.

Selanjutnya: Masturbasi bagi wanita masih dianggap sebagai hal menyimpang, benarkah hal itu justru berbahaya bagi kesehatan?

Loading Facebook Comment ...