Bagaimana Memupuk Rasa Cinta Indonesia pada Anak

Bagaimana Memupuk Rasa Cinta Indonesia pada Anak
WOOP.ID
Bagaimana Memupuk Rasa Cinta Indonesia pada Anak

Aku cinta Indonesia.

Tiga kata itu mungkin sudah jarang terdengar dari mulut anak-anak Indonesia saat ini. Terlebih, sepertinya, paling tidak di Jakarta, begitu banyak anak yang lebih fasih berbahasa Inggris daripada bahasa Indonesia (berkat menimba ilmu di sekolah internasional). Beberapa orangtua menjustifikasi bahwa kemampuan berbahasa asing bagus untuk masa depan mereka. Akan tetapi, seorang teman berkebangsaan WNA mengingatkan bahwa jangan sampai kemampuan tersebut didapat dengan "harga menukar dan akhirnya kehilangan identitas sebagai WNI". Menilik beberapa fakta tersebut, lantas apakah bisa langsung disimpulkan bahwa mereka tidak cinta Indonesia? Menurut Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., seorang psikolog anak dan keluarga, “Anak-anak, apalagi yang usianya di bawah 7 tahun, kemampuan berpikirnya kongkrit. Artinya, mereka baru paham ketika apa yang diajarkan kepadanya dapat dilihat, diraba, atau dirasakan langsung, bukan hanya untuk didengar saja. Selain itu keluasan wawasan dan kosakatanya pun masih terbatas, sehingga kita perlu menyampaikannya dengan bahasa yang sederhana, yaitu dengan kalimat singkat dan mudah dimengerti. Berarti kalau kita hanya menceritakan saja betapa indahnya Indonesia, atau betapa pentingnya kita mencintai Indonesia, kemungkinan tidak akan mereka pahami.”

Dengan berbagai isu nasionalisme yang terjadi beberapa bulan belakangan, tidak hanya orang dewasa yang perlu diingatkan dan ditanamkan kembali tentang Indonesia dan rasa nasionalisme, tapi juga anak-anak. Dan menurut Anna, para orangtua memiliki peran besar untuk memupuk rasa cinta tanah air itu dari sekarang. Apa saja yang bisa dilakukan? Berikut saran darinya: 

1. Memperkenalkan anak dengan orang-orang dari suku bangsa dan agama yang berbeda dari keluarga kita sendiri.

Perkenalkan perbedaan secara positif. Misalnya, ketika ada anak yang memiliki kulit hitam sementara si kecil kulitnya kuning kecokelatan, sebagai orangtua, kita bisa memberitahukan si kecil bahwa mereka berasal dari daerah yang memiliki pantai dengan matahari yang panas.

2. Perlihatkan foto-foto tentang Indonesia.

Foto ini bisa berupa tentang adat istiadat, pemandangan alam, budaya, suku, makanan, dan lainnya. Dan jangan lupa untuk mendeskripsikan/ menjelaskan tentang foto-foto tersebut kepada anak.

3. Ajak anak untuk berlibur ke berbagai tempat/ daerah di Indonesia.

Usahakan untuk tidak datang ke tempat yang sudah sering dikunjungi karena Indonesia memiliki berbagai tempat wisata, pemandangan, budaya & adat istiadat, serta makanan yang berbeda di setiap daerahnya. Dan satu lagi, berhentilah mengajak mereka berlibur keluar negeri.

4. Gunakan bahasa Indonesia.

Tunjukkan bahwa dalam segala hal dan perbedaan yang ada, ternyata orang-orang yang si kecil temui bisa berbahasa Indonesia.

5. Ajarkan anak tentang tradisi dan budaya Indonesia.

Banyak tradisi dan budaya yang ada di Indonesia. Sebagai orangtua, kita bisa lebih memilih memasukkan si kecil ke sanggar tari tradisional, dibandingkan balet. Atau, ketika acara 17 Agustusan, kita bisa mengajak mereka untuk menonton dan mengikuti perlombaan yang diadakan di lingkungan rumah. Kedua hal itu bisa membuat anak lebih cinta dengan tanah airnya.

6. Gunakanlah barang buatan Indonesia.

Berikan si kecil mengertian dan penjelasan bahwa produk buatan dalam negeri juga bagus, tidak kalah dengan produk luar negeri.

Selain keenam cara di atas, Nina juga menambahkan: “Jangan lupa ajak anak untuk melakukan hal-hal yang berbau nasionalisme, seperti, menaikkan bendera, mengajarkan lagu Indonesia Raya dan lagu nasional lainnya, dan ajarkan bahasa Indonesia yang baik dan benar.”