Penyebab Sariawan Pada Bayi Dan Cara Menanganinya

6 Penyebab Sepele Sariawan Pada Bayi dan Cara Menanganinya
ilustrasi bayi nangis

Jangan sepelekan sariawan pada si kecil ya Ma! Ternyata ini penyebab sariawan pada bayi dan bagaimana cara menanganinya dirumah

WOOP.ID - Sariawan memang penyakit yang bisa menyerang siapa saja. Bukan hanya orang dewasa, namun bayi pun bisa terkena penyakit yang menyerang bagian mulut ini. Sariawan yang terjadi pada bayi umumnya saat bayi berusia 2 bulan keatas. 

Sariawan pada bayi merupakan salah satu gangguan kesehatan yang normal dan wajar terjadi kepada si kecil. Tetapi bila luka ini muncul, rasa perihnya bisa membuat si kecil rewel dan tidak mau menyusu atau makan. 

Sariawan adalah luka terbuka berukuran kecil, dengan permukaan berwarna putih atau kekuningan. Luka ini bisa muncul di bagian pipi dalam, bibir bagian dalam, lidah, gusi, dan langit-langit mulut.

Luka sariawan pada umumnya muncul satu per satu di lokasi yang berbeda. Tetapi ada kalanya, terjadi sariawan parah dengan jumlah luka lebih dari satu atau lokasinya berkelompok di dalam mulut. 

Pada umumnya, sariawan pada bayi bukanlah masalah kesehatan yang serius atau berbahaya. Namun, karena terasa perih saat minum, makan, atau saat tersentuh, bayi menjadi tidak mau makan dan minum. Dalam kondisi tersebut, dikhawatirkan bayi berpotensi terkena dehidrasi atau kekurangan cairan. 

Sebenarnya, penyebab sariawan yang terjadi pada bayi belum diketahui secara jelas penyebabnya. Sebagian menyebutkan bahwa sariawan pada bayi bisa disebabkan oleh infeksi jamur, yaitu jamur candida albican. Walaupun demikian, bagi orang tua diperlukan kepekaan untuk mendeteksi hal yang memicu terjadinya sariawan pada si kecil. 

Penyebab Sariawan Pada Bayi Paling Umum

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti penyebab terjadinya sariawan pada bayi. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut beberapa penyebab kemungkinan terjadinya sariawan pada bayi. 

  • Kekurangan asupan makanan dan vitamin tertentu. Misalnya, kurang asupan asam folat, vitamin B12, dan zat besi. 
  • Memiliki alergi terhadap makanan tertentu.
  • Sensitif terhadap buah yang rasanya asam. Seperti jeruk dan strawberry.
  • Luka pada mulut akibat tidak sengaja menggigit lidah atau bagian dalam bibirnya saat menyusu.
  • Infeksi akibat jamur, bakteri, atau virus tertentu.
  • Akibat penyakit lain seperti celiac atau radang usus.

Selain itu, sariawan juga bisa diturunkan dalam keluarga dan bisa juga terjadi saat bayi mengalami stress.

Jenis Sariawan pada Bayi dan Anak

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), beberapa jenis sariawan yang bisa muncul pada bayi dan anak-anak adalah sebagai berikut :

1. Stomatitis Aphtousa.

Ini merupakan jenis sariawan yang paling banyak terjadi pada bayi dan anak. Penyebab dari sariawan ini biasanya karena luka atau trauma yang terjadi pasca tergigit atau tergores sikat gigi.

2. Oral Thrush.

Jenis sariawan yang dikenal dengan kandidiasis mulut karena disebabkan oleh infeksi jamur Candida Albicans. Sariawan ini kerap terjadi pada anak yang memiliki daya tahan tubuh lemah atau sering minum antibiotik dalam jangka waktu lama. 

3. Stomatitis Herpetic.

Jenis sariawan yang satu ini disebabkan oleh virus herpes simplex yang kerap terjadi pada bayi dan anak jika ada virus yang mewabah dan daya tahan tubuh si kecil rendah.

4. Sariawan penyakit Hand, Foot, dan Mouth Disease.

Luka jenis sariawan ini biasanya banyak dan terasa sangat nyeri, bersamaan dengan timbulnya lesi kulit atau bagian pada kulit yang memiliki kerusakan, pertumbuhan jaringan abnormal, di telapak tangan dan kaki. Jika si kecil mengalami jenis sariawan seperti di atas, maka sebaiknya Mama segera membawanya ke dokter atau tenaga kesehatan untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut.

Cara Mengatasi Sariawan pada Bayi

Sariawan pada bayi sebenarnya pada umumnya dapat sembuh dengan sendirinya dalam rentan waktu satu minggu.

Namun, bukan berarti Mama bisa membiarkannya begitu saja. Sariawan menimbulkan rasa perih dan tidak nyaman pada mulut bayi, sehingga perlu dilakukan penanganan.

Berikut beberapa cara yang bisa Mama lakukan untuk mengatasi sariawan pada si kecil,  antara lain:

1. Kompres dengan es batu untuk membuat area munculnya sariawan mati rasa.

Cara Menghilangkan Minyak di Wajah - Terapi es batu
es batu

2. Manfaatkan ASI. Bagi bayi dibawah umur 6 bulan, ASI merupakan obat terbaik untuk mengatasi sariawan.

Ibu Menyusui
Ibu Menyusui

3. Berikan bayi larutan yang terdiri dari air, garam, dan soda kue. Setelah larutan selesai dibuat, celupkan kapas dan tempelkan ke sariawan. Lakukan sebanyak 3-4 kali sehari.

ISTOCK
ISTOCK

4. Berikan si kecil makanan lunak. Agar luka sariawan tidak terus tersenggol saat makan, berikan makanan lunak pada bayi yang sudah bisa maka. Misalnya, bubur atau oatmeal. Bila ingin memberikan buah, Ibu bisa menjadikannya jus terlebih dahulu

ilustrasi makanan bayi
ilustrasi makanan bayi

5. Oleskan minyak kelapa murni. Minyak kelapa mengandung asam kaprilat yang bisa melawan pertumbuhan jamur dan bakteri pada mulut bayi. 

minyak kelapa untuk sariawan
minyak kelapa untuk sariawan

6. Menjemur bayi di matahari pagi dapat meningkatkan daya tahan tubuh yang kuat dan dapat menangkan sariawan secara alami. Menjemur bayi selama 15-30 menit sudah cukup untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya.

menjemur bayi di pagi hari
menjemur bayi di pagi hari

7. Menjaga kebersihan gigi bayi. Rutin menggosok gigi si kecil secara rutin minimal 2 kali sehari guna mengurangi resiko terjadinya sariawan pada si kecil karena kondisi mulut yang tidak bersih.

ilustrasi membersihkan mulut bayi
ilustrasi membersihkan mulut bayi

Selama si Kecil mengalami sariawan, hindari memberinya makanan yang terlalu panas atau asam, karena dapat membuat mulutnya menjadi perih. 

Nah, itulah beberapa tips yang sudah Woop berikan untuk Mama dalam menangani sariawan pada si kecil.

Apabila Mama khawatir jika sariawan pada si kecil tidak kunjung membaik dalam waktu lebih dari 2 minggu, atau bahkan disertai demam, ruam kulit, penurunan berat badan, dan pembengkakan kelenjar getah bening, segerakanlah bawa si Kecil ke dokter ya Ma, agar dapat dilakukan penanganan yang tepat.

Dokter biasanya akan meresepkan obat seperti ibuprofen atau paracetamol dengan dosis yang tepat untuk bayi sebagai pereda nyeri. Semoga membantu ya Ma!

Baca: Langkah Efektif Mengeluarkan Dahak Pada Bayi Dengan Aman

Baca: Ini Kenapa Minyak Telon Bisa Berbahaya untuk Bayi

Baca: Sariawan Mengganggu? 7 Bahan Ini Dapat Jadi Obat Sariawan