Tuesday, 05 March 2019

Baru Tahu, ‘Cheating’ Saat Diet Bisa Bantu Turunkan Berat Badan

img detail
iStock

Studi mengajarkan, kamu memang perlu ‘cheating’ saat diet. Kenapa ya?

Sejumlah perempuan mengakui kalau ia beberapa kali cheating saat sedang diet penurunan berat badan. Salah satu cara menurunkan berat badan dengan diet pada hari kerja lalu sesekali cheat meals di hari libur. Apa kamu salah satunya?

Cheating di sini berarti kamu mengonsumsi makanan yang sedang dipantang. Misalnya makanan tinggi gula atau lemak, walau dipantang karena sedang diet penurunan berat badan kamu tetap memakannya. Namun tenang saja ladies, ini tidak salah kok.

Bahkan sebuah penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Tasmania menemukan bahwa orang yang cheat meals saat diet penurunan berat badan bisa lebih cepat turun dibanding tidak sama sekali cheating. Penelitian dilakukan terhadap 51 orang yang dibagi menjadi dua kelompok.

Kelompok pertama tidak melakukan cheating selama diet penurunan berat badan yang dilakukan dalam waktu satu bulan. Kelompok kedua cheating pada dua minggu terakhir sebelum waktu habis. Hasilnya menunjukkan, kalau orang yang menjalankan diet selama dua minggu dan tidak membatasi kalori mereka dua minggu ke depannya alias cheating kehilangan berat badan lebih banyak. 

Wow, baru tahu. 

Pertanyaannya, kenapa kamu perlu cheating saat diet penurunan berat badan?

Saat diet, kamu berarti mengalami defisit kalori dengan makan lebih sedikit dari yang dibakar dalam sehari. Dengan defisit kalori maka tubuh harus menggunakan lemak yang tersimpan sebagai bahan bakar untuk menjaga energimu, yang akhirnya bisa membantumu menurunkan lebih banyak berat badan.

Cheating juga bisa meningkatkan metabolisme dengan meyakinkan tubuh kalau diet sudah selesai. Studi mengatakan kalau kamu tidak pernah cheating dari dietmu itu mungkin bisa menjadi salah satu alasan kenapa ada hasrat ingin berhenti diet di tengah jalan. 

Itu karena cheat meals membantu menurunkan berat badan dengan dua cara, yakni jalur metabolisme tubuh serta motivasi. Hormon leptin membuatmu merasa kenyang. Jadi saat diet untuk waktu yang lama, kadar leptin menurun dan kamu menjadi peka terhadap rasa kenyang. Sensitivitas yang meningkat membuatmu merasa lebih lapar. 

Saat kamu cheating, insulin dilepaskan yang meningkatan leptin ke otakmu sehingga membuatmu merasa puas. Memiliki hari-hari untuk melakukan cheating secara teratur mungkin sebenarnya bisa membuatmu makan lebih sedikit kalori karena ketika kadar leptin meningkat, kamu jadi cepat puas.

Berbeda kalau kamu diet penurunan berat badan terlalu ketat. Kamu akhirnya merasa serba ‘kurang’ makan. Ada perasaan penolakan dalam diri, kacau, hingga akhirnya berencana makan lebih banyak kalori di suatu waktu.

Intinya, nikmati diet yang kamu lakukan. Jika dirasa perlu cheating, jadwalkan saja agar lebih ada motivasi untuk diet berkelanjutan. Setiap perempuan memiliki jalur diet berbeda-beda dan jangan dipaksakan ya...

Kamu setuju?

 

Selanjutnya: Kamu sedang diet atau pernah tahu tentang diet keto? Coba lebih pintar dengan mengetahui hal-hal mengenai diet keto yuk. 


MORE ARTICLES


POPULAR ARTICLES
MORE CAREER
MORE TRAVEL
MORE INTERVIEW
MORE BEAUTY & STYLE
MORE MONEY
MORE HEALTH
MORE RELATIONSHIP
MORE HOUSE DECOR