7 Hal yang Wajib Kamu Tahu Sebelum Mani Pedi

7 Hal yang Wajib Kamu Tahu Sebelum Mani Pedi
ISTOCK

Gemar melakukan mani pedi? Hmm, ada beberapa hal yang harus kamu ketahui sebelum melakukan perawatan ini lho! Apa saja? Keep scrolling!

Surga dunia setelah Senin-Jumat bekerja bagai kuda, dicambuk, dan didera: duduk santai di salon, suasana tenang, mata terpejam, dan nail technician memegang kuku kaki dan tangan, serta berusaha mempercantiknya. Ah, manicure dan pedicure! Namun, sebelum membayangkan surga dunia tersebut di akhir pekan ini atau kapanpun, ada baiknya kamu tahu hal-hal berikut ini agar segala proses berjalan lancar.

1. Jangan cukur kakimu sebelum pedicure.

Pada tahun 2000, 13 perempuan di California membuat heboh karena terkena Mycobacterium fortuitum—sebuah infeksi bakteri yang yang tersebar melalui luka terbuka yang menyebabkan benjol berwarna dan penuh nanah—dari tuba pedicure yang terinfeksi. Setelah diselidiki, semua perempuan memiliki satu kesamaan, yaitu mereka mencukur kaki mereka sebelum ke salon.

Hal ini tentu menyebabkan torehan dan luka luar yang membuat kulit mereka rentan terhadap infeksi. Meskipun setiap salon kuku diharuskan dan biasanya memang berusaha menjaga kesterilan alat-alat mereka, tidak ada salahnya lho jika kamu melindungi dirimu dengan menunda mencukur kaki sampai pedicure selesai. Tidak perlu cemas dan berpikiran bahwa nail technician-nya akan histeris dan horor melihat kondisi kakimu karena mereka biasanya ahli menjaga ekspresi dan sebagian besar hanya tertarik pada jari-jarimu.

2. Jangan takut untuk menanyakan kebersihan peralatan.

Sebagian besar salon tidak akan langsung mengamuk dan mengusirmu dari lokasi. Asalkan kamu tanyakan dengan sopan, mereka akan menjelaskan bahwa peralatan yang dipakai dalam kondisi steril. Peralatan yang steril menjadi hal yang sangat penting karena beberapa penyakit dapat menular melalui penggunaan alat bersama-sama ini. Jadi, jangan sungkan untuk menyinggung hal tersebut kepada nail techinician-mu ya!

3. Ngobrol di ponsel... hm...

Biasanya bukan masalah, selama percakapannya sebentar, tidak panjang, tidak teriak-teriak (dan menganggu ketenangan orang lain yang datang untuk relaksasi). Selain itu, pastikan untuk tidak terlalu serius dengan ponsel, sampai-sampai kamu tidak dengar instruksi untuk memindahkan kaki. Duh! Nanti jadi treatment yang tak berujung.

4. Bersihkan kakimu sebelum tiba di salon.

Sebagai salah satu bentuk penghargaan terhadap nail technician, pastikan untuk mencuci kaki sebelum datang ke salon. Tidak perlu memotong kuku kaki atau membersihkan cat kuku lama, tapi cuci kaki dengan air dan sabun untuk menghindari bau. 

Baca Juga: 4 Perawatan Tradisional Indonesia yang Perlu Kamu Coba

5. Pikirkan apa yang akan kamu pakai.

Karena logikanya kamu akan berada di kursi dengan posisi kaki terbuka, bisa dipastikan rok bukanlah pilihan yang tepat. Selain itu, kamu juga perlu menggulung celana ke atas, jadi hindari skinny jeans. Bawa flip flops atau sepatu/ sandal dengan bagian jari kaki terbuka untuk dipakai sesudah pedicure, karena cat kuku membutuhkan paling tidak dua jam untuk menempel dengan sempurna.

6. Nail technician bukan ibu peri...

Yang bisa menyulap kuku dengan kondisi kutikula rusak atau kuku kaki kapalan langsung indah dan cantik dalam waktu satu jam. Oleh karena itu, jaga kesehatan kukumu di rumah! Caranya sama sekali tidak terlalu rumit kok, gunakan semua produk kecantikan yang kamu miliki, yang dirasa terlalu berminyak untuk pemakaian di wajah dan ingin dibuang. Produk tersebut sebenarnya sangat cocok untuk kaki lho!