7 Dekorasi yang Bisa Membuatmu Lebih Bahagia di Rumah

7 Dekorasi yang Bisa Membuatmu Lebih Bahagia di Rumah
ISTOCK

Dengarkan dan lakukan saran ini.

Entah itu rumah kontrakan, masih menyicil, beli sendiri atau dihibahkan dari orangtua—ada baiknya kamu bahagia di dalamnya. Salah satu caranya adalah mendandaninya dengan benar. Sebuah survey yang melibatkan enam ribu responden, hampir 90 persen setuju bahwa desain rumah mempengaruhi kebahagiaan. Lebih dari sekedar tempat tinggal atau simbol kekayaan, rumah adalah tempat istirahat dan aman menjadi diri sendiri. Ingin memakai daster seharian tanpa lipstik atau maskara atau concealer sehingga terlihat jelas lingkaran super hitam di sekitarnya—konsekuensi ekstrim adalah anggota keluarga lain ketakutan atau memfoto wujud asli dan mempostingnya di media sosial. Sudah biasa. Mau gaya apa?

Lantas, dekorasi rumah seperti apa yang dibutuhkan untuk merasa bahagia di dalamnya? Berikut beberapa faktor yang bisa dibawa ke dalam interior rumah dan membuat perasaanmu lebih sejuk.

1. Warna Cat Dinding

Ini penting, karena dinding adalah hal pertama yang kamu lihat saat tiba dan berperang di luar. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa  seluruh warna pelangi, warna hijau dan kuning merupakan warna yang mampu membangkitkan perasaan bahagia.

2. Bunga di Atas Meja

Bunga memang akan selalu bisa membuat sesuatu menjadi terlihat manis. Penelitian yang dilakukan oleh Rutgers menemukan bahwa kehadiran bunga memicu emosi bahagia dan meningkatkan kepuasan hidup. 

3. Foto-foto

Tidak semua kenangan harus selalu dilupakan, apalagi yang bersifat membahagiakan dan membanggakan dan terabadikan di dalam foto. Cobalah untuk memajang foto-foto lama itu di sekitar rumah. Sebuah study dari University of Portsmouth menemukan bahwa foto-foto kenangan mampu memberikan perasaan positif dan tenang saat melihatnya.

4. Tempat Tidur Rapi 

Siapa sangka jika ternyata membereskan tempat tidur sendiri secara benar bisa mempengaruhi kebahagiaan. Menurut sebuah survei sebagian besar orang yang membereskan tempat tidurnya sendiri (sebelum melakukan aktifitas yang lain) menganggap diri mereka lebih bahagia. Sementara lebih dari setengah responden yang tidak membereskannya mengatakan bahwa mereka kurang bahagia.