Bagaimana Memastikan Punya Anak Tidak Merusak Hubungan Suami Istri

Tanya Psikolog : Punya Anak Bisa Merusak Hubungan?
ISTOCK

Anak memang akan membawa perubahan. Tapi perubahan itu tidak selalu positif dan tidak selalu negatif juga.

Seberapa hebatmu pun kita berusaha menyangkal, skenario ini sering terjadi disadari atau tidak dalam rumah tangga: hubungan suami-istri "berubah" setelah punya anak. Seorang teman berkata bahwa suaminya menolak keluar rumah (untuk tujuan mencari hiburan) tanpa mengajak anak-anak mereka.

Terkecuali, dalam keadaan gawat darurat. Bepergian hanya berdua dengan sang istri, berarti meninggalkan anak-anak dengan pengasuh dan sang suami, tidak begitu percaya. Situasi yang sama juga dialami oleh banyak pasangan. 

Tanya Psikolog

Anak Membawa Perubahan

“Ada ungkapan bahwa anak dapat menjadi berkah. Di sisi lain, anak dapat menjadi cobaan bagi orang tuanya. Namun, hal ini tergantung bagaimana sebuah keluarga bisa menangani penghuni baru dalam keluarganya,” ujar Dwita Priyanti, M.Psi, Psikolog, psikolog anak dan keluarga dari Rumah Dandelion dan Raqqi Consulting. 

Ritme Keluarga

"Hadirnya seorang anak tentu akan mengubah ritme suatu keluarga. Dimulai dari kebiasaan sehari-hari, perencanaan masa depan, dan lain sebagainya. Ketika pasangan tidak siap akan hal ini dan tidak mau belajar menerima perubahan maka dapat menjadi ancaman tertentu.”

Menikah Usia Muda

Banyak orang yang memilih menikah di usia muda. Apakah mereka akan siap dengan tanggung jawab tersebut? “Tidak ada usia tertentu yang dapat memastikan kesesuaian seseorang untuk memiliki anak, karena kedewasaan seseorang bukan ditentukan oleh usia yang dimiliki.

Namun, dapat dipertimbangkan kondisi biologis terkait dengan kesiapan orang reproduksi, aspek finansial, apakah sudah dapat memenuhi kebutuhan seluruh anggota keluarga, dan tentunya kesiapan psikologisnya, terkait tanggung jawab terhadap anggota keluarga baru, yaitu anak,” jawab Wita.

Couple Time

“Untuk menjaga hubungan agar tetap harmonis saat sudah memiliki anak, setiap pasangan tetap harus memiliki ‘couple time,'" saran Wita. "Sebagai pasangan," lanjutnya, "kamu dapat mencari waktu yang pas dimana tidak akan terganggu.

Misalnya, dengan melakukan hobi bersama-sama, menonton film di bioskop ataupun di rumah (seminggu sekali atau saat malam hari), melakukan kencan berdua setiap satu bulan sekali. Pokoknya, pintar-pintar saja mencari waktu yang tepat,” jelas Wita.