Bagaimana Mengutak-Atik Gaji Pas-Pasan agar Pas Sampai Akhir Bulan

Bagaimana Mengutak-Atik Gaji Pas-Pasan agar Pas Sampai Akhir Bulan
ISTOCK

Plus, utang terbayar.

Tidak semua orang memiliki gaji sebesar Tim Cook ($12, 8 juta tahun lalu); sebagian besar kita membawa pulang "cek" bulanan seadanya. Seadanya-adanya hanya cukup untuk kebutuhan pokok, dan bayar utang sampai akhir bulan. Boro-boro menabung, bisa melunasi tagihan kartu kredit (tanpa dikejar atau dibombardir telepon) saja sudah lega. Jadi, tidak perlulah memiliki perencanaan keuangan. Iya, 'kan? 

"Sebenarnya bukan tergantung besar kecilnya penghasilan kamu setiap bulan, tapi yang paling penting adalah bagaimana kamu bisa mengelolanya dengan baik," kata Meydian Eka Rini, penasehat keuangan danpendiri Mer Financial, melalui email. "Bahkan dengan penghasilan kecil kita bisa mencapai beberapa tujuan keuangan apabila bisa mengelolanya dengan baik," lanjutnya. 

Menurut Meydian, setiap orang pasti memiliki beberapa tujuan keuangan di dalam hidupnya, misalnya memiliki dana pensiun yang cukup, dana pendidikan, punya rumah impian, dsb. Untuk mewujudkan keinginan-keinginan tersebut, diperlukan duit—salah satu wujudnya adalah dari gaji tiap bulan. Jika kamu menganggap bahwa penghasilanmu seadanya dan rasanya sulit mewujudkannya dari cek bulanan tersebut, beberapa orang mencari pekerjaan sampingan guna mendapatkan penghasilan tambahan. Namun, kita semua tahu hal tersebut tidak mudah. "Untuk itulah kamu memerlukan beberapa perencanaan keuangan supaya tujuan keuanganmu bisa tercapai. [Istilahnya] perlu diutak-atik supaya gaji tersebut bisa cukup untuk sebulan," tulisnya lagi.

Tidak perlu terintimidasi, panas dingin, dan malas dulu—karena itu memang yang seringkali dirasakan saat mendengar "perencanaan keuangan" karena tips yang diberikan Meydian sangat sederhana. Yep, bukan hanya sekadar omongan, tapi memang simpel. Berikut beberapa tahap mengutak-atik gaji pas-pasan. 

1. Urutkan skala prioritas

Ini adalah hal pertama yang harus dilakukan. Caranya, buatkan daftar semua kebutuhanmu, mulai dari yang paling prioritas utama terlebih dahulu, misalnya membayar tagihan. Kenapa ini menjadi langkah pertama? Karena dengan begini, kamu akan tahu berapa utang yang wajib dibayar sehingga bisa menekan pengeluaran tiap bulannya. 

2. Buat rencana keuangan tiap bulan

Well, mungkin akan membuatmu garuk-garuk kepala, tapi sebenarnya merumuskan rencana keuangan bulan tidak terlalu sulit—padahal sangat penting. "Supaya tidak terjadi pemborosan setiap bulannya," Meydian mengingatkan. Prinsip utamanya adalah: rencana ini meliputi dana yang masuk dan keluar. "Apa saja komposisi perencanaan keuangan yang ideal? Pada saat menerima gaji setiap bulannya, kamu bisa membaginya dalam beberapa pos. Yang pertama adalah pos sedekah, pos kedua adalah membayar utang atau tagihan, pos ketiga adalah dana darurat, pos keempat adalah asuransi atau investasi, pos kelima adalah kebutuhan bulanan."

3. Tekan pengeluaran

Mungkin agak sulit melakukan ini karena gajinya sudah pas-pasan! "Untuk itu mulailah menekan pengeluaran yang dimiliki dengan menyisihkan sebagian uang untuk mewujudkan tujuan keuangan yang sudah kamu buat. Pangkas semua pengeluaran yang tidak penting, bahkan jika perlu hilangkan semua pengeluaran yang menurut tidak penting," lanjut Meydian. Apa misalnya? Oh, mungkin jajan di coffee shop setiap hari bisa diganti setiap minggu?