Jauhi! Penyebab Stres Tertinggi di Tempat Kerja

Jauhi! Penyebab Stres Tertinggi di Tempat Kerja
iStock

Apa ya penyebab stres tertinggi di tempat kerja? Ini faktanya… 

Belakangan kamu sering stres di kantor? Coba pikirkan kembali, stres tersebut karena beban pekerjaan, bosmu, atau rekan kerjamu? Sudah sewajarnya bila kamu berpikir kalau stres yang sekarang dialami karena bos menyebalkan.

img

Faktanya, penelitian mengungkap kalau rekan kerja lah menjadi penyebab stres tertinggi yang sering dialami karyawan. Yap, hal ini bertentangan dengan apa yang diyakini. Sains mengatakan saat memiliki hubungan yang tidak terlalu baik dengan rekan kerja mengarah pada lebih banyak stres terkait pekerjaan daripada berurusan dengan bos ‘beracun’.

Para peneliti di Universitas Tel Aviv melakukan studi terhadap 820 profesional antara kelompok usia 25 hingga 65 tahun selama sekitar 20 tahun. Semua responden ini berasal dari bidang yang berbeda dan penelitian dimulai pada 1988 dengan pemeriksaan medis.

Peserta ditanyai berbagai pertanyaan terkait hubungan mereka dengan kolega, bos, dan budaya kerja di kantor. Selain itu, kondisi kesehatan mereka dipantau dengan ketat selama masa penelitian.

Studi ini menyimpulkan bahwa bukan jam kerja atau bos menyebalkan yang menjadi penyebab stres tertinggi di kantor. Hubungan buruk dengan rekan kerja yang menempatkan seseorang pada risiko stres hingga kematian lebih besar.

"Risiko kematian secara signifikan lebih rendah bagi mereka yang melaporkan memiliki hubungan baik dengan rekan kerja lainnya,” kata studi tersebut.

img

Sepertiga dari peserta penelitian merupakan perempuan. Berdasarkan statistik, 53 kematian dicatat selama masa penelitian terjadi karena dukungan sosial yang buruk dari teman sekantor.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Health Psychology itu mengindikasikan bahwa para profesional paruh baya yang bekerja dengan sedikit atau tanpa 'dukungan antar sesama rekan kerja’ 2,4 kali lebih mungkin meninggal selama penelitian. Dengan kata sederhana, penelitian ini menyatakan kalau dukungan rekan kerja satu sama lain menjadi 'faktor pelindung' dan membantu mengurangi risiko kematian.