Kesalahan Perempuan Saat Pertama Kali ke Gym

Kesalahan Perempuan Saat Pertama Kali ke Gym
iStock

Kamu baru pertama kali ingin coba nge-gym? Ini kesalahan yang biasa dilakukan perempuan ketika ke gym.

Ketika kamu ingin mencoba olahraga di gym apa karena pengaruh teman atau biar terlihat keren? Ayo ngaku… Saat perempuan pergi ke gym, kebanyakan dari mereka hanya karena ajakan teman tanpa ada tujuan yang jelas. Ini menjadi kesalahan yang sering dilakukan perempuan. 

“Kesalahan terbesar yang kita lihat perempuan tak memiliki tujuan jelas saat datang ke gym dan latihan seperti apa yang mereka inginkan,” ujar James Smith selaku pelatih kebugaran di Inggris. 

img

Ada pula beberapa kesalahan lain yang tanpa sadar dilakukan perempuan saat pertama kali nge-gym.

  • Mengharapkan hasil yang terlalu cepat

Salah satu kesalahan perempuan saat pertama kali ke gym adalah mengharapkan hasil terlalu cepat. Mereka berharap kalau ke gym bisa membantu menurunkan berat badan dengan cepat—biasa menjadi tujuan utama perempuan mendaftarkan diri ke gym.

“Bagi sebagian orang mungkin ini berhasil namun tidak berlaku buat semua perempuan. Mungkin kamu berpikir kalau tiga kali nge-gym bisa membuat tubuh langsing. Tapi kalau kamu nggak menghentikan kebiasaan buruk lainnya ya tidak akan mendapat hasil yang cepat,” ujar Farah Fonseca yang dijuluki sebagai Wanita Terkuat Inggris kepada Daily Mail.

img

  • Olahraga berat

Baru pertama kali ke gym dan langsung olahraga berat juga menjadi kesalahan yang sering dilakukan perempuan. Tom Pitfield yang telah bekerja sebagai pelatih pribadi selama sepuluh tahun mengungkap kalau perempuan merasa datang ke gym sudah bayar jadi harus dimaksimalkan. Padahal tidak begitu, terutama bagi yang jarang olahraga.

Saat tubuh dipaksa olahraga terlalu berat bukannya sehat malah bisa membuat kamu sakit. Alih-alih ingin bugar malah berakhir masuk rumah sakit, ini sering terjadi.

“Coba jangan terlalu rumit. Jangan berolahraga yang ekstrim hingga bisa terluka, tidak bisa bergerak selama dua minggu. Coba dulu latihan menjadi dua kali seminggu tapi ringan. Spesifik terhadap apa yang kamu inginkan. Ingat, perlu selangkah demi selangkah,” paparnya.

  • Tidak tentukan jadwal