Merugikan Wanita? Inilah 5 Fakta Nikah Siri di Indonesia

Merugikan Wanita? Inilah 5 Fakta Nikah Siri di Indonesia
Buku Nikah

Nggak semanis yang dibicarakan, benarkah nikah siri hanya akan membawa dampak negatif pada perempuan? Simak penjelasannya!

Merujuk pada KBBI, nikah siri dapat diartikan sebagai pernikahan yang hanya disaksikan oleh seorang modin dan saksi, dan nggak melalui Kantor Urusan Agama, namun sudah sah menurut agama Islam.

Kamu pasti sering mendengar istilah nikah siri, atau nikah di bawah tangan. Namun apakah kamu memahami fakta-fakta seputar nikah siri secara seksama? Benarkah nikah siri hanya akan merugikan perempuan? Yuk, simak baik-baik apa saja hal terkait nikah siri yang mesti kamu pahami.

Fakta Seputar Nikah Siri yang Harus Wanita Tahu

Sejarah dan Perkembangan Nikah Siri

Sejarah Nikah Siri
Sejarah Nikah Siri

Praktik nikah siri atau pernikahan yang nggak tercatat negara (unregistered marriage) telah ditemukan sejak lama di berbagai kota, baik di Indonesia maupun negara-negara lain. Di Zimbabwe yang mayoritas warganya menganut agama Kristen, 84 persen pernikahan yang dilakukan di sana nggak tercatat negara. 

Di Irak, dikenal dua jenis pernikahan di bawah tangan: mut’ah dan misyar. Pada pernikahan misyar, istri dan suami bisa tinggal terpisah. Hanya pada waktu-waktu tertentu sebagaimana telah disetujui dua pihaklah mereka bisa bertemu, umumnya untuk pemenuhan kebutuhan seksual.

Nggak hanya di Irak, praktik nikah misyar dilakukan. Di Arab Saudi, nikah misyar juga berkembang karena beberapa alasan seperti tekanan memberikan mahar yang besar, tuntutan sosial untuk menggelar pernikahan mewah bila diketahui khalayak luas, serta keterbatasan untuk memiliki tempat tinggal sendiri. Nggak jarang ditemukan istri dari nikah misyar yang masih tinggal bersama orangtuanya untuk menghemat biaya hidup.

Baca juga: Ini Hal-hal yang Perlu Kamu Pahami Mengenai Nikah Siri

Nikah Siri di Mata Hukum Agama dan Negara

Nikah Siri di Mata Hukum
Nikah Siri di Mata Hukum

Jika rukun dan syarat pernikahan sudah tepenuhi, maka pernikahan tersebut dianggap sah secara agama Islam. Namun sayangnya, nikah siri dianggap nggak sah di mata hukum negara karena nggak tercatat di KUA. 

Di sisi lain, hukum pernikahan diatur dalam Undang-Undang tentang Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974 yang menerangkan bahwa setiap perkawinan harus dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. Maka dari itu, nikah siri dianggap nggak sah dalam hukum Indonesia karena nggak ada akta nikah dan surat-surat resmi terkait legalitas pernikahan.

Selain melanggar undang-undang perkawinan, nikah siri juga melanggar Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1946 yang menyatakan bahwa setiap pernikahan harus diawasi oleh pegawai pencatat pernikahan. Melihat hukum tersebut, ada baiknya kamu menikah secara resmi agar pernikahanmu legal di mata hukum.

Alasan Orang Melakukan Nikah Siri

Dalam penelitian yang ditulis Dian Latifiani (2014) dilansir dari Tirto, faktor ekonomi disebut-sebut menjadi alasan utama orang memutuskan untuk menikah siri. Nggak semua orang sanggup membayar biaya administrasi pencatatan pernikahan mereka.