Langkah Efektif Mengeluarkan Dahak Pada Bayi Dengan Aman

Langkah Efektif Mengeluarkan Dahak Pada Bayi Dengan Aman
ilustrasi bayi batuk

Jangan panik ma! ini cara mengeluarkan dahak pada bayi secara aman dan bisa di coba di rumah

WOOP.ID - Dahak atau yang dikenal dengan nama Slam menjadikan tenggorokan pada si buah hati tidak nyaman, menghalangi pernapasan dan mengganggu bayi ketika menelan ASI.

Hal tersebut seringkali membuat buah hati menangis. Perubahan kondisi kesehatan buah hati, terutama yang berkaitan dengan gangguan kesehatan, sering kali juga disertai dengan batuk berdahak.

Sebenarnya, cara mengeluarkan dahak pada buah hati tidaklah sulit seperti apa yang Mama bayangkan. Batuk berdahak umumnya disebabkan oleh beberapa kondisi seperti pilek, batuk, dan flu yang disebabkan oleh virus.

Penyebab Terbentuknya Dahak Pada Bayi

Selain menghalangi pernapasan dahak juga mengganggu bayi untuk menelan ASI. Bayi merasa tidak nyaman dan rewel saat merasakan ada yang mengganjal pada tenggorokannya, mereka belum bisa mengeluarkan dahak tanpa bantuan Ibu.

Beberapa hal penyebab terbentuknya dahak antara lain :

1. Virus Flu dan Pilek

ilustrasi bayi terkena flu
ilustrasi bayi terkena flu

Batuk berdahak pada bayi paling sering disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri yang menyebabkan flu atau pilek. Biasanya bayi akan menunjukan gejala seperti, batuk berdahak, sakit tenggorokan, hidung tersumbat, tidak selera makan, serta demam ringan.

2. Menghirup Sesuatu

ilustrasi merokok di depan bayi
ilustrasi merokok di depan bayi

Bayi yang menghirup sesuatu seperti asap rokok, udara kotor, bahan kimia, beserta iritan lainnya, bisa menyebabkan batuk berdahak yang mengganggu saluran pernapasan bayi hingga menimbulkan dahak yang berlebih.

Gejala yang mungkin terjadi yaitu, batuk terus menerus, sesak nafas, atau kulit yang tampak pucat. Dalam beberapa kasus tertentu, penyebab dahak pada balita atau bayi bisa menjadi tanda dari penyakit serius.

3. Asma

ilustrasi bayi terkena asthma
ilustrasi bayi terkena asthma

Penyakit asma jarang sekali terjadi pada bayi yang memiliki usia dibawah 2 tahun. Namun hal ini bisa saja terjadi jika buah hati memiliki riwayat keluarga yang memiliki asma.

Jika buah hati belum mendapatkan diagnosis asma dari dokter, kondisi tersebut juga bisa disebut sebagai penyakit saluran udara reaktif.

Jika hal ini terjadi pada buah hati, segerakanlah membawanya ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat. 

4. Bronkiolitis