Sebelum Menikah, Bisakah Kita Membicarakan tentang Duit?

Sebelum Menikah, Bisakah Kita Membicarakan tentang Duit?
ISTOCK

Bukan karena mata duitan. 

Namun, karena duit, finansial, masalah rupiah (atau mata uang asing sekalipun) ini krusial, dan pada saat yang sama memang topik sensitif. "Ih, gimana kalau ternyata pas dia tahu aku punya banyak utang, jadi batal rencana pernikahannya?" katamu dengan mata melotot dan panik. Nah, itu dia, sebelum semua terlambat, mari bicarakan tentang duit dengan kepala dingin. Lagian, ini juga bisa dijadikan tes kan, ya: apakah dia benar-benar cinta atau ada agenda tersembunyi. N'est-ce pas

Untuk memastikan agar kita melakukannya dengan tepat, WOOP meminta bantuan Indah HapsariHead of Planner Janus ID

Sebelum menikah, apa yang harus diketahui dari satu sama lain tentang keuangan?

Satu, kondisi keluarga pasangan. Cari tahu dulu kondisi keuangan pasangan apakah ada potensi "mengganggu" secara finansial. Apakah keluarga sudah bisa mandiri atau masih bergantung pada anak-anaknya dalam hal finansial. Saat ini tak jarang anak menjadi tulang punggung keluarga. Jadi, jika sudah tahu dari awal maka kedepannya tidak akan jadi masalah, misalnya saat sejumlah uang diberikan kepada keluarga pasangan. 

Dua, pola spending. Bagaimana pasangan menggunakan uang yang dimiliki. Apakah termasuk tipe boros, tipe hemat, tipe cermat.

Tiga, penghasilan. Tidak semua pasangan mau terbuka tentang penghasilan. Namun, jika dari awal saling tahu, maka jauh lebih baik karena akan mendapatkan gambaran berapa dana yang dimiliki; dapat mulai menghitung apakah jumlah penghasilan bersama cukup untuk membiayai hidup setelah menikah nanti. 'Kan biasanya setelah menikah akan tinggal sendiri, sehingga otomatis pengeluaran akan lebih besar dari sebelumnya

Empat, hutang. Hutang yang dimiliki sebelum menikah memang menjadi milik masing-masing, bukan menjadi milik bersama. Namun jika pasangan mempunyai hutang maka mungkin saja akan mengganggu cashflow bulanan, apalagi jika hutang yang dimiliki merupakan hutang konsumtif seperti kartu kredit, atau kta.

Apakah pasangan perlu membuat joint account? Bagaimana dengan personal account, haruskah dihilangkan?

Jika sudah menikah, memang perlu membuat joint account untuk menyimpan dana kebutuhan bersama, seperti dana darurat dan dana kebutuhan jangka pendek. Sementara personal account, bisa tetap dipertahankan dan tidak perlu dihilangkan. Account ini dapat digunakan sebagai rekening pengeluaran pribadi masing-masing

Seberapa penting pasangan untuk memiliki tujuan keuangan dalam jangka pendek, menengah, dan panjang?