Kulit Sehat 101: Segala Hal yang Perlu Kamu Tahu tentang Double Cleansing

Kulit Sehat 101: Segala Hal yang Perlu Kamu Tahu tentang Double Cleansing
ISTOCK

Bilas dan ulangi.

Sangat bisa dimengerti: ada hari di mana jangankan membersihkan wajah, untuk membuka mata saja sudah menyedot energi jiwa raga (terutama setelah menghadiri New Year Eve's party). Jadi, ide harus melakukan doublecleansing—yep, membersihkan wajah dua kali—terdengar seperti jerih payah bagi kita yang minimalis (baca: pemalas). Woop berbicara dengan dr. Ruri D. Pamela, Sp.Kk., seorang dermatolog dari Departemen Kulit RS dr. Suyoto, Jakarta, untuk mencari tahu manfaat double cleansing dan haruskah alasan melakukannya A.S.A.P. 

Double cleansing adalah teknik membersihkan kulit wajah secara bertahap. Biasanya, dimulai dari membersihkan kulit wajah dari sisa makeup, kotoran dan minyak menggunakan susu pembersih/oil cleanser. Kemudian, dilanjutkan dengan menggunakan toner cleanser dan facial wash,” jelasnya kepada Woop

Lalu, apa bedanya dengan membersihkan wajah dengan satu kali proses? “One cleansing adalah teknik membersihkan wajah yang umumnya terdiri hanya dengan satu langkah saja yaitu langsung mencuci wajah menggunakan facial wash/soap,” lanjutnya.

Terkadang kuantitas memang penting—dan apakah ini berlaku pada tahapan pembersihan wajah? 

Double cleansing sebaiknya dilakukan apabila kita menggunakan heavy makeup atau aktivitas yang banyak mengeluarkan keringat, agar sisa makeup dapat dilarutkan terlebih dahulu menggunakan oil cleanser/makeup remover," terangnya. Tujuannya agar sisa makeup dapat dibersihkan secara optimal. Sedangkan, jika memang aktivitas sehari-hari tidak membutuhkan makeup, "kamu bisa menggunakan one cleansing untuk membersihkannya." bebernya lagi.

Intinya, sisi positif double cleansing adalah "bermanfaat agar sisa makeup dan kotoran dapat dibersihkan lebih optimal karena terlebih dahulu ‘dilarutkan’ menggunakan oil cleanser/makeup remover. Sementara one-cleansing bisa lebih praktis tapi kadang sisa makeup ada yang masih tersisa kalau hanya dibersihkan dengan sabun saja." 

Oh, satu hal: "Yang perlu kamu tahu, double cleansing bisa dilakukan apabila kamu memiliki kulit wajah yang tidak terlalu sensitif," tegasnya. Jika kulitmu sensitif dan mudah berjerawat, double cleansing cenderung terlalu menstimulasi kulit dan membuat jerawat semakin menjadi-jadi. Untuk amannya, konsultasikan dengan dokter kulit favoritmu. 

Seandainya kamu penasaran dengan cara kerja double cleansing, kok bisa membersihkan lebih optimal, itu karena, "kandungan surfaktan dalam cleansing dapat menurunkan tegangan permukaan di lapisan atas kulit yang dibersihkan sehingga minyak dan kotoran menjadi mudah larut dan mudah dibersihkan. Namun, kandungan ini sering menyebabkan kulit iritasi karena dapat mengurangi kelembapan alami pada permukaan kulit, sehingga harus hati-hati pada jenis kulit sensitif. Saat ini banyak dikembangkan cleanser wash yang non-soap atau non surfaktan,” jelasnya.

Beberapa produk double cleansing berbentuk minyak, balsem, susu, dan micellar water. Dan paling superior adalah... 

“Tipe produk double cleansing masing-masing baik digunakan tergantung tipe kulit wajah dan kebutuhan personal," ujarnya. Dokter Ruri menyarankan bagi pemilik wajah sangat berminyak dan cenderung berjerawat untuk menghindari balm karena efek oklusinya yang dapat menyebabkan penyumbatan pori-pori bila tidak dibersihkan dengan benar. Sementara tipe kulit sensitif sebaiknya tidak memilih micellar water karena "kadang bisa menimbulkan risiko iritasi akibat bahan-bahan di dalamnya," jelasnya.