Menurut Sains: Rutinitas Harian Setiap Orang Seharusnya Seperti Ini

Menurut Sains: Rutinitas Harian Setiap Orang Seharusnya Seperti Ini
ISTOCK

Idealnya dan seharusnya.

Kamu mungkin berpikir (dengan bangganya) bahwa gaya hidupmu sudah sehat ala Gwyneth Paltrow. Eitsss... nanti dulu, sehebat-hebatnya Gwyneth dan pola hidupnya yang bisa dikatakan cenderung-terlalu-berlebihan-sehat-sehingga-terkadang-kurang-masuk-akal, para ahli ternyata sudah merumuskan rutinitas seperti apa yang sebaiknya kita jalani setiap hari—dan yang paling penting cukup masuk akal. Business Insider menuliskan bahwa tidak hanya sarapan sehat yang harus menjadi fokus kita, tapi juga seprei yang kita pakai. 

1. Jangan Mandi

Jika sebelum tidur tadi malam mandi, sains mengatakan bahwa kamu seharusnya tidak melakukannya lagi pagi ini. Pasalnya, terlalu sering mandi akan merusak kulit dan rambutmu. Alasannya: tidak hanya membersihkan kotoran dan polutan, kita juga menyingkirkan banyak bakteri baik dan minyak yang membuat rambut dan kulit sehat. 

2. Sabar... Jangan Langsung Minum Kopi

Saat bangun, tubuh kita memproduksi hormon kortisol, sejenis kafein alami. Pada kebanyakan orang, level produksi ini mencapai level maksimal antara jam 8 sampai 9 pagi sehingga tidak disarankan untuk meminum kopi periode tersebut karena akan menggagalkan efek kafein alami yang diproduksi tubuh. Seorang ilmuwan dari Maryland merekomendasikan untuk mengonsumsi kafein sejam setelah kita bangun. 

3. Olahraga 

Aktif di pagi hari memiliki banyak manfaat. Pertama, olahraga dalam kondisi perut kosong akan mempercepat pengurangan berat badan. Kedua, membuat tubuh bekerja lebih maksimal untuk membakar lemak yang tersimpan. Ketiga, melancarkan pola sirkadian tubuh. Keempat, lagi-lagi berhubungan dengan berat badan; tapi kali ini penelitian yang mengatakan bahwa sinar matahari dua jam setelah bangun membuat badan lebih langsing. 

4. Sarapan

Pastikan sarapanmu terdiri dari tiga bahan ini: protein, serat dan lemak sehat; misalnya makan telur dengan alpukat, atau Greek yogurt (pilih yang tidak mengandung gula), dan kacang-kacangan. Opsi ini akan membuatmu kenyang, memperlancar pencernaan, dan membentuk otot.

5. ... Atau Lewatkan Sarapan

Ada sebuah pola diet yang sedang tren: puasa berselang (intermittent fasting). Dari beberapa versinya, salah satu yang paling sering diterapkan adalah puasa 16 jam dan makan-minum selama delapan jam. Misalnya, mengadopsi "jendela makan" dari jam 12 siang sampai 8 malam, yang artinya kita tidak sarapan tapi makan apapun yang kita mau selama delapan jam itu. Tentunya, jika  kamu ingin melakukan hal ini, lebih baik berkonsultasi dulu dengan dokter.

6. Stop Multivitamin

Alasan banyak ahli menyarankan untuk berhenti mengonsumsi multivitamin adalah karena bahan-bahan yang didapatkan dari produk tersebut akan lebih baik diproses oleh tubuh ketika datangnya dari sumber yang alami. Jadi, jika pola makanmu tidak benar, menelan vitamin tidak akan ada gunanya. 

7. Bergerak Setiap Satu Jam

Tidak hanya posisi duduk yang benar yang penting, bergerak setiap satu jam (tidak usah jauh-jauh, di sekitar kursi pun cukup) akan mempengaruhi kesehatan. Sebuah penelitian menyimpulkan bahwa kebiasaan bergerak setiap satu jam selama dua menit akan mengurangi risiko kematian dini  (sekitar 33%). 

8. Minum Air yang Cukup

Kebiasaan ini sangat penting, karena kurang minum bisa mengakibatkan sakit kepala, lelah, dan makan berlebihan. Dan terkadang tidak cukup delapan gelas, sebab ini tergantung pada beberapa faktor termasuk seberapa lama bekerja dan cuaca hari itu. Beberapa makanan juga mengandung banyak air seperti kembang kol, terong, pepper, bayam, wortel, kentang putih. 

9. Makan Siang yang Sehat

Persis seperti menu sarapan yang dianjurkan: banyak protein dan rendah gula. Intinya, makanan yang tidak akan membuatmu mengantuk tapi malah memberikan energi. 

10. Jauhkan Mata dari Layar